Kemarau Panjang 2026, PDAM Sleman Pastikan Pasokan Air Tetap Aman
Kemarau panjang 2026 mulai menurunkan debit air di sejumlah wilayah Sleman. PDAM Tirta Sembada memastikan distribusi air ke 45.993 pelanggan tetap stabil.
Tangkapan layar peta Sebaran Kasus Covid di DIY versi Pemda DIY. (corona.jogjaprov.go.id)
Harianjogja.com, SLEMAN- Dinas Kesehatan (Dinkes) Sleman kembali menerbitkan peta epidemiologi Covid-19 se Kabupaten Sleman pada 28 Juni 2020. Peta epidemiologi menyebutkan tidak ada lagi zona merah di wilayah Sleman.
Berdasarkan peta epidemiologi Covid-19 yang terbaru, Dinkes menyebut empat kecamatan (Gamping, Mlati, Depok dan Ngemplak) yang sebelumnya masuk zona merah sudah turun status. Baik Gamping, Mlati maupun Depok saat ini berstatus zona oranye. Hanya Ngemplak yang turun dua stip ke zona kuning.
Selain tiga kecamatan di atas, beberapa kecamatan yang berstatus zona oranye meliputi Kecamatan Sleman, Prambanan, Ngaglik dan Godean. Sementara zona kuning, selain Ngemplak diisi kecamatan Tempel, Turi, Pakem, Berbah, Kalasan, Moyudan, Minggir, Seyegan.
Adapun zona hijau masih dimiliki oleh Kecamatan Cangkringan. Ini merupakan satu-satunya zona hijau dari 17 kecamatan yang ada di Sleman.
Selain zonasi per kecamatan, Dinkes juga memetakan 86 desa yang masuk zonasi baik merah, oranye, kuning maupun hijau. Dari segi jumlah, tidak ada zona merah untuk 86 desa. Sebanyak 20 desa masuk zona oranye, 24 desa masuk zona kuning dan sisanya, 42 desa masuk zona hijau.
Untuk tingkat padukuhan, dari 1.212 padukuhan tidak ada lagi zona merah yang ditetapkan oleh Dinkes. Hanya saja, sebanyak 30 dusun masih masuk zona oranye dan 56 dusun masuk zona kuning. Sisanya, sebanyak 1.126 padukuhan masuk zona hijau.
Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Sleman, Shavitri Nurmala Dewi menambahkan peta epidemiologi tersebut dilakukan setelah pemantauan terakhir dari setiap puskesmas. Kondisi ini terjadi setelah turunnya laporan OTG yang memeriksakan diri. "Setiap hari tetap pendataan," katanya, Selasa (30/6/2020).
Evie menjelaskan jika zona merah ditetapkan bagi kecamatan di mana terjadi transmisi lokal dalam sebulan terkahir. Menurut Evie, status zona merah di suatu wilayah bisa turun menjadi oranye jika dari kasus terakhir di generasi tersebut tidak menularkan ke generasi berikutnya.
Adapun definisi transmisi lokal terjadi jika ditemukan penularan dari generasi kedua ke generasi ketiga. "Ini sesuai perpu, disebut transmisi lokal jika (penularan) dari generasi 2 ke generasi 3 yang secara epidemiologi bisa dibuktikan," katanya.
Terkait perubahan zonasi peta epidemiologi tersebut, Kepala Dinkes Sleman Joko Hastaryo menjelaskan jika tidak adanya zona merah di Sleman sudah ditetapkan berdasarkan kajian epidemiologi. Meskipun beberapa hari terakhir di Sleman ditemukan kasus positif baru dari pelaku perjalanan dari area terdampak (PPAT).
Secara definisi, kata Joko, suatu wilayah disebut zona merah jika terjadi tingkat risiko penularan yang tinggi. Dalam hal ini, katanya, kalau terdapat kasus penularan setempat (transmisi lokal dalam sebulan terakhir) maka wilayah tersebut masuk kawasan zona merah.
"Tetapi di Sleman dalam sebulan terakhir ini tidak ada transmisi lokal, kasus baru merupakan pelaku perjalanan," katanya kepada Harian Jogja.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kemarau panjang 2026 mulai menurunkan debit air di sejumlah wilayah Sleman. PDAM Tirta Sembada memastikan distribusi air ke 45.993 pelanggan tetap stabil.
SAR menemukan satu korban banjir bandang Solok dalam kondisi meninggal. Dua orang dilaporkan hilang dan pencarian terus dilanjutkan.
Dony Oskaria menegaskan manajer KDKMP bukan pegawai BUMN meski ditugaskan 2 tahun di bawah Agrinas Pangan dengan biaya pemerintah.
Bappenas mendorong penanganan karhutla bergeser dari respons ke pencegahan. BNPB telah mengerahkan 43.700 personel dan 55 armada udara.
Real Madrid membalas kritik Javier Tebas dan menyinggung prinsip netralitas. Simak awal perselisihan Tebas dan Los Blancos serta sejarah Madrid.
KAI Daop 6 Jogja membangun jalan baru 394 meter di Stasiun Lempuyangan. Sebanyak 13 rumah perusahaan ditertibkan untuk penataan kawasan.