Proyek Jembatan Kewek Dimulai, Target Rampung Akhir 2026
PJN DIY resmi mulai penggantian Jembatan Kewek Jogja senilai Rp19 miliar. Cek spesifikasi struktur girder baru dan target rampung Desember 2026.
Ilustrasi sepeda/HarianJogja-Gigih M. Hanafi
Harianjogja.com, JOGJA--Maraknya aktivitas bersepeda di kalangan masyarakat Jogja bisa menimbulkan persoalan jika dilakukan sembarangan, seperti terjadinya kecelakaan yang belakangan sering terjadi. Dengan kondisi lalu lintas yang cukup ramai dan pandemi covid-19, perlu ada penyesuaian dari pesepeda.
Sekretaris Daerah (Sekda) DIY, Kadarmanta Baskara Aji, menjelaskan euforia bersepeda saat ini tidak saja terjadi di Jogja, tapi daerah lain bahkan seluruh dunia. "Tidak semua pesepeda sudah ahli, masih ada yang masih belajar. Maka perlu hati-hati," katanya, Senin (30/6/2020).
BACA JUGA : Sejumlah Pesepeda Meninggal Mendadak di Jalan
Maka untuk mengantisipasi kecelakaan, ia mengimbau pesepeda untuk memilih jalur yang aman. Ia melihat pesepeda saat ini tujuannya sebatas rekreasi dan olah raga, maka tujuannya pun bebas sesuai keinginan setiap pesepeda.
Sebab itu, pesepeda bisa memilih jalur yang aman, dimana tidak banyak kendaraan besar dan kencang seperti bus dan lainnya. "Ambil jalur yang tidak bahaya. Kalau ada bus dan kendaraan kenceng-kenceng sebaiknya dihindari," ungkapnya.
Pasca pandemi covid-19, jika ingin menjadikan sepeda sebagai gaya hidup, maka perlu menambahkan beberapa kebiasaan lain yakni dengan memakai masker, menjaga jarak dan membawa hand sanitizer.
BACA JUGA : Ini Kronologi Meninggalnya Anggota Polisi saat Bersepeda
Di samping itu ia juga mendukung jika masyarakat mau bersepeda tidak saja untuk rekreasi dan olahraga, tapi juga untuk aktovitas produktif seperti bekerja atau sekolah. Saat ini kata dia, Dinas Perhubungan sedang mendesain jalur sepeda agar lebih aman.
"Nanti kita lihat potensi pesepeda seperti apa, kondisi jalan seperti apa. Di Kota Jogja sudah bagus, ada ruang untuk menunggu di depan [appil], dan di pinggir ada jalur khusus. Tapi kalau jumlah pesepeda sebanyak sekarang disuruh antri juga ga bisa," katanya.
Sebelumnya, Kepala Satpol PP DIY, Noviar Rahmad, mengatakan pesepeda menjadi salah satu yang menyebabkan kerumunan, khususnya di Malioboro dan sekitarnya. Ia berharap pesepeda tetap mematuhi protokol kesehatan.
"Imbauannya tetap memakai masker dan jaga jarak. Boleh bersepeda asal tetap mematuhi protokol kesehatan," kata dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PJN DIY resmi mulai penggantian Jembatan Kewek Jogja senilai Rp19 miliar. Cek spesifikasi struktur girder baru dan target rampung Desember 2026.
Baznas Kulonprogo telah menyalurkan 40 tangki air bersih ke 11 titik kekeringan. Sebanyak 200 tangki disiapkan selama musim kemarau.
Bareskrim mengungkap MV King Sun tiga kali menyelundupkan ketamin. Pengiriman ke Indonesia sebanyak 1.298 kg berhasil digagalkan.
KPK belum menahan Yuddy Renaldi dalam kasus dugaan korupsi iklan Bank BJB karena mempertimbangkan kondisi kesehatannya.
Jadwal KRL Jogja-Solo Jumat 14 Agustus 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jadwal lengkap tiap stasiun dan tarif Rp8.000.
Karhutla Gunung Bromo di kawasan TNBTS berhasil dipadamkan. Luas area terbakar mencapai 1.120 hektare di empat kabupaten.