Tak Penuhi Target WHO, Jumlah Tes PCR Covid-19 di DIY Kalah Jauh Dibanding DKI Jakarta! Ini Datanya

Petugas laboratorium Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BBTKLPP) Yogyakarta tengah membongkar, memeriksa dan mendata sampel swab Covid-19 yang dikirim oleh berbagai rumah sakit di DIY-Jateng, Senin (13/4/2020), di laboratorium BBTKLPP di Jalan Imogiri Timur, Banguntapan, Bantul.-Harian Jogja - Bhekti Suryani.
18 Juni 2020 17:57 WIB Bhekti Suryani & Lugas Subarkah Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA--Pemda DIY sejak 12 Juni lalu mengumumkan jumlah sampel yang dilakukan pengujian dengan metode polymerase chain reaction (PCR) untuk menegakkan diagnosa Covid-19, termasuk jumlah orang yang diperiksa.

Pada Kamis (18/6/2020) ini misalnya Juru Bicara Pemda DIY, Berty Murtiningsih, mengatakan laporan hasil pemeriksaan tes PCR sebanyak 114 sampel dari 69 orang.

"Adapun laboratorium yang memeriksa kini bertambah satu lagi yakni Rumah Sakit Harjolokito, sehingga kini ada lima laboratorium yang memeriksa Covid-19," kata Berty, Kamis.

Data yang dihimpun Harianjogja.com, dari laporan jumlah tes PCR yang diumumkan Pemda DIY sejak Jumat (12/6/2020) hingga Kamis (18/6/2020) atau selama seminggu, total tes PCR yang sudah dilakukan yakni sebanyak 1.181 orang.

Bila merujuk rekomendasi organisasi kesehatan dunia WHO, jumlah orang atau kasus baru yang dilakukan tes PCR tersebut masih jauh dari target.

Sesuai anjuran WHO tes PCR idealnya dilakukan sebanyak 1.000 orang per satu juta penduduk per minggu.

Artinya bila menghitung total jumlah penduduk DIY sekitar 3,8 juta, maka DIY idealnya bisa melakukan tes PCR untuk orang atau kasus baru sebanyak 3.800-an orang per minggu.

DIY kalah jauh bila dibandingkan DKI Jakarta. Total test PCR pada kasus baru DKI Jakarta sudah mencapai 9.669 test per 1 juta penduduk per minggu. Hal ini sudah jauh melebihi target WHO, yakni 1.000 test per 1 juta penduduk per minggu.