Jadwal SIM Keliling Kulonprogo 11 Juli 2026, Ini Lokasinya
Polres Kulonprogo kembali menghadirkan layanan SIM keliling pada Juli 2026 untuk memudahkan masyarakat memperpanjang Surat Izin Mengemudi (SIM).
Ilustrasi/Freepik
Harianjogja.com, SLEMAN—Pondok pesantren bersiap menghadapi tata kehidupan baru atau new normal di masa pandemi Covid-19. Di Sleman, santri diharapkan kembali secara bertahap.
“Lembaga Pesantren sudah menyiapkan diri, karena aktivitas pesantren juga harus dimulai. Termasuk para santri yang akan kembali ke pesantren untuk mulai belajar kembali,” ujar Pengasuh Pesantren As Salafiyah KH Zar’anudin, Sabtu (13/6/2020).
Zar’an mengatakan pesantren telah menyiapkan berbagai prosedur dan sistem yang disesuaikan dengan protokoler kesehatan, seperti penyediaan tempat cuci tangan, hand sanitizer, masker hingga ruang isolasi mandiri bagi santri. "Ada beberapa ruangan yang disiapkan untuk tempat karantina saat para santri datang," terangnya.
Para santroi jug adiminta datang bertahap. Setiap tahap, santri yang kembali ke pesantren dibatasi antara 40 hingga 50 santri. Santri yang datang dijadwalkan mulai 1 Juli mendatang dan tahap selanjutnya 15 hari setelah itu. "Proses ini akan kami lakukan sampai semua santri hadir semua. Syaratnya para santri harus membawa surat keterangan sehat bebas virus covid dari daerahnya masing-masing," terangnya.
Wakil Bupati Sleman Sri Muslimatun mengatakan pesantren harus menjaga protokol kesehatan yang sudah ditetapkan pemerintah. Bupati Sleman telah mengeluarkan Surat Edaran (SE) Bupati Sleman No.443/01352 tentang Panduan Penerimaan Kedatangan Mahasiswa dari Luar Daerah.
Dalam SE tersebut, para santri harus membawa surat keterangan sehat bebas Covid-19 dari daerah asal, melakukan karantina mandiri, melapor ke asrama dan pemerintah setempat. "Santri bisa beraktivitas normal selama bisa menujukkan hasil hasil rapid diagnostic test Covid-19 dengan hasil non-reaktif yang masih berlaku," terangnya.
Pesantren harus melaporkan para santri yang datang dan kondisi kesehatan mereka secara berkala, menyiapkan fasilitas kesehatan dan ruang karantina mandiri yang memadai. "Aktivitas pembelajaran dan ibadahnya juga harus dengan physical distancing selama masa pandemi ini," sarannya.
Anggota DPRD DIY Syukron Arif Muttaqin mengatakan pemerintah wajib hadir ke lembaga pesantren dalam menghadapi situasi new normal. Sebab, keberadaan pesantren juga tidak kalah penting dengan entitas pendidikan lainnya di DIY. "Banyak mahasiwa di DIY yang juga tinggal di pesantren. Makanya, pemerintah juga harus hadir dengan kebijakannya dan memperhatikan pesantren menghadapi new normal ini," kata anggota FPKB DPRD DIY ini.
Sebelumnya, Ketua PCNU Sleman KH. Ismail S. Ahmad mengatakan berdasarkan jadwal kegiatan pendidikan di kalangan pesantren, ribuan santri akan kembali ke wilayah Sleman pada Juli nanti. Mereka yang kembali diminta untuk melengkapi surat keterangan sehat dan bebas Covid-19 dari daerah asal. "Kami sudah berikan sosialisasi ini kepada seluruh pesantren yang berafiliasi dengan Nahdatul Ulama," kata Ismail kepada Harian Jogja.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Polres Kulonprogo kembali menghadirkan layanan SIM keliling pada Juli 2026 untuk memudahkan masyarakat memperpanjang Surat Izin Mengemudi (SIM).
Gempa M7,1 di Jepang diduga berkaitan dengan sesar yang belum retak sejak gempa besar 2016. Ahli ungkap potensi gempa susulan.
KPK menahan anggota DPRD Jatim Moch Mahrus terkait dugaan suap dana hibah pokmas kepada Anwar Sadad.
PSIM Jogja masih mengevaluasi masa depan Nermin Haljeta jelang Super League 2026/2027, sementara Franco Ramos dipastikan bertahan.
BBPOM Yogyakarta mempercepat penerbitan NIE bagi UMKM pangan olahan agar produk lokal Jogja aman, bermutu, dan mampu bersaing.
Wapres Gibran bertemu Hun Many membahas reformasi birokrasi, olahraga, serta penanganan TPPO terkait penipuan daring.