Libur Panjang, Trafik Bandara Adisutjipto Melonjak
Penumpang Bandara Adisutjipto Jogja mencapai puncak saat libur panjang, dipicu tren WFA. Arus balik diprediksi meningkat awal Juni.
Foto ilustrasi kereta gantung dibuat dengan artificial intelligence.
Harianjogja.com, SLEMAN— Rencana pembangunan destinasi wisata kereta gantung bertajuk Prambanan Heritage Skyline mulai memasuki tahap awal setelah mendapat persetujuan prinsip dari Pemda DIY.
Proyek senilai Rp200 miliar ini diproyeksikan menjadi daya tarik baru yang menghubungkan lanskap perbukitan dengan kawasan cagar budaya di Prambanan. Sehingga akan menjadi daya tarik tersendiri. Selain itu ke depan kawasan ini terkoneksi langsung dengan exit toll Bokoharjo ruas tol Jogja-Solo.
Wahana kereta gantung tersebut direncanakan membentang dari kawasan Candi Banyunibo di Kalurahan Bokoharjo hingga Tebing Breksi di Kalurahan Sambirejo. Jalur ini akan melintasi perbukitan sisi utara dengan panorama langsung ke Candi Prambanan dan Candi Ratu Boko dari ketinggian.
Konsep wisata ini dinilai menjawab tren experience tourism yang semakin diminati wisatawan. Dengan memadukan teknologi dan keindahan alam, pengunjung nantinya dapat menikmati sudut pandang baru kawasan Prambanan yang selama ini dikenal sebagai destinasi budaya.
Selain menjadi magnet wisata, proyek ini juga diproyeksikan mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD) serta membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat sekitar. Integrasi kawasan Bokoharjo dan Sambirejo diharapkan mampu menciptakan ekosistem pariwisata yang lebih hidup.
Kepala DPMPTSP Sleman, Triana Wahyuningsih, menyebut pengembangan ini tidak hanya mengejar pertumbuhan ekonomi, tetapi juga memperhatikan keberlanjutan lingkungan dan sosial.
“Pengembangan kawasan ini tidak hanya berorientasi ekonomi, tetapi juga memperhatikan aspek keberlanjutan,” ujarnya, Jumat (17/4/2026).
Pemkab Sleman memastikan proyek akan melalui serangkaian kajian mendalam, mulai dari analisis dampak lingkungan, kesesuaian tata ruang, hingga dampak sosial budaya. Langkah ini dilakukan untuk menjaga keseimbangan antara pembangunan dan pelestarian kawasan cagar budaya.
Di tingkat lokal, keterlibatan warga menjadi perhatian utama. Lurah Bokoharjo, Dody Heriyanto, mendorong agar masyarakat setempat diprioritaskan dalam proses pembangunan maupun operasional.
Menurutnya, kehadiran kereta gantung tidak hanya menghadirkan pengalaman wisata baru, tetapi juga menjadi motor penggerak ekonomi warga di sekitar kawasan.
Jika terealisasi, Prambanan Heritage Skyline berpotensi menjadi ikon baru pariwisata DIY sekaligus memperkuat posisi kawasan Prambanan dalam koridor strategis Borobudur–Yogyakarta–Prambanan sebagai destinasi unggulan nasional hingga internasional.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Penumpang Bandara Adisutjipto Jogja mencapai puncak saat libur panjang, dipicu tren WFA. Arus balik diprediksi meningkat awal Juni.
Polresta Jogja menegaskan bahwa seluruh layanan SIM Keliling hanya melayani perpanjangan SIM A dan SIM C yang masih berlaku.
5 Juni 2026 memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia dan Hari Internasional Melawan Penangkapan Ikan Ilegal. Simak maknanya di sini.
Komitmen menjaga keberlanjutan jaringan irigasi sebagai penopang ketahanan pangan terus diperkuat melalui penyelenggaraan Workshop Gerakan Irigasi Bersih
Polres Bantul kembali membuka layanan SIM Keliling pada 5 Juni 2026 untuk memfasilitasi masyarakat yang ingin melakukan perpanjangan SIM A dan SIM C.
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menerima penghargaan sebagai salah satu pemerintah daerah berprestasi untuk kategori Pengendalian Inflasi Terbaik.