Ini Dia Road Map Jogja Menuju Kota Kreatif

Sejumlah warga memanfaatkan jalur baru kawasan pedestrian Kotabaru sisi barat, Jogja, Selasa (22/1). - Harian Jogja/Gigih M. Hanafi
27 Juni 2020 07:57 WIB Catur Dwi Janati Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA - Pemkot Jogja menandatangani kesepakatan bersama Jogja Creative Society (JCS) tentang pengembangan Kota Jogja menuju kreatif. Salah satu poin dalam nokta kesepakatan tersebut adalah transformasi kawasan Kotabaru menjadi kawasan Creative Hub.

Walikota Jogja, Haryadi Suyuti mengatakan nokta kesepakatan atau MoU tersebut sebagai dasar untuk melaksanakan berbagai inisiatif bersama antara Pemkot Jogja dan JCS guna mewujudkan Jogja menuju kota kreatif. "Objek kesepakatan ini adalah pengembangan Road Map kota Jogja menuju kota kreatif," ujar Haryadi pada Jumat (26/6/2020)

Dijelaskan Haryadi, kesepakatan yang dijalin tersebut juga memuat pengembangan tata kelola inovasi ekonomi kreatif di Kota Jogja. Tidak hanya itu, pengembangan kawasan Kotabaru dan Kawasan lainnya yang akan difungsikan sebagai ruang kreatif Jogja. "Kawasan Kotabaru akan dijadikan sebagai Jogja Creative Hub yang mengakomodasi program-program kreativitas masyarakat Kota Jogja serta mengembangkan program inovasi pemberdayaan ekonomi kreatif selama periode New Normal," jelasnya.

Haryadi berharap, kerja sama antar Pemkot Jogja dan JCS lebih banyak komunitas yang terwadahi sehingga tercipta ekosistem ekonomi kreatif yang berkesinambungan. "Ekosistem ekonomi kreatif yang berkesinambungan diharapkan dapat tercipta antara pelaku usaha, komunitas kreatif, maupun pemerintah," terang Haryadi.

Ketua JCS, Gregorus Sri Wuryanto mengatakan, komunitas JCS punya misi untuk menjadikan kota Jogja sebagai kota kreatif dunia. Gregorus mengatakan kerja sama ini turut mengimplementasikan prinsip Akademisi, Bisnis, Community, Government (ABCG). Tindak lanjut dari kesepakatan ini, maka JCS akan ikut dalam berbagai kegiatan bersama Pemkot Jogja untuk mewujudkan Jogja sebagai kota kreatif. "Kami akan ikut dalam kegiatan, seperti aproviasi ruang, aktivasi kegiatan, ikut masuk skema,"

Tidak hanya itu, dijelaskan Gregorus, JCS akan mendorong road maps Kota Jogja menuju kota kreatif. Ada blue print dan ada proyek penataan, dan JCS akan terlibat dalam penggasan. "120 hari kedepan ada milestone praktis yang dilaksanakan masyarakat, yang paling dekat membantu pemerintah untuk kampanye penataan kawasan Kotabaru, Sudirman, dan Malioboro," ujarnya.

Kepala Bappeda Kota Jogja, Agus Tri Haryono mengatakan Kota Jogja memiliki modal keunggulan untuk menuju kota kreatif. Keunggulan tersebut di antaranya mencakup seni, budaya, dan industri kreatif.

Berdasarkan survei, Agus menjelaskan industri kreatif Jogja didominasi sektor kuliner senilai 35%. Sementara sektor kriya berkisar di angka 18% lalu disusul fashion 13%. "Dimana hal ini sejalan dengan kebijakan pemerintah yang menetapkan tiga itu sektor unggulan," ujarnya.

Selain itu jasa arsitektur, desain interior, komunikasi visual, fotografi, musik, persentasenya 16%. "Sisanya meliputi film animasi video, pengembangan game, penerbitan, seni rupa dan sebagainya," imbuhnya. Dari data tersebut, Agus menyimpulkan Kota Jogja masih memiliki potensi pengembangan industri kreatif selain kuliner, kriya dan fashion.

Saat ini Jogja belum memiliki Creative Hub. Agus mengatakan dengan dibangunnya Jogja Creative Hub harapannya ada dampak ekonomi bagi pelaku ekonomi kreatif. "Untuk mengembangkan Sub sektor kreatif di Kota Jogja, ini yang paling ideal dikembangkan di era New Normal adalah sektor digital," terang Agus.

Bentuk pengembangan sektor digital salah satunya membentuk sistem ekonomi kreatif melalui database. Khususnya pelaku kreatif. "Profiling pelaku kreatif harus dikembangkan," ujarnya.

Saat ini kawasan Kotabaru dinilai masih sepi. Padahal bila merujuk sarana yang ada, Kotabaru memiliki fasilitas yang memadai. "Untuk membangkitkan kawasan tersebut perlu dikemas kreatif, itu lah yang sedang kita kerjasamakan [dengan JCS] ini nanti," jelasnya.