Lebih dari 100.000 Orang di DIY Telah Disuntik Vaksin
Vaksinasi Covid-19 tahap kedua untuk kalangan lanjut usia dan pelayan publik di DIY masih berjalan. Hingga Jumat (19/3/2021), total penerima vaksin telah mencapai 97.583 jiwa.
Murtini menunjukkan kain batik motif corona di Galeri Batik Sembung, Dusun Sembungan, Kalurahan Gulurejo, Kapanewon Lendah, Jumat (29/5/2020)./Harian Jogja-Jalu Rahman Dewantara
Harianjogja.com, KULONPROGO - Murtini, 45, perajin batik asal Dusun Sembungan, Kalurahan Gulurejo, Kapanewon Lendah, Kulonprogo menciptakan batik tulis bermotif corona. Batik bergambar virus corona penyebab Covid-19 itu lahir dari keprihatinan Murtini terhadap situasi saat ini.
"Seperti diketahui virus Corona telah menyebar secara masif dan menjadi pandemi di seluruh dunia, dampakya tak hanya ke kesehatan saja, tapi juga mempengaruhi kehidupan sosial dan perekonomian masyarakat, dari situlah saya terpancing untuk membuat batik motif Corona," ujar Murtini, Jumat (29/5/2020).
Murtini mulai memproduksi batik Corona pada pertengahan Mei kemarin. Dibantu sang suami yang juga merupakan perajin batik, Sugirin, proses pembuatan batik Corona itu memakan waktu dua pekan.
Batik Corona bikinan Murtini ini tergolong unik. Sebab, tak hanya tersemat gambar virus Corona, tapi juga motif lain seperti daun dan aliran sungai. Warna batik ini juga berbeda dengan batik tulis yang umum ditemui di pasaran. Warnanya tidak cerah. Cenderung gelap. Hal itu karena Murtini tidak menggunakan pewarna kimia, melainkan warna-warna alam yang diambil dari sari pati tumbuhan.
Karena keunikannya, kain batik yang dibanderol dengan harga Rp350.000 per potong ini cukup diminati masyarakat. Bahkan tidak hanya pasar lokal, tapi juga sampai luar daerah. "Peminatnya sangat luar biasa, bahkan dari puluhan kain batik corona yang kami produksi, saat ini hanya tinggal sedikit stoknya," ujar pemilik Batik Sembung tersebut.
Suami Murtini, Sugirin mengatakan, banyaknya pesanan batik corona menjadi angin besar bagi industri batik Sembung. Pasalnya, sejak pandemi Covid-19 melanda, penjualan batik di tempatnya menurun drastis. Beruntung UMKM ini tidak sampai melakukan PHK atau merumahkan karyawannya.
Sugirin pun berharap, pandemi Covid-19 bisa segera berakhir, sehingga industri batik di Kulonprogo dapat kembali menggeliat seperti sedia kala.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Vaksinasi Covid-19 tahap kedua untuk kalangan lanjut usia dan pelayan publik di DIY masih berjalan. Hingga Jumat (19/3/2021), total penerima vaksin telah mencapai 97.583 jiwa.
DPRD Bantul dukung penataan guru honorer jadi PPPK. Pemkab setop rekrutmen honorer baru hingga 2026.
Jadwal KRL Solo–Jogja terbaru 2026 lengkap dari Palur ke Tugu. Tarif Rp8.000, perjalanan cepat dan efisien.
3 pelaku pembacokan pelajar di SMAN 3 Jogja ditangkap di Cilacap. Polisi masih memburu 3 pelaku lain terkait konflik geng.
Dua kakak beradik tewas dalam kecelakaan melibatkan dua truk di Ngawi. Polisi masih selidiki identitas kendaraan.
Polres Bantul perketat patroli malam untuk tekan klitih dan kejahatan jalanan. Orang tua diminta awasi anak sebelum jam 22.00 WIB.