Bantu Warga Terdampak, PS Mars 57 Salurkan Bibit & Unggas

Ketua PS Mars 57, Putri Yuni Astuti (kiri), menyerahkan ternak kepada warga terdampak pandemi Covid-19 di Kalurahan Margosari, Kapanewon Pengasih, Sabtu (20/6/2020). - Harian Jogja/Jalu Rahman Dewantara
21 Juni 2020 23:37 WIB Jalu Rahman Dewantara Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO—Sebuah klub sepak bola kampung di Kalurahan Margosari, Kapanewon Pengasih, punya cara tersendiri dalam membantu warga terdampak pandemi Covid-19. Tim bernama Persatuan Sepak Bola Marsudi Agawe Rukun Santosa (PS Mars) 57 ini membagikan ratusan bibit tanaman cabai dan sejumlah unggas kepada warga terimbas pandemi.

Bakti sosial itu digelar di Dusun Kembang, Kalurahan Margosari, Sabtu (20/6/2020). Sebanyak 400 bibit tanaman cabai dan tujuh pasang entok dibagikan kepada warga. Bantuan ini bertujuan untuk menciptakan kemandirian ekonomi serta ketahanan pangan bagi warga.

"Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian pengurus [PS Mars 57] terhadap masyarakat khususnya kepada pemain maupun pendukung klub yang terkena imbas pandemi Covid-19," ujar Ketua PS Mars 57, Putri Yuni Astuti, saat ditemui usai penyerahan bantuan, Sabtu.

Yuni berharap tanaman dan hewan ternak itu bisa dimanfaatkan dan dikembangkan oleh warga penerima, sehingga dapat tercipta ketahanan pangan mandiri. "Di masa pandemi ini semuanya serba susah, jadi kami berikan bantuan [ternak dan tanaman] dengan harap bisa dikelola dengan baik," ujar Yuni.

Selain menyalurkan bantuan tanaman dan hewan ternak, PS Mars 57 juga membagikan sembako kepada warga terdampak dan mengadakan cek kesehatan gratis bekerjasama dengan Puskemas II Pengasih. Polres Kulonprogo dilibatkan karena kegiatan ini selaras dengan program Kampung Kulonprogo Siap Amankan Warga (Kulo Siaga). "Kegiatan ini sekaligus mendukung program Kampung Kulo Siaga yang dicanangkan Polres Kulonprogo," ujar Yuni.

Wakapolres Kulonprogo, Kompol Sudarmawan, mengapresiasi bakti sosial yang digelar PS Mars 57. Menurutnya kegiatan ini sudah selaras dengan program Kampung Kulo Siaga. Dalam program tersebut ada tiga indikator yakni tangguh kesehatan, tangguh keamanan dan tangguh pangan.

Sudarmawan mengibaratkan bantuan ternak dan tanaman itu adalah pancing, dan tinggal bagaimana warga memanfaatkan bantuan tersebut. "Diharapkan cara-cara ini bisa mengurangi angka kemiskinan di Kulonprogo khususnya Margosari dan semoga bisa ditiru kelompok masyarakat lain," ujarnya.