30 Tahun Berlalu, Festival Udin Kembali Tagih Keadilan
Peringatan yang berlangsung sejak Rabu (13/8/2026) hingga Sabtu (15/8/2026) ini menjadi ruang untuk terus menagih keadilan atas kasus Udin, yang telah mangkrak
Polri/JIBI
Harianjogja.com, BANTUL--Korp Lalu Lintas Kepolisian RI (Korlantas Polri) menggelar bakti sosial di Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Piyungan di Dusun Ngablak, Desa Sitimulyo, Kecamatan Piyungan, Bantul, Selasa (30/6/2020). Bakti sosial dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-74 tersebut diwujudkan dalam bentuk pembagian paket sembako kepada 501 orang pemulung di TPST tersebut.
Direktur Keamanan dan Keselamatan Korlantas Polri, Brigejen Cryshnanda Dwilaksana mengatakan bantuan paket sembako yang diberikan merupakan salah satu bentuk kepedulian Polri di masa pandemi Coronavirus Disease atau Covid-19 ini. Bantuan yang dilakukan secara door to door, agar tidak menimbulkan kerumunan massa dan tetap berpedoman pada protokol kesehatan.
BACA JUGA : HUT Bhayangkara, Polisi Kulonprogo Bersihkan Rumah Ibadah
“Sebagai pengayom, pelindung, dan pelayan masyarakat sudah sepantasnya Korlantas Polri merespons pentingnya kepedulian sosial pada masa pandemi Covid-19. Baksos ini merupakan gerakan solidaritas sosial yang sangat dibutuhkan masyarakat, khususnya mereka yang terdapak langsung pandemi Covid-19,” kata Dwilaksana.
Ia mengatakan masa ini memang masa sulit, maka harus yang dibutuhkan adalah saling menjaga, saling mendukung, dan saling membantu. “Kami semua tahu dari kesusahan kekurangan keterbatasan dan ketidakmampuan ini bisa bangkit. Ini menunjukan bangsa memiliki pilosofi selalu rukun. Mari kita tetap rukun agar kita sentosa sehat selamat bebahagia sejahtera,” kata dia.
Dwilaksana juga mengapresiasi para pemulung di TPST Piyungan sebagai pejuang lingkungan karena bisa mendaur ulang sampah dan mereka juga memiliki solidaritas tinggi dan tetap rukun.
BACA JUGA : HUT Bhayangkara, Polres Kulonprogo Bantu Panti Asuhan
Ketua Paguyuban Warga Sekitar TPST Piyungan, Maryono bantuan sembako sangat membantu bagi warga yang kesehariannya sebagai pemulung di TPST Piyungan untuk mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari. Sebab sejak tiga bulan terakhir ini penghasilan pemulung diakuinya menurun drastis.
Sebab sebagian besar sampah hasil pilah belum bisa dijual ke luar Bantul dan sampah yang bisa dimanfaatkan juga berkurang sehingga berimbas pada penghasilan, “Biasanya dalam sehari bisa mendapatkan Rp60.000 sekarang hanya Rp20.000-25.000,” kata Maryono.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Peringatan yang berlangsung sejak Rabu (13/8/2026) hingga Sabtu (15/8/2026) ini menjadi ruang untuk terus menagih keadilan atas kasus Udin, yang telah mangkrak
Kopdes Merah Putih akan beroperasi setiap hari, tetapi tidak 24 jam. Agrinas menyiapkan sistem shift untuk mendukung operasional koperasi.
Studi Canva menemukan 98% profesional Indonesia menggunakan AI untuk presentasi, dari mencari ide hingga latihan sebelum tampil.
MK mengabulkan sebagian permohonan uji materi soal informasi kandungan gula, garam dan lemak pada kemasan makanan dan minuman.
DPRD Kulonprogo menyoroti rotasi jabatan di Pemkab dan meminta pejabat baru membuktikan kinerja serta meningkatkan pelayanan masyarakat.
Pelindo menargetkan penataan 17 entitas melalui merger, konsolidasi, divestasi dan likuidasi hingga jumlah entitas menjadi 21