Banyak Pegowes di Jogja Celaka di Jalanan, Ini Kata Pakar dari UGM

Ilustrasi kecelakaan sepeda, - Pixabay
25 Juni 2020 17:37 WIB Jumali Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA--Pengamat Transportasi dari UGM Ahmad Munawar mengatakan banyaknya kecelakaan yang menimpa pegowes lebih banyak terjadi di jalur dengan arus lalu lintas lengang dan jalan sepi.

Sebab, dengan lengang dan sepinya jalan, membuat pengendara kendaaraan di luar sepeda terpacu untuk meningkatkan kecepatan.

“Alhasil, kecelakaan akan kerap terjadi di jalur lengang dan sepi ini,” katanya, Kamis (25/6/2020).

Di sisi lain, dosen Fakultas Teknik UGM ini melihat perlu adanya kesadaran dari para pegowes untuk lebih memperhatikan keselamatan diri. Selain menjaga perilaku tertib berlalu lintas, para pegowes juga harus mengenakan helm.

BACA JUGA: 29 Pegowes Kecelakaan di Bantul, 5 Tewas dalam 3 Bulan

“Memang di Indonesia belum ada kewajiban menggunakan helm untuk pegowes. Namun, di beberapa negara sudah ada. Mungkin memang diperlukan sosialisasi apakah penggunaan helm untuk sepeda diwajibkan,” terang dia.

Selain itu, para pegowes juga disarankan untuk menggunakan jalan-jalan kecil yang tidak digunakan oleh kendaraan lainnya. Meski diakui Ahmad hal tersebut memang cukup sulit, karena di Indonesia tidak ada jalur khusus untuk sepeda. Padahal di beberapa negara, ada jalur khusus untuk pesepeda.

“Karena itu, pegowes sebaiknya harus patuhi aturan lalu lintas. Sebisa mungkin gunakan jalur kecil dan gunakan helm, untuk keselamatan diri,” harap dia.

Sebelumnya Polres Bantul mencatat 29 pesepeda atau pegowes yang menjadi korban kecelakaan lalu lintas selama tiga bulan terakhir. Selain kurang memperhatikan etika bersepeda, para pesepeda yang menjadi korban juga kurang berhati-hati saat melewati sejumlah ruas jalan.