Pantai Baron Batal Ditata Tahun Ini

Puluhan perahu nelayan yang berjajar di pinggir Pantai Baron, beberapa waktu lalu - Harian Jogja
02 Juni 2020 21:07 WIB David Kurniawan Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Program penataan kawasan Pantai Baron batal terlaksana tahun ini. Pembatalan dilakukan menyusul adanya pandemi Corona sehingga anggaran penataan dialihkan untuk program penanggulangan.

Sekretaris Dinas Pariwisata (Dispar) Gunungkidul, Hary Sukmono, menyatakan jajarannya sudah mengagendakan program penataan kawasan Pantai Baron di tahun ini. Keseriusan untuk penataan dibuktikan dengan adanya bantuan alokasi anggaran dari Dana Keistimewaan DIY sebesar Rp6 miliar.

Rencananya dana itu digunakan untuk memulai upaya penataan. Hanya saja, pandemi Corona membuat program ikut terdampak. Sesuai dengan surat edaran dari Pemerintah DIY, maka program yang dibiayai danais ditangguhkan untuk penanganan Covid-19 di wilayah DIY. “Praktis dengan penundaan ini maka penataan kawasan Pantai Baron batal dilaksanakan,” kata Hary kepada wartawan, Selasa (2/6/2020).

Untuk penundaan, ia mengaku tidak tahu pasti karena kebijakan sepenuhnya berada di tangan Pemda DIY. Meski demikian Hary berharap program bisa dilanjutkan di tahun depan agar penataan benar-benar bisa diwujudkan secepatnya. “Mudah-mudahan bisa diagendakan lagi tahun depan,” katanya.

Wacana penataan kawasan Pantai Baron sudah dimulai sejak beberapa tahun lalu. Selain menyusun masterplan dan detail engineering design (DED), Pemkab juga mulai membebaskan lahan. “Tahun lalu ada pembebasan dan rencananya tahun ini mulai ditata, tetapi gara-gara Corona maka pelaksanaannya ditunda,” kata mantan Kepala Bidang Pengembangan Produk Wisata ini.

Hal tak jauh berbeda diungkapkan oleh Sekretaris Daerah Gunungkidul, Drajad Ruswandono. Menurut dia, pandemi Corona tidak hanya berdampak terhadap wacana penataan kawasan Pantai Baron karena program infrastruktur milik Pemkab juga terdampak. “Kami harus menata ulang anggaran untuk penanganan Corona. Sejumlah program infrastruktur harus dicoret dan anggarannya dipindahkan untuk penanggulangan dan pencegahan Corona,” katanya.

Salah seorang nelayan di Pantai Baron, Sugi, mengaku sudah mendapatkan informasi berkaitan dengan penataan di kawasan Pantai Baron. Hanya saja, hingga saat ini belum ada realisasi terkait dengan wacana tersebut.

Untuk sementara ini ia berharap ada perbaikan talut di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) yang rusak akibat terjangan gelombang tinggi. “Mudah-mudahan bisa diperbaiki secepatnya,” katanya.