Sterilisasi Maksimum, Pasar Kranggan Tutup Sementara

Tim melakukan penyemprotan disinfektan di area Pasar Kranggan, komplek los pedagang ikan tak luput dari penyemprotan yang dilakukan Minggu (14/6/2020). - Harian Jogja/Catur Dwi Jatmiko
15 Juni 2020 12:57 WIB Catur Dwi Janati Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA - Pasar Kranggan ditutup selama tiga hari mulai Minggu-Selsa (14-16/6/2020). Strelisasi maksimum dengan disinfektan dilakukan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Jogja untuk mengantisipasi terhadap paparan Covid-19 di pasar.

Satu unit mobil pemadam kebakaran dan lebih dari sepuluh alat semprot ransel dikerahkan untuk mensterilkan Pasar Kranggan. Kompleks los pedagang ikan jadi salah satu sasaran disinfektan oleh mobil pemadam kebakaran. "Pasar Kranggan disemprot disinfektan sebagai bagian dari langkah-langkah antisipasi klaster pemasok ikan," jelas Kepala Disperindag Yunianto Dwi Sutono ditemui Minggu (14/6/2020)

Semula jadwal penyemprotan disinfektan Pasar Kranggan direncanakan pada Jumat (12/6/2020), namun diubah menjadi Minggu (14/6/2020). Diterangkan Yunianto karena pada Sabtu (13/6/2020) masih ada sejumlah pedagang yang menjalani Rapid Diagnostic Test (RDT) tahap kedua.

Camat Jetis, Sumargandi menjelaskan dari 41 pedagang pasar yang diundang untuk menjalani RDT semuanya hadir. "Semuanya datang, antusiasnya bagus sekali," ujarnya.

Dijelaskan Yunianto, penutupan Pasar Kranggan yang terbilang lama ini tidak sekedar akan dilakukan disinfektan. Yunianto mengatakan selama tiga hari tutup, Pasar Kranggan akan ditata ulang sesuai dengan edaran Kementerian Perdagangan yang mengatur protokol kesehatan di pasar.

Disperindag Kota Jogja berkoordinasi dengan Camat Jetis guna serentak lakukan penataan. Adapun pedagang di luar pasar masuk dalam pendataan kecamatan. "Sehingga kita kompak serentak [baik pedagang di dalam maupun di luar pasar], tutup tiga hari," ujar Sumargandi.

Diterangkan Yunianto salah satu penataan yang akan dilakukan adalah membuat alur lalu lalang pengunjung pasar. Sebenarnya pembatas alur pengunjung pasar awalnya direncanakan menggunakan semacam galvalum yang dirasa cukup kiat. Akan tetapi dikarenakan belum adanya anggaran, ke depannya alur akan dibuat menggunakan tali. "Menggunakan tali tapi yang kuat," jelas Yunianto.

Ditambahkan Yunianto ada rencana pedagang buka bergantian, khususnya pedagang yang luberan. "Namun saat ini masih kita kaji," jelasnya. Setelah tiga hari ditutup, Yunianto mengatakan aktivitas Pasar Kranggan akan beroperasi seperti biasa. "Dengan pasar ditutup, masyarakat turut diingatkan supaya lebih hati-hati," jelasnya.