Pemkab Gunungkidul Tak Gegabah Buka Objek Wisata, Ini Alasannya

Suasana Pantai Baron, Tanjungsari. - Harian Jogja/Jalu Rahman Dewantara
10 Juni 2020 19:12 WIB David Kurniawan Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Bupati Gunungkidul, Badingah, memastikan tidak akan terburu-buru untuk membuka objek wisata (obwis). Pembukaan di masa new normal dilakukan dengan melihat perkembangan kasus penyebaran Corona serta hasil evaluasi dari uji coba pembukaan destinasi wisata di sejumlah objek.

“Ada tahapan sebelum destinasi benar-benar dibuka dan itu semua harus dilalui. Kami tidak mau terburu-buru karena pembukaan juga melihat perkembangan kasus Corona di Gunungkidul,” kata Badingah kepada wartawan, Rabu (10/6/2020).

Menurut dia, Pemkab sudah mempersiapkan tahapan menuju pembukaan destinasi di era new normal. Tahapan ini meliputi simulasi, sosialisasi, uji coba hingga pembukaan destinasi. “Sudah mulai dirumuskan dan ada tahapannya mulai dari simulasi hingga uji coba pembukaan destinasi. Untuk teknis lebih jauh menjadi kewenangan Dinas Pariwisata, yang jelas semua harus mengacu pada protokol kesehatan pencegahan Covid-19,” kata Badingah.

Hal tak jauh berbeda diungkapkan oleh Sekretaris Daerah Gunungkidul, Drajad Ruswandono. Menurut dia, ada empat destinasi wisata yang dipersiapkan untuk uji coba meliputi Pantai Kukup dan Baron, Cave Tubing Kalisuci dan Gunung Api Purba Nglanggeran. “Simulasi dilakukan dalam waktu dekat. Mudah-mudahan semua berjalan dengan lancar sehingga bisa dilanjutkan ke tahapan berikutnya menuju pembukaan destinasi secara menyeluruh,” katanya.

Drajad mengungkapkan saat simulasi kemungkinan timbulnya masalah bisa diminimalkan karena hanya melibatkan internal pengelola dan pelaku wisata. Meski demikian, saat uji coba pembukaan harus diantisipasi agar kejadian membanjirnya wisatawan seperti yang terjadi di Maliboro tidak terjadi di Gunungkidul. “Protokol kesehatan harus benar-benar dilaksanakan karena bagian keamanan dari penyebaran Covid-19. Kami siap berkoordinasi dengan pihak keamanan untuk memastikan kelancaran rencana pembukaan,” kata Drajat.

Sekretaris Dinas Pariwisata Gunungkidul, Hary Sukmono, mengatakan pembukaan destinas wisata sudah menjadi agenda Pemkab. Hanya, untuk pembukaan sepenuhnya masih membutuhkan proses yang panjang.

Menurut dia, hingga saat ini Pemkab terus berkoordinasi untuk mematangkan konsep pembukaan destinasi. Selain itu, sebelum dibuka juga ada tahapan yang harus dilalui. “Sudah ada jadwalnya. Rencananya mulai Jumat [12/6] ada simulasi di Kalisuci, berikutnya simulasi di Gunung Api Purba Nglanggeran, kemudian di Pantai Baron dan Kukup,” katanya.

Menurut dia, selain simulasi nantinya ada tahapan sosialisasi dan uji coba. Hary memastikan seluruh tahapan harus dilalui agar pembukaan destinasi wisata benar-benar aman sehingga tidak menjadi penyebab munculnya klaster baru penularan Corona. “Tentunya dalam setiap tahapan ada evaluasi dan itu menjadi dasar dalam pengambilan kebijakan menuju destinasi wisata di era new normal,” katanya.