Sejumlah Klaster Penularan Corona di Jogja Selesai Ditelusuri

Foto Ilustrasi. - Ist/Freepik
21 Juni 2020 19:37 WIB Lugas Subarkah Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA--Juru Bicara Pemerintah Daerah (Pemda) DIY untuk Penanganan Covid-19, Berty Murtiningsih, mengatakan dari semua klaster terkait Covid-19 yang ditemukan di Jogja, beberapa di antaranya telah berhenti ditracing atau ditelusuri.

"Karena sudah tidak ditemukan hasil RDT reaktif atau PCR positif dari pelacakan," ungkapnya, Minggu (21/6/2020).

Kendati demikian, pihaknya enggan merinci klaster mana saja yang telah berhenti ditracing dan klaster mana yang masih dilanjutkan tracingnya. "Secara pasti belum bisa menginformasikan," kata dia.

Sejumlah klaster yang muncul di Jogja di antaranya Klaster Jemaah Tabligh Sleman, Jemaah Tanligh Gunungkidul, klaster gereja Ngupasan Jogja, Indogrosir, pemasok ikan Semarang-Jogja, pedagang ikan Purworejo dan Sekolah Inspektur Polisi (SIP) dari Sukabumi.

BACA JUGA: Banyak dari Luar Daerah, Ini Riwayat 3 Pasien Baru Covid-19 di DIY

Klaster Indogrosir merupakan klaster terbesar dengan jumlah kasus positif sebanyak 50 kasus yang meliputi karyawan, keluarga karyawan dan pengunjung. Pada klaster ini Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Sleman dan Kota Jogja bahkan harus menggelar RDT masal untuk melacak penularan pada pengunjung yang datang ke Indogrosir dalam kurun waktu 19 April sampai 4 Mei.

Pada klaster pedagang ikan Purworejo, Dinas Kesehatan Kulonprogo juga berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Purworejo. "Sejak awal Dinkes Purworejo memberi notifikasi ke Dinkes Kulonprogo dan langsung dilacak," ujarnya.

Selain dari tracing klaster, banyak kasus positif baru yang merupakan kasus impor atau memiliki riwayat perjalanan luar daerah. Dalam seminggu terakhir, dari 19 kasus positif yang ditemukan, 11 di antaranya merupakan kasus impor.