HUT ke-81 RI, Pekerja Seni Budaya Pakem Dapat Perlindungan BPJamsostek
Pekerja seni budaya di Pakem mendapat perlindungan BPJS Ketenagakerjaan dalam peringatan HUT ke-81 RI di Museum Gunung Merapi
Suasana Terminal Jombor, Jumat (12/6/2020)./Harian Jogja-Abdul Hamid Razak
Harianjogja.com, SLEMAN - Angkutan bus antar-kota antar-provinsi (AKAP) tetap nekat beroperasi meskipun nombok. Selama beroperasi, mereka mengaku tetap menerapkan protokol kesehatan.
Dari pantauan Harian Jogja aktivitas kedatangan dan keberangkatan penumpang di teminal Jombor nyaris sepi. Hanya ada satu bus dari Semarang yang menurunkan tiga penumpang. Selebihnya, bus hanya ngetem, menunggu penumpang naik.
Sopir Bus Mustika Jurusan Jogja-Magelang Suparmo mengaku tetap menarik penumpang meskipun menanggung beban berat operasional yang tidak sedikit. Beberapa hari terkahir, dia mengaku hanya mendapatkan Rp80.000. Padahal untuk operasional seperti beli solar membutuhkan biaya Rp200.000.
"Ya nombok nggak masalah, majikan saya juga tidak menarget harus sekian. Yang penting narik, nggak ada pekerjaan lainnya," katanya kepada Harian Jogja di Terminal Jombor, Jumat (12/6).
Suparmo mengatakan, selama masa pandemi Covid-19 ia tetap mematuhi protokol kesehatan. Semua penumpang yang naik wajib menggunakan masker. Hanya saja untuk fasilitas hand sanitizer belum bisa dipenuhi.
"Ya kami minta mereka cuci tangan dulu sebelum naik. Wajib pakai masker. Kalau duduk jaga jarak. Tapi karena memang sedikit yang naik ya duduknya yang penting terpisah," katanya.
Dia berharap agar situasi dan kondisi pandemi Corona segera berkahir agar moda transportasi berjalan normal. "Ya ini membutuhkan disiplin semua, baik kami maupun penumpang. Yang jelas, kami mengikuti apa yang sudah diatur pemerintah," kata dia.
Staf Dishub DIY di Terminal Jombor Siswoko mengatakan paling banyak bus AKAP Semarang-Magelang-Jogja yang beroperasi hanya 10 unit. Mereka juga membatasi operasional. "Biasanya sampai jam 18.00 tetapi selama masa pandemi sudah pulang jam 16.00. Rata-rata yang naik turun para penglajon," katanya.
Moko mengatakan, kondisi yang tidak jauh berbeda juga terjadi untuk bus jurusan Jakarta. Selama masa pandemi Corona, dari sekitar 10 unit bus hanya sekitar tiga unit saja yang beroperasi. Itupun jumlah penumpang dibatasi maksimal 50% dari kouta kursi. "Ya cuma itu yang naik turun di sini hanya beberapa orang saja. Nggak tahu kalau sudah ke luar terminal," katanya.
Dishub DIY, lanjut Moko, masih mendirikan posko pengawas di terminal hingga masa tanggap darurat Covid-19 berakhir pada 30 Juni mendatang. Selama ini, petugas mengawasi setiap penumpang yang naik dan turun. Termasuk protokol kesehatan yang diterapkan masing-masing operator bus.
"Penumpang wajib pakai masker. Kami cek sebelum berangkat, termasuk mengatur pola duduknya agar tetap jaga jarak. Penumpang yang turun juga dicek suhunya," kata Moko.
Khusus penumpang yang ke Jakarta, petugas meminta agar melengkapi diri dengan surat keterangan sehat bebas Covid-19. Jika tidak membawa, disarankan untuk menunda keberangkatan. "Yang masuk sini juga kami minta surat keterangan sehat, kalau tidak membawa kami arahkan untuk mengurus ke layanan kesehatan," katanya. (Abdul Hamid Razak)
Suasana terminal Jombor pada Jumat (12/6)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pekerja seni budaya di Pakem mendapat perlindungan BPJS Ketenagakerjaan dalam peringatan HUT ke-81 RI di Museum Gunung Merapi
Komisi B DPRD Bantul mencatat realisasi program OPD mitra sekitar 70% dan memastikan seluruh kegiatan tuntas hingga akhir tahun.
Dewan Pendidikan Nasional mengingatkan orang tua tak perlu memaksa anak ikut bimbel karena TKA bukan penentu kelulusan.
Lipstik Lipsing kembali setelah 16 tahun hiatus. Penampilan di Candi Prambanan menghidupkan nostalgia penggemar lewat lagu-lagu legendaris mereka.
ASN Pemkot Jogja kini bisa mengajukan cuti, termasuk cuti darurat, lewat JSS. Verifikasi hingga persetujuan dilakukan secara elektronik.
DPR menyoroti cost recovery 2027 yang naik menjadi US$10,1 miliar saat lifting migas masih turun dan realisasi di bawah target.