UGR JJLS Kulonprogo Rp320 Miliar Belum Cair, Warga Menunggu 6 Tahun
UGR pembebasan lahan JJLS Kulonprogo senilai lebih dari Rp320 miliar belum cair. Warga terdampak menunggu kepastian setelah enam tahun tertunda.
Syawalan dan talk show Karang Taruna DIY di Kulonprogo, Sabtu (18/4/2026) dengan narasumber GKR Bendara (tengah) dan Wabup Kulonprogo, Ambar Purwoko (kiri). Harian Jogja/Khairul Ma'arif
Harianjogja.com, KULONPROGO— Dorongan agar destinasi lokal menembus pasar global menguat dalam forum pemuda di Kulonprogo. Melalui agenda Syawalan dan talk show bertema “Local Pride, Global Vibe: Bikin Tempat Wisata FYP Jalur Pemuda”, generasi muda didorong mengoptimalkan kreativitas digital untuk mengangkat potensi wisata desa agar dikenal luas.
Kegiatan yang digelar di Omah Penthol, Pengasih, Sabtu (18/4/2026), ini sekaligus menjadi momentum Rapat Kerja Daerah Karang Taruna DIY untuk merumuskan strategi konkret pemberdayaan pemuda, khususnya di sektor pariwisata dan UMKM berbasis lokal.
Ketua Karang Taruna DIY, GKR Hayu, menilai Kulonprogo layak menjadi contoh karena dinilai mampu mengelola potensi daerah secara mandiri. Namun, ia mengingatkan bahwa program pemuda harus memberi dampak nyata bagi masyarakat.
"Program kita tidak bisa hanya sekadar kegiatan, tetapi harus menjadi pemberdayaan. Fokusnya bukan lagi apa yang sudah kita lakukan, tapi apa dampak nyata yang dirasakan," tegasnya.
Ia juga mendorong kolaborasi antarpengurus Karang Taruna se-DIY agar mampu melahirkan inovasi yang membawa nama daerah ke tingkat global tanpa meninggalkan identitas lokal.
Ketua Pelaksana, Ngudi Prasetiyo, menyoroti persoalan mendasar yang masih dihadapi pemuda, yakni kurangnya kepekaan melihat peluang di sekitar mereka. Padahal, banyak potensi desa yang dinilai memiliki nilai jual tinggi jika dikemas secara kreatif.
"Sebenarnya potensinya sangat luar biasa, tapi mungkin teman-teman pemuda belum sepenuhnya paham cara menggali dan mengemasnya. Lewat diskusi bersama Wakil Bupati Kulonprogo dan GKR Bendara, kita ingin membuka mata mereka bahwa kunci 'FYP' atau viralnya sebuah destinasi ada di tangan anak muda," ujarnya.
Menurutnya, keterlibatan pemuda sebenarnya sudah berjalan melalui berbagai wadah seperti kelompok sadar wisata dan pengelola desa wisata. Dengan jaringan Karang Taruna hingga tingkat kalurahan, gerakan ini diyakini mampu mendorong promosi destinasi sekaligus mengangkat produk UMKM lokal secara bersamaan.
Talk show ini juga menghadirkan GKR Bendara serta Ambar Purwoko yang membahas strategi penguatan destinasi. Tidak hanya menekankan aspek visual, tetapi juga kesiapan ekosistem agar mampu menyambut wisatawan, termasuk dari mancanegara.
Pendekatan berbasis kreativitas digital dan kolaborasi ini diharapkan menjadi pintu masuk bagi Kulonprogo untuk memperkuat daya saing pariwisata, sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat desa.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
UGR pembebasan lahan JJLS Kulonprogo senilai lebih dari Rp320 miliar belum cair. Warga terdampak menunggu kepastian setelah enam tahun tertunda.
Posko SPMB Sleman mulai ramai didatangi calon murid dan orang tua. Pertanyaan terbanyak terkait jadwal pendaftaran serta validasi data afirmasi.
10 wakil Indonesia langsung hadapi unggulan dunia di babak 32 besar. Cek jadwal lengkap dan prediksi laga panas Rabu ini.
Polda DIY menegaskan bahwa seluruh layanan SIM Keliling hanya melayani perpanjangan SIM A dan SIM C yang masih berlaku.
Polresta Jogja menegaskan bahwa seluruh layanan SIM Keliling hanya melayani perpanjangan SIM A dan SIM C yang masih berlaku.
Polres Bantul kembali membuka layanan SIM Keliling pada 3 Juni 2026 untuk memfasilitasi masyarakat yang ingin melakukan perpanjangan SIM A dan SIM C.