Advertisement

Total Ada 9 Siswa Sekolah Kepolisian di DIY yang Terinfeksi Corona, 1 Sembuh

Abdul Hamied Razak
Jum'at, 12 Juni 2020 - 21:07 WIB
Bhekti Suryani
Total Ada 9 Siswa Sekolah Kepolisian di DIY yang Terinfeksi Corona, 1 Sembuh Foto ilustrasi. - Ist/Freepik

Advertisement

Harianjogja.com, SLEMAN- Siswa Sekolah Inspektur Polisi (SIP) yang terjangkit positif virus Corona asal Polda DIY berjumlah sembilan orang.

Dari sembilan orang tersebut, delapan orang tengah dirawat di RS Bhayangkara dan seorang lainnya sudah dinyatakan sembuh.

Kabid Humas Polda DIY Kombes Pol Yuliyanto menjelaskan kesembilan orang yang positif Covid-19 itu merupakan bagian dari 19 siswa yang mengikuti pendidikan SIP di Sukabumi. Karena situasi pandemi, katanya, mereka dipulangkan ke Polda masing-masing sejak April lalu.

PROMOTED:  Resmikan IKM di Umbulharjo, Dinas Perinkopukm Jogja Berharap IKM Naik Kelas

Selanjutnya, para siswa SIP ini melanjutkan belajar secara daring di Sekolah Polisi Negara (SPN) Selopamioro Bantul. Mereka tiba di SPN pada 26 April lalu. "Ketika sampai di SPN mereka menjalani rapid test. Rapid test pertama hasilnya 14 orang non-reaktif, lima reaktif," katanya, Jumat (12/6/2020).

Menurut Yuli, lima orang yang dinyatakan reaktif dilanjutkan dengan uji swab di mana semua hasilnya negatif. Pada rapid test kedua, lanjut Yuli, hasilnya 16 orang non-reaktif, tiga reaktif. "Dari tiga reaktif kemudian diswab dan hasilnya satu positif [Covid-19]," katanya.

Setelah mendapatkan perawatan di RS Bhayangkara, kata Yuli, siswa yang dinyatakan positif tersebut dinyatakan sembuh. Tidak berhenti di sana, ke 19 siswa menjalani rapid test ketiga di mana hasilnya sembilan orang reaktif. "Nah, yang sembilan ini menjalani uji swab pada 9 Juni lalu, hasilnya delapan positif [Covid-19]. Saat ini sudah ada di RS Bhayangkara," kata Yuli.

Dia memastikan tidak ada pengajar di SPN Selopamioro yang positif Covid-19. Meskipun delapan siswa yang positif tengah dirawat di RS Bhayangkara, namun siswa lainnya masih berada di SPN dan tetap menjalani proses belajar secara daring. "Kalau tertularnya [dari mana] yo nggak tahu, wong viruse ra ketok je," kata Yuli.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

6 Tersangka Tragedi Kanjuruhan Belum Ditahan? Ini Dalih Polisi

News
| Jum'at, 07 Oktober 2022, 18:07 WIB

Advertisement

alt

Satu-satunya di Kabupaten Magelang, Wisata Arung Jeram Kali Elo Terus Dikembangkan

Wisata
| Kamis, 06 Oktober 2022, 07:17 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement