Jadwal Trans Jogja Iduladha 2026 Berubah, Beroperasi Mulai Pukul 12.00
Trans Jogja ubah jam operasional saat Idul Adha 27 Mei 2026. Layanan mulai pukul 12.30–20.30 WIB, ini rute dan informasi lengkapnya.
Suasana Terminal Jombor, Jumat (12/6/2020)./Harian Jogja-Abdul Hamid Razak
Harianjogja.com, SLEMAN - Angkutan bus antar-kota antar-provinsi (AKAP) tetap nekat beroperasi meskipun nombok. Selama beroperasi, mereka mengaku tetap menerapkan protokol kesehatan.
Dari pantauan Harian Jogja aktivitas kedatangan dan keberangkatan penumpang di teminal Jombor nyaris sepi. Hanya ada satu bus dari Semarang yang menurunkan tiga penumpang. Selebihnya, bus hanya ngetem, menunggu penumpang naik.
Sopir Bus Mustika Jurusan Jogja-Magelang Suparmo mengaku tetap menarik penumpang meskipun menanggung beban berat operasional yang tidak sedikit. Beberapa hari terkahir, dia mengaku hanya mendapatkan Rp80.000. Padahal untuk operasional seperti beli solar membutuhkan biaya Rp200.000.
"Ya nombok nggak masalah, majikan saya juga tidak menarget harus sekian. Yang penting narik, nggak ada pekerjaan lainnya," katanya kepada Harian Jogja di Terminal Jombor, Jumat (12/6).
Suparmo mengatakan, selama masa pandemi Covid-19 ia tetap mematuhi protokol kesehatan. Semua penumpang yang naik wajib menggunakan masker. Hanya saja untuk fasilitas hand sanitizer belum bisa dipenuhi.
"Ya kami minta mereka cuci tangan dulu sebelum naik. Wajib pakai masker. Kalau duduk jaga jarak. Tapi karena memang sedikit yang naik ya duduknya yang penting terpisah," katanya.
Dia berharap agar situasi dan kondisi pandemi Corona segera berkahir agar moda transportasi berjalan normal. "Ya ini membutuhkan disiplin semua, baik kami maupun penumpang. Yang jelas, kami mengikuti apa yang sudah diatur pemerintah," kata dia.
Staf Dishub DIY di Terminal Jombor Siswoko mengatakan paling banyak bus AKAP Semarang-Magelang-Jogja yang beroperasi hanya 10 unit. Mereka juga membatasi operasional. "Biasanya sampai jam 18.00 tetapi selama masa pandemi sudah pulang jam 16.00. Rata-rata yang naik turun para penglajon," katanya.
Moko mengatakan, kondisi yang tidak jauh berbeda juga terjadi untuk bus jurusan Jakarta. Selama masa pandemi Corona, dari sekitar 10 unit bus hanya sekitar tiga unit saja yang beroperasi. Itupun jumlah penumpang dibatasi maksimal 50% dari kouta kursi. "Ya cuma itu yang naik turun di sini hanya beberapa orang saja. Nggak tahu kalau sudah ke luar terminal," katanya.
Dishub DIY, lanjut Moko, masih mendirikan posko pengawas di terminal hingga masa tanggap darurat Covid-19 berakhir pada 30 Juni mendatang. Selama ini, petugas mengawasi setiap penumpang yang naik dan turun. Termasuk protokol kesehatan yang diterapkan masing-masing operator bus.
"Penumpang wajib pakai masker. Kami cek sebelum berangkat, termasuk mengatur pola duduknya agar tetap jaga jarak. Penumpang yang turun juga dicek suhunya," kata Moko.
Khusus penumpang yang ke Jakarta, petugas meminta agar melengkapi diri dengan surat keterangan sehat bebas Covid-19. Jika tidak membawa, disarankan untuk menunda keberangkatan. "Yang masuk sini juga kami minta surat keterangan sehat, kalau tidak membawa kami arahkan untuk mengurus ke layanan kesehatan," katanya. (Abdul Hamid Razak)
Suasana terminal Jombor pada Jumat (12/6)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Trans Jogja ubah jam operasional saat Idul Adha 27 Mei 2026. Layanan mulai pukul 12.30–20.30 WIB, ini rute dan informasi lengkapnya.
Menlu Sugiono mendorong reformasi PBB dan Dewan Keamanan agar lebih relevan menghadapi konflik global dan tantangan dunia saat ini.
Istana menegaskan sapi kurban Presiden Prabowo berasal dari program Banpres untuk masyarakat dan bukan untuk kepentingan pribadi.
Polresta Pekalongan mengusut dugaan pencabulan enam santriwati di sebuah ponpes di Buaran dan mengamankan pengasuh pondok.
InJourney Airports memproyeksikan tiga juta penumpang pesawat melintas di 37 bandara selama libur Iduladha dan Hari Lahir Pancasila 2026.
Ledakan balon udara berpetasan di Blitar saat Iduladha menewaskan satu warga dan melukai dua anak di Desa Tambakan.