Ini Sejumlah Objek Wisata di Sleman yang Sudah Uji Coba Protokol Covid-19 dan Siap Dibuka

Ratusan pengunjung memadati kawasan Tebing Breksi, Minggu (30/12/2018) - Harian Jogja/Fahmi Ahmad Burhan
24 Juni 2020 20:57 WIB Abdul Hamied Razak Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN- Pemkab masih menunggu perubahan status tanggap darurat non bencana dari Pemda DIY. Jika rekomendasi pembukaan wisata turun, maka operasional sejumlah objek wisata bisa dilakukan.

Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Sleman Sudarningsih mengatakan Dispar sudah melaksanakan dan memantau simulasi protokol kesehatan di sejumlah objek wisata (Obwis). Baik Candi Ijo (wisata candi), Merapi Park (wisata buatan), Tebing Breksi (wisata alam), Hotel Sahid Babarsari (perhotelan) dan Abayagiri (restoran). "Dari evaluasi yang kami lakukan, simulasi yang dilaksanakan di beberapa tempat alhamdulillah sudah sesuai protokol kesehatan," kata Ningsih kepada Harianjogja.com, Rabu (24/6/2020).

BACA JUGA: Jelang New Normal, Bantul Buka Wisata Baru di Perbukitan! Begini Keindahannya

Meski demikian, lanjut Ningsih, Pemkab masih harus menunggu perubahan status tanggap darurat non bencana di wilayah DIY. Pasalnya penetapan status tanggap darurat di DIY berlaku hingga 30 Juni mendatang. "Seandainya sudah ada rekomendasi gugus tugas, destinasi akan dibuka. Itupun masih tahap uji coba atau terbatas. Uji coba terbatas ini akan kami lakukan di Obwis yang sudah melalukan simulasi kemarin," katanya.

Bupati Sleman Sri Purnomo menjelaskan Pemkab tidak bisa secara sepihak membuat kebijakan sendiri untuk membuka destinasi wisatanya. Karena kebijakan destinasi wisata di DIY merupakan satu kesatuan. Sambil menunggu waktu tersebut, kata Sri, yang terpenting saat ini bagaimana seluruh pengelola objek wisata mampu menyiapkan dan melaksanakan protokol kesehatan. Termasuk menyediakan fasilitas pendukungnya seperti westafel dan lainnya.

"Kunjungan wisatawan mengikuti hukum pasar dan disesuaikan dengan kebutuhan. Berdoa saja kasus Covid-19 di Sleman terus melandai. Masyarakat harus tetap mematuhi protokol kesehatan, pakai masker, jaga jarak dan menerapkan poha hidup bersih dan sehat," kata Sri.

Terpisah, CEO Merapi Park Redita Utami mengatakan penerapan protokol kesehatan siap dilakukan jika sewaktu-waktu Merapi Park mendapatkan rekomendasi. Kalaupun dibuka, hanya area miniatur saja yang dipertontonkan.

"Untuk kids waterpark, cat house dan rabbit farm selama pandemi Covid tidak kami buka untuk mencegah penularan baik dari air maupun hewan," jelasnya.

Pihaknya juga menerapkan scan QR code bagi pengunjung sebagai basis data wisatawan. Selain menjadi basis data digital pengunung Obwis tersebut, QR code juga berfungsi untuk membantu penelusuran kasus Covid. "Ini berfungsi juga untuk menelusuri jika sewaktu-waktu ada penularan Covid-19 di Merapi Park," katanya.