Terkendala Alat, Pemkab Sleman Batal Uji Swab ke Pedagang Pasar

Petugas laboratorium Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BBTKLPP) Yogyakarta tengah membongkar, memeriksa dan mendata sampel swab Covid-19 yang dikirim oleh berbagai rumah sakit di DIY-Jateng, Senin (13/4/2020), di laboratorium BBTKLPP di Jalan Imogiri Timur, Banguntapan, Bantul.-Harian Jogja - Bhekti Suryani.
17 Juni 2020 17:57 WIB Abdul Hamied Razak Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN- Berbeda dengan rapid test massal tahap pertama untuk ratusan pedagang pasar di 14 pasar di Sleman, pada tahap kedua ini Dinkes Sleman tidak melakukan uji swab. 

Kepala Dinkes Sleman Joko Hastaryo mengatakan ada beberapa kendala teknis yang menyebabkan pihaknya tidak melakukan uji swab kepada sejumlah pedagang. "Salah satu kendalanya adalah ketersediaan VTM [media atau alat penyimpanan sampel] dan dacron sehingga kami putuskan sementara hanya dilakukan rapid tes," ungkap Joko saat dihubungi Harianjogja.com, Rabu (17/6/2020).

Sekadar diketahui, pada rapid test massal tahap pertama, Dinkes melakukan uji swab secara random kepada 30 orang pedagang pasar. Pemeriksaan metode polymerase chain reaction (PCR) atau Uji Swab itu dilakukan agar Pemkab memiliki gambaran awal sejauh mana penyebaran Covid-19 di pasar-pasar. Gambaran tersebut akan menentukan kebijakan Pemkab selanjutnya.

Metode yang digunakan untuk PCR lebih ke random sampling juga dilakukan untuk menjalankan saran dari ahli epidemiologi UGM agar tidak hanya mengandalkan RDT tetapi langsung menggunakan PCR atau uji swab. "Saya masih menilai uji swab ini sangat relevan untuk mengetahui gambaran penyebaran Covid-19. Memang ada dua kubu besar, cukup langsung PCR tetapi ada yang perlu skrining RDT baru PCR," katanya.

Terpisah, Jubir Gugus Tugas Covid-19 Sleman, Shavitri Nurmala Dewi mengatakan jika hasil swab bagi 30 pedagang saat diambil sampelnya pada pekan lalu sudah keluar. "Hasilnya 30 sampel yang diambil hasilnya semua negatif," kata Evie.

Berdasarkan hasil rekapitulasi pelaksanaan RDT tahap kedua bagi para pedagang pasar, Evie mengatakan jika jumlah peserta yang mengikuti kegiatan tersebut sebanyak 580. Mereka yang reaktif akan menjalani uji swab di rumah sakit rujukan Covid-19.

"Jumlah pedadangt dari 14 yang mengikuti RDT 580 orang, hasilnya hanya sembilan saja yang reaktif," katanya.

Terkait penurunan jumlah pedagang pasar sebanyak 130 yang tidak mengikuti RDT tahap kedua, Dinkes masih akan mencari metode lain agar mereka bisa mengikuti RDT tahap kedua. "Memang yang hadir hari ini hanya 580 orang, nanti kami rembug sama Disperindag," kata Joko.