Pengelola Wisata di Bantul Tunggu SOP New Normal

Ilustrasi foto Gumuk pasir di Pantai Parangtritis saat sebelum pandemi. - IST/Humas Pemkab Bantul
10 Juni 2020 09:17 WIB Ujang Hasanudin Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL--Sejumlah pengelola objek wisata di Bantul belum berani menerima kunjungan wisatawan sampai saat ini meski beberapa objek wisata mulai kedatangan pengunjung. Mereka masih menunggu Standar Prosedur Operasional (SOP) pelayanan wisata di tengah pandemi Coronavirus Disease atau Covid-19 atau saat new normal nanti.

Ketua Koperasi Notowono, Purwo Harsono memastikan semua objek wisata di kawasan Mangunan dan sekitarnya masih tutup. Objek wisata tersebut di antaranya Puncak Becici, Pinus Pengger, Lintang Sewu, Pinus Sari, Pinus Asri, Bukit Panguk, Bukit Mojo, Seribu Batu, dan Pintu Langit.

Pengelola wisata masih mematuhi masa perpanjangan tanggap darurat Covid-19 sampai 30 Juni mendatang, sehingga belum ada objek wisata di kawasan perbukitan itu yang buka. Meski ada satu dua wisatawan yang datang, kata Purwo, pihaknya tetap tidak melayani. “Wisatawan yang datang tetap kami beri pengertian, kami sarankan untuk kembali lagi. Kami tidak ingin mengambil resiko ada penularan Covid-19,” ujar Purwo, saat dihubungi Selasa (9/6/2020).

Meski tidak menerima kunjungan wisatawan, pria yang akrab disapa Ipung ini mengatakan pengelola wisata tetap beraktivitas dengan menyiapkan sarana dan prasarana wisata agar memenuhi protokol kesehatan sehingga pada saat new normal nanti semua destinasi sudah siap menyambut wisatawan sesuai SOP.

Sarana dan prasarana yang yang disiapkan seperti memperbanyak tempat cuci tangan, memperbanyak alat pelindung diri, menyiapkan garis tanda jaga jarak serta mengatur pintu masuk di loket untuk mengindari jika terjadi antrean. Namun demikian, menurut Purwo, persyaratan tersebut baru memenuh protokol kesehatan standar.

Pihaknya tetap masih menunggu SOP new normal dari Pemda DIY maupun Pemkab Bantul. ”Kami tetap menunggu SOP resminya seperti apa. Apa yang harus dilakukan pengelola maupun wisatawa saat berada di objek wisata. Tanpa ada SOP kami tidak berani membuka,” ujar Ipung.

Sekretaris Dinas Pariwisata Bantul, Annihayah mengatakan SOP untuk wisata sudah disusun, namun baru sebatas draf. SOP tersebut diakuinya disusun berdasarkan masukan dari sejumlah pihak demi keamanan dan kenyamanan bersama di sektor pariwisata selama pandemi Covid-19.

Menurut dia, SOP tersebut juga selaras dengan Dinas Pariwisata DIY sehingga ujicoba SOP itu nantinya menunggu instruksi dari Pemda DIY. “Awalnya SOP ini akan diujicobakan pada tanggal 10 Juni atau tanggal belasan. Ini kami masih menunggu,” ujar Annihayah.

Annihayah menyatakan SOP wisata saat new normal diterapkan nanti tidak bisa langsung disahkan sebelum ada ujicoba. Sebab SOP tersebut, kata dia, dibuat sedetail mungkin agar wisata benar-benar memenuhi protokol kesehatan. Bukan sebatas protokol kesehatan standar, namun sampai detail. Ia mencontohkan soal pemeriksaan suhu tubuh wisatawan nantinya dilakukan seperti apa? Apakah cukup di pintu masuk atau dilakukan juga di warung-warung kuliner di kawasan objek wisata.

Pemeriksaan suhu tersebut apakah cukup dari luar kendaraan ataukah petugas yang masuk ke dalam kendaraan rombongan wisatawan mengecek satu per satu. “Jika terjadi hal yang tidak diinginkan atau ada penularan bagaimana proses penelusurannya. Itu harus dipikirkan semua karena kami tidak ingin ada penularan [covid-19] dari klaster wisata,” ucapnya.