Objek Wisata di Sleman Mulai Dibuka, Wisatawan Berdatangan

Wisatawan mengunjungi kompleks Taman Wisata Candi (TWC) Prambanan di Sleman, Rabu (1/7/2020). - Harian Jogja/Gigih M.Hanafi
01 Juli 2020 21:07 WIB Abdul Hamied Razak Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN- Sehari dibuka, sejumlah destinasi wisata di wilayah Sleman mulai diserbu wisatawan. Pengelola wisata bekomitmen untuk menerapkan protokol kesehatan sesuai arahan pemerintah.

General Manager PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan & Ratu Boko Unit Prambanan Aryono Hendro Malyanto mengatakan sejak dibuka secara terbatas per 1 Juli ini wisatawan mulai berkunjung ke destinasi tersebut. Tidak hanya ke Candi Prambanan, wisatawan juga mengunjungi destinasi Ratu Boko.

"Untuk hari pertama, sejak dibuka mulai pukul 08.00 dan ditutup pukul 16.00 jumlah wisatawan yang datang ke Candi Prambanan sebanyak 332 orang. Adapun yang ke Ratu Boko sebanyak 103 orang," kata Aryono saat dihubungi Harianjogja.com, Rabu (1/7/2020).

Baca juga: Warganet Ini Ungkap Perjalanan dari Solo ke Jogja Cuma 10 Menit, Begini Katanya

Pengunjung yang datang tidak terbatas orang dewasa tetapi juga anak-anak. Selama di lokasi wisata, pengujung wajib menggunakan masker, jaga jarak dan rajin mencuci tangan dengan sabun sesuai protokol kesehatan yang diterapkan TWC. "Untuk pengunjung baik di Candi Prambanan maupun Ratu Boko masih didominasi wisatawan domestik," kata Aryo.

Terpisah, Dukuh Pangkurejo Umbulahrjo Cangkringan Subagyo mengatakan wisatawan juga mulai mendatangi kawasan wisata Kaliadem. Meskipun tidak terlalu banyak sebelum pandemi Covid-19, namun kawasan wisata di lereng Merapi ini sudah ramai dikunjungi wisatawan. "Pengunjung sudah ada, tapi kebanyakan wisatawan lokal saja," katanya.

Sebagaimana lokasi wisata lainnya, kata Bagyo, pelaku wisata di Kaliadem juga memberlakukan protokol kesehatan. Pengunjung tdiwajibkan menggunakan masker dan menjaga jarak. Meskipun mulai didatangi wisatawan, namun pihaknya belum menarik retribusi.

Baca juga: Viral Pesepeda Mau Dikenai Pajak, Muncul Guyonan Warganet: Kentut Juga Dipajakin

"Untuk retribusi masih menunggu perintah dari Dinas. Yang jelas kami berharap juga agar pengujung mematuhi protokol kesehatan," katanya.

Ketua Asosiasi Jeep Wisata Lereng Merapi (AJWLM) Daldiri mengatakan jika sejumlah wisatawan mulai menjajal layanan Jeep Lavatour. Hanya saja dari segi jumlah masih belum dihitung karena masih di tangan masing-masing operator. "Dari pantauan saya baru ada sekitar beberapa jeep yang narik," katanya.

Dia menjelaskan, seluruh jip sebelum dan sesudah digunakan disemprot disinfektan agar tetap steril dan siap digunakan oleh wisatawan. "Masker wajib digunakan. Sebelum naik jip wisatawan juga diperiksa suhu tubuhnya menggunakan thermogun," katanya.

AJWLM, lanjut Daldiri, sudah membentuk Satgas untuk mengawasi pelaksanaan protokol pariwisata di era new normal. "Di masa pandemi dan uji terbatas ini jumlah penumpang maksimal hanya tiga orang termasuk pemandu. Kami akan ikuti ketentuan ini," katanya.

Berbeda dengan sejumlah destinasi di atas, destinasi wisata di Tebing Breksi Prambanan masih belum dibuka untuk wisatawan. Pengelola Taman Wisata Tebing Breksi Khaliq Widianto mengatakan sampai saat ini destinasi tersebut masih belum dibuka untuk umum. "Kami masih memunggu rekomendasi dari pemerintah," kata Khaliq.

Dia mengatakan jika masa new normal ini pengelola sudah menyiapkan fasilitas hingga penerapan protokol kesehatan bagi wisatawan. Tebing Breksi dilengkapi dengan 55 fasilitas wastafel yang tersebar di 15 titik. Tidak hanya itu, Tebing Breksi saat ini juga dilengkapi dengan medical room dengan segala kelengkapanya. Termasuk ketersediaan fasilitas thermogun, APD untuk pengelola meliputi masker, sarung tangan karet dan face shield. "Untuk pembukaan kami memang berharap segera dibuka, hanya saja kami tetap mengikuti instruksi dari pemerintah," katanya.