Tiket Ludes 15 Menit, MJM 2026 Siap Dongkrak Wisata Jogja
Sebanyak 10.000 tiket Mandiri Jogja Marathon 2026 habis dalam 15 menit. Event lari internasional ini siap mempromosikan wisata DIY dan UMKM lokal.
Ilustrasi sepeda/HarianJogja-Gigih M. Hanafi
Harianjogja.com, JOGJA--Maraknya aktivitas bersepeda di kalangan masyarakat Jogja bisa menimbulkan persoalan jika dilakukan sembarangan, seperti terjadinya kecelakaan yang belakangan sering terjadi. Dengan kondisi lalu lintas yang cukup ramai dan pandemi covid-19, perlu ada penyesuaian dari pesepeda.
Sekretaris Daerah (Sekda) DIY, Kadarmanta Baskara Aji, menjelaskan euforia bersepeda saat ini tidak saja terjadi di Jogja, tapi daerah lain bahkan seluruh dunia. "Tidak semua pesepeda sudah ahli, masih ada yang masih belajar. Maka perlu hati-hati," katanya, Senin (30/6/2020).
BACA JUGA : Sejumlah Pesepeda Meninggal Mendadak di Jalan
Maka untuk mengantisipasi kecelakaan, ia mengimbau pesepeda untuk memilih jalur yang aman. Ia melihat pesepeda saat ini tujuannya sebatas rekreasi dan olah raga, maka tujuannya pun bebas sesuai keinginan setiap pesepeda.
Sebab itu, pesepeda bisa memilih jalur yang aman, dimana tidak banyak kendaraan besar dan kencang seperti bus dan lainnya. "Ambil jalur yang tidak bahaya. Kalau ada bus dan kendaraan kenceng-kenceng sebaiknya dihindari," ungkapnya.
Pasca pandemi covid-19, jika ingin menjadikan sepeda sebagai gaya hidup, maka perlu menambahkan beberapa kebiasaan lain yakni dengan memakai masker, menjaga jarak dan membawa hand sanitizer.
BACA JUGA : Ini Kronologi Meninggalnya Anggota Polisi saat Bersepeda
Di samping itu ia juga mendukung jika masyarakat mau bersepeda tidak saja untuk rekreasi dan olahraga, tapi juga untuk aktovitas produktif seperti bekerja atau sekolah. Saat ini kata dia, Dinas Perhubungan sedang mendesain jalur sepeda agar lebih aman.
"Nanti kita lihat potensi pesepeda seperti apa, kondisi jalan seperti apa. Di Kota Jogja sudah bagus, ada ruang untuk menunggu di depan [appil], dan di pinggir ada jalur khusus. Tapi kalau jumlah pesepeda sebanyak sekarang disuruh antri juga ga bisa," katanya.
Sebelumnya, Kepala Satpol PP DIY, Noviar Rahmad, mengatakan pesepeda menjadi salah satu yang menyebabkan kerumunan, khususnya di Malioboro dan sekitarnya. Ia berharap pesepeda tetap mematuhi protokol kesehatan.
"Imbauannya tetap memakai masker dan jaga jarak. Boleh bersepeda asal tetap mematuhi protokol kesehatan," kata dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 10.000 tiket Mandiri Jogja Marathon 2026 habis dalam 15 menit. Event lari internasional ini siap mempromosikan wisata DIY dan UMKM lokal.
Jadwal SIM Keliling Kulonprogo hari ini 30 September 2026, lengkap dengan lokasi, jam pelayanan, syarat, dan ketentuan perpanjangan SIM.
Jadwal KRL Jogja-Solo Rabu 30 September 2026 tersedia 15 perjalanan. Cek jam keberangkatan, kedatangan tiap stasiun dan tarif Rp8.000.
Dokter Yoga Yuniadi meluruskan anggapan obat hipertensi menyebabkan ginjal rusak dan menjelaskan pentingnya menjaga tekanan darah tetap terkendali.
Kuota LPG 3 kg 2027 dipangkas menjadi 8 juta ton. Pemerintah menyiapkan CNG, jargas, dan kompor listrik sebagai energi alternatif.
DPRD Kota Jogja mendorong pencegahan korupsi melalui penguatan sistem, tata kelola transparan, akuntabel, dan budaya integritas.