Ratusan Warga Sayidan Cek Kesehatan Gratis, Dokter Ungkap Hasilnya
Ratusan warga Sayidan mengikuti pemeriksaan kesehatan gratis. Dokter RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta mengungkap pentingnya cek kesehatan rutin.
Ratusan pengunjung memadati kawasan Tebing Breksi, Minggu (30/12/2018)/Harian Jogja-Fahmi Ahmad Burhan
Harianjogja.com, SLEMAN- Pemkab masih menunggu perubahan status tanggap darurat non bencana dari Pemda DIY. Jika rekomendasi pembukaan wisata turun, maka operasional sejumlah objek wisata bisa dilakukan.
Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Sleman Sudarningsih mengatakan Dispar sudah melaksanakan dan memantau simulasi protokol kesehatan di sejumlah objek wisata (Obwis). Baik Candi Ijo (wisata candi), Merapi Park (wisata buatan), Tebing Breksi (wisata alam), Hotel Sahid Babarsari (perhotelan) dan Abayagiri (restoran). "Dari evaluasi yang kami lakukan, simulasi yang dilaksanakan di beberapa tempat alhamdulillah sudah sesuai protokol kesehatan," kata Ningsih kepada Harianjogja.com, Rabu (24/6/2020).
BACA JUGA: Jelang New Normal, Bantul Buka Wisata Baru di Perbukitan! Begini Keindahannya
Meski demikian, lanjut Ningsih, Pemkab masih harus menunggu perubahan status tanggap darurat non bencana di wilayah DIY. Pasalnya penetapan status tanggap darurat di DIY berlaku hingga 30 Juni mendatang. "Seandainya sudah ada rekomendasi gugus tugas, destinasi akan dibuka. Itupun masih tahap uji coba atau terbatas. Uji coba terbatas ini akan kami lakukan di Obwis yang sudah melalukan simulasi kemarin," katanya.
Bupati Sleman Sri Purnomo menjelaskan Pemkab tidak bisa secara sepihak membuat kebijakan sendiri untuk membuka destinasi wisatanya. Karena kebijakan destinasi wisata di DIY merupakan satu kesatuan. Sambil menunggu waktu tersebut, kata Sri, yang terpenting saat ini bagaimana seluruh pengelola objek wisata mampu menyiapkan dan melaksanakan protokol kesehatan. Termasuk menyediakan fasilitas pendukungnya seperti westafel dan lainnya.
"Kunjungan wisatawan mengikuti hukum pasar dan disesuaikan dengan kebutuhan. Berdoa saja kasus Covid-19 di Sleman terus melandai. Masyarakat harus tetap mematuhi protokol kesehatan, pakai masker, jaga jarak dan menerapkan poha hidup bersih dan sehat," kata Sri.
Terpisah, CEO Merapi Park Redita Utami mengatakan penerapan protokol kesehatan siap dilakukan jika sewaktu-waktu Merapi Park mendapatkan rekomendasi. Kalaupun dibuka, hanya area miniatur saja yang dipertontonkan.
"Untuk kids waterpark, cat house dan rabbit farm selama pandemi Covid tidak kami buka untuk mencegah penularan baik dari air maupun hewan," jelasnya.
Pihaknya juga menerapkan scan QR code bagi pengunjung sebagai basis data wisatawan. Selain menjadi basis data digital pengunung Obwis tersebut, QR code juga berfungsi untuk membantu penelusuran kasus Covid. "Ini berfungsi juga untuk menelusuri jika sewaktu-waktu ada penularan Covid-19 di Merapi Park," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Ratusan warga Sayidan mengikuti pemeriksaan kesehatan gratis. Dokter RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta mengungkap pentingnya cek kesehatan rutin.
Pertamina menyiapkan SAF berbasis minyak jelantah di Cilacap. Tantangannya kini memastikan pasokan UCO agar produksi berkelanjutan.
Cek jadwal KRL Jogja–Solo 12 September 2026 dari Tugu ke Palur. Simak jam keberangkatan lengkap dan imbauan penumpang.
Jadwal lengkap KRL Solo–Jogja 12 September 2026 dari Palur hingga Tugu. Simak jam keberangkatan terbaru dan imbauan KAI.
KBD Tahap III-V Solo menyasar Gandekan, Tipes dan Semanggi dengan perbaikan talud, pavingisasi dan saluran air untuk cegah genangan.
PISA 2025 menempatkan Singapura teratas di ASEAN. Indonesia berada di posisi keenam berdasarkan skor sains. Cek skor lengkapnya.