UGM Terapkan Ospek Virtual dan Kuliah Daring Semester Depan

Universitas Gadjah Mada (UGM) - ugm.ac.id
07 Juni 2020 18:57 WIB Lajeng Padmaratri Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN—UGM mulai mempersiapkan rencana penerapan new normal dalam perkuliahan. Selain masih akan menerapkan kuliah daring pada semester ganjil mulai September mendatang, kampus ini juga akan menerapkan orientasi studi dan pengenalan kampus (ospek) secara daring.

Wakil Rektor Bidang Pendidikan Pengajaran dan Kemahasiswaan UGM, Profesor Djagal Wiseso Marseno, mengatakan ospek di UGM yang disebut Pelatihan Pembelajar Sukses Mahasiswa Baru (PPSMB) akan diselenggarakan secara daring pada 7-12 September 2020. Begitu juga dengan perkuliahan yang dimulai September-Oktober 2020. Sistem ini baru akan berubah menjadi tatap muka atau luar jaringan (luring) pada November-Desember 2020.

“Untuk kuliah luring sifatnya untuk pendalaman karena materi sebenarnya sudah disampaikan secara daring,” jelasnya, Jumat (5/6/2020).

Pada Juni-Agustus 2020, UGM akan membuka kampus hanya untuk mahasiswa yang menjalankan riset dan tugas akhir. Saat beraktivitas di kampus, mahasiswa harus mematuhi protokol kesehatan dengan memakai masker, cuci tangan, jaga jarak, serta tidak berkerumun.

Ia memperkirakan mahasiswa yang akan melaksanakan kegiatan riset dan tugas akhir di kampus UGM adalah 25% dari populasi mahasiswa S1, 50% populasi mahasiswa S2, dan 30% mahasiswa S3. "Mahasiswa diharapkan berkomunikasi dengan dosen pembimbing terkait rencana pelaksanaan riset di kampus," ujarnya.

Sebelum kembali ke UGM, mahasiswa diminta untuk melakukan tes bebas Covid-19 dari puskesmas asal mahasiswa. Surat keterangan sehat bebas Covid-19 tersebut dibawa untuk keamanan dalam perjalanan.

Ketua Satgas Covid-19 UGM Rusatmadji mengatakan UGM telah menyiapkan sarana dan prasarana yang mendukung pencegahan penyebaran Covid-19 seperti menyediakan tempat cuci tangan di lingkungan kampus, pemasangan banner imbauan, sekaligus menyiapkan petugas yang terus mensosialisasikan untuk jaga jarak.

Ia menambahkan, UGM juga mendukung upaya pelaksanaan rapid test melalui klinik kampus Gadjah Mada Medical Center. Tes cepat ini diperuntukan bagi mahasiswa yang memiliki gejala Covid-19.