Kekerasan Daycare Jogja, 53 Anak Jadi Korban, Pemda DIY Turun Tangan
53 anak jadi korban kekerasan daycare di Jogja, Pemda DIY beri pendampingan dan dorong penegakan hukum.
Foto ilustrasi. /Ist-Freepik
Harianjogja.com, JOGJA-- Pemerintah Daerah (pemda) DIY telah merefocusing anggaran sebesar Rp300 miliar untuk menangani pandemi covid-19 sampai akhir masa tanggap darurat pada 30 Juni 2020 nanti.
Kepala badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) DIY, Budi Wibowo, menjelaskan dari total refokusing anggaran tersebut, anggaran yang sudah digunakan hingga saat ini sebesar Rp265 miliar. “Proyek-proyek tertentu kami potong atau stop, tentu ini mempengaruhi target indikator kinerja,” ujarnya, Selasa (16/5/2020).
Setelah refocusing ini pihaknya menghitung kemampuan Pemda DIY masih sejauh mana, yang kemudian akan dilakukan perubahan pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2020. Adapun dalam perubahan target kinerja, untuk indikator kinerja utama diubah hingga 2022.
Hal ini mempertimbangkan dampak covid-19 tidak saja pada 2020 tapi juga 2021 dan 2022. “Angka yang kita sodorkan oleh Bappeda dibantu tenaga ahli, akan dipaparkan kepada tim anggaran. Setelah itu kita cermati kembali, dengan angka-angka yang proyeksinya lebih rasional,” ungkapnya.
Dalam indikator kinerja utama terdapat delapan sasaran dengan 14 indikator. Pada 2019 kata dia, tidak tercapai tiga indikator yakni indeks pembangunan manusia, rasio gini dan kemiskinan. Maka pada perencanaan nanti ketiga indikator ini yang perlu dicermati.
“Dari dana yang ada bagaimana konsentrasi ke sana. Tapi otrientasinya anggaran 2020 dan 2021 adalah masalah kesehatan, pemulihan ekonomi dan jaminan sosial. Kita masih belum pasti apakah pandemi ini akan selesai pada 2020, makanya kita masih buat asumsi-asumsi,” ujarnya.
Pihaknya juga telah menyiapkan tiga prediksi, yakni angka optimis, angka moderat dan angka pesimis. “Asumsi pertama Juni selesai, asumsi kedua Agustus selesai, asumsi ketiga Desember selesai. Tapi kita tidak bisa pastikan selesai di 2020. ini yang perlu diantisipasi dalam perencanaan,” katanya.
Dengan konsentrasi pada sektor kesehatan dan pemulihan ekonomi, anggaran untuk proyek strategis memang terpangkas. Kendati demikian, pihaknya tidak berkutat pada APBD saja, namun melalui sektor luar yang bisa digenjot.
Untuk itu ia meminta Pemerintahan Kabupaten dan Kota agar mempercepat proses perizinan dengan tetap menjalankan mekanisme normatif. Hal ini perlu dilakukan agar sektor riil segera bergerak, sehingga investasi kembali menguat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
53 anak jadi korban kekerasan daycare di Jogja, Pemda DIY beri pendampingan dan dorong penegakan hukum.
Jadwal imsak, Subuh, dan Maghrib di DIY pada Kamis 30 Juli 2026 untuk puasa sunnah Kamis. Cek waktu sahur dan berbuka di sini.
Jadwal KRL Solo-Jogja Kamis 30 Juli 2026 lengkap dari Palur hingga Jogja. Simak 12 perjalanan dan tarif Commuter Line Rp8.000.
KPK mendalami penukaran 46.500 dolar Singapura yang diduga disiapkan Suhardiman Amby untuk Raja Juli Antoni dalam penyidikan kasus Kuansing.
PSEL Legok Nangka senilai Rp7,2 triliun mulai dibangun di Kabupaten Bandung. Proyek ini akan mengolah 2.131 ton sampah per hari dan menghasilkan listrik 40,79 M
Jadwal KRL Jogja-Solo Kamis 30 Juli 2026 tersedia 15 perjalanan dengan tarif Rp8.000. Cek jam keberangkatan tiap stasiun.