Bendera PDIP Dibakar, DPC Kulonprogo Minta Demokrasi Tidak Dicederai

Sejumlah kader melintasi papan digital dalam penutupan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) I Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) di Jakarta, Minggu (12/1/2020). - Antara
26 Juni 2020 12:57 WIB Catur Dwi Janati Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO—Wakil Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Kulonprogo, Fajar Gegana menyesalkan pembakaran bendera PDIP saat demonstrasi di depan Gedung MPR/DPR RI, Rabu (24/6/2020).

Menurut Fajar, bendera partai sangat penting karena merupakan simbol marwah partai.

“Jadi semua partai saya kira sepakat kalau bendera yang merupakan simbol kehormatan partai,” ujarnya pada Kamis (26/6/2020).

“Untuk itu aksi-aksi tersebut jangan sampai terjadi lagi, silakan mencurahkan aspirasinya dengan baik, tidak harus mencederai demokrasi.”

BACA JUGA: Dituduh Menghina Megawati, 7 Akun Twitter Dipolisikan PDIP Kota Jogja

Sementara, kader PDIP Jogja juga berang dengan pembakaran bendera PDIP oleh sekelompok orang. Aksi itu dinilai sama saja dengan menginjak-injak harga diri partai dan tidak boleh dibiarkan.

“Apa yang dilakukan sekelompok orang saat demo di Gedung DPR sudah keterlaluan. Itu jelas penghinaan terhadap simbol partai dan kami tidak bisa tinggal diam. Selama ini kami berusaha untuk diam, tapi orang-orang tersebut terus menghina kami dan kemudian membakar bendera partai kami. Sudah saatnya para kader militan PDI Perjuangan siaga menghadapi kelompok yang sudah menginjak-injak dan merendahkan martabat partai,” ujar Ketua PAC PDIP Ngampilan, Jogja, R Teddy Anggoro, kepada Harian Jogja, Kamis (25/6/2020).

BACA JUGA: Bendera PDIP Dibakar, Budiman Sudjatmiko: Kalau PDIP Terprovokasi, Urusannya Bukan Cuma Tawuran Antarkampung

Untuk itu, kader PDIP mendesak aparat penegak hukum untuk segera turun tangan mengusut dan memproses secara hukum atas pembakaran bendera tersebut. Jika dibiarkan, sekelompok orang tersebut akan bertindak arogan dan merusak tatanan yang ada.  Penegakan hukum secara tegas juga untuk menghindari konflik horizontal dan menjaga keutuhan bangsa.

“PDI Perjuangan adalah partai yang sah dan merupakan partai pemenang pemilu. Kami tidak bisa menoleransi aksi-aksi semacam itu. Kami berkomitmen untuk menjaga Pancasila dan NKRI. Bagi kami, Pancasila dan NKRI sudah tidak bisa ditawar-tawar lagi. Dan ini akan kami perjuangkan selamanya,” tegas Teddy.

BACA JUGA: Bendera PDIP Dibakar, PDIP Tuntut Polisi Segera Bertindak

Para kader PDI Perjuangan berkomitmen menjaga dasar negara Pancasila dan tidak akan membiarkan sekelompok orang yang ingin mengganti Pancasila. “Dan ingat, kami bukan HTI. Kami bukan PKI, kami adalah PDI Perjuangan yang setia menjaga Pancasila dan NKRI,” ungkap Teddy sembari mengatakan kader PDI Perjuangan menunggu komando dari Ketua Umum Megawati Soekarnoputri.

Kader PDIP Kota Jogja lainnya, Nur Oryza Argo, juga mengecam keras atas atas perbuatan orang-orang yang dia sebut tidak bermoral dan mencederai prinsip demokrasi.

 “Aksi dengan hashag #bubarkenpdip dan juga #tangkapmega jelas memprovokasi para kader PDI Perjuangan di Indonesia. Dan itu sama sekali tidak ada kaitannya dengan RUU HIP yang mereka suarakan,” ujar Argo yang juga Ketua PAC PDI Perjuangan Gondomanan.

Untuk itu, dia menuntut Polri untuk mengusut tuntas dan membongkar siapa dalang di balik aksi ini. “Dalangnya harus ditangkap juga, jangan hanya pelakunya di lapangan.  Ini demi ketenangan dan kenyamanan rakyat,” tegas Argo.