Advertisement

Instalasi Penuh, Limbah Industri Tempe & Tahu Siraman Gunungkidul Bertahun-tahun Dibuang ke Sungai

David Kurniawan
Senin, 15 Juni 2020 - 14:17 WIB
Budi Cahyana
Instalasi Penuh, Limbah Industri Tempe & Tahu Siraman Gunungkidul Bertahun-tahun Dibuang ke Sungai Ilustrasi pencemaran limbah tahu. - Harian Jogja/Dok.

Advertisement

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Warga Desa Siraman, Wonosari, Gunungkidul, mengeluhkan pembuahan limbah usaha pabrik tahu dan tempe ke Sungai Krapyak. Akibatnya sungai menjadi keruh dan bau. Pembuangan sembarangan ini sudah berlangsung sejak beberapa tahun lalu.

Salah seorang warga Siraman, Suparman, mengatakan protes terhadap pembuangan limbah sudah disampaikan ke pemerintah desa. Dia pun berharap ada tindak lanjut sehingga polusi di aliran sungai bisa dicegah. “Kalinya jadi keruh dan bau. Jelas ini mengganggu warga,” kata Suparman.

Menurut dia, pembuangan limbah dari pabrik tahu dan tempe sudah berlangsung sejak 2017 lalu. Ia mencatat di wilayahnya ada tiga pabrik tahu dan tiga pambrik tempe yang membuang limbah sisa usaha secara sembarangan. “Ini yang kami protes. Timbulnya bau semakin menyengat sejak akhir 2019 lalu,” ungkapnya.

PROMOTED:  YouGov: Tokopedia Jadi Brand Paling Direkomendasikan Masyarakat Indonesia

Kepala Desa Siraman Damiyo mengaku sudah mendapatkan laporan warga berkaitan dengan keluhan terhadap aktivitas pembuangan limbah usaha secara sembarangan. Menurut dia, pemerintag desa sudah memanggil pengusaha untuk mencari solusi terhadap permasalahan tersebut.

Para pemilik pabarik mengakui telah membuang limbah ke sungai karena instalasi pembuangan limbah telah penuh sejak bertahun-tahun yang lalu. “Sudah kami mediasi dan pemilik pabrik siap memperbaiki pembuangan limbah yang dimiliki,” katanya.

Dia pun berharap kepada pemilik pabrik mau menjaga komitmen pembuangan limbah sesuai kesepakatan sehingga masalah protes warga berkaitan dengan sungai tercemar karena pembuangan limbah bisa terselesaikan. “Mudah-mudahan dengan perbaikan ipal, maka tidak ada lagi yang membuang limbah ke sungai,” katanya.

Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup Gunungkidul Aris Suryanto mengatakan pencemaran sungai harus diselesaikan. Jawatannya telah menjalankan Program Kali Bersih atau Prokasih. Aris pun mengakui program ini sudah membuahkan hasil karena pencemaran bisa dikurangi. “Akan terus digalaklan karena pelaksanaan juga butuh partisipasi dari masyarakat,” katanya.

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Suap Dana PEN, Eks Dirjen Kemendagri Divonis Penjara 6 Tahun

News
| Rabu, 28 September 2022, 18:47 WIB

Advertisement

alt

Suka Liburan, Yuk Patuhi 5 Etika Saat Berwisata

Wisata
| Senin, 26 September 2022, 22:37 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement