Mumtaz Rais Mundur dari Cabup, Begini Peta Politik Jelang Pilkada di Sleman

Foto ilustrasi. - Ist/Freepik
02 Juli 2020 20:57 WIB Abdul Hamied Razak Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN- Mundurnya salah satu bakal calon bupati Sleman dari Partai PAN pada Pilkada 9 Desember 2020, Mumtaz Rais sedikit mengubah peta perpolitikan di Sleman. Saat ini, hanya tersisa dua orang bakal calon bupati (Cabup) yang akan bertarung dengan gerbongnya masing-masing.

Keduanya adalah Sri Muslimatun (SM) yang saat ini masih menjabat sebagai Wakil Bupati Sleman dan Kustini Sri Purnomo (KSP) yang saat ini menjadi Ketua Tim PKK Sleman. Berbeda dengan Mumtaz yang sudah mengantongi rekomendasi dari DPP PAN, baik SM maupun KSP hingga detik ini masih menunggu dukungan resmi dari masing-masing partai pengusung.

KSP kabarnya bakal diusung oleh PDIP. Nama KSP muncul setelah bakal calon sebelumnya yang diusung PDIP, Hardo Kiswoyo, mundur dari pencalonan dan memilih menjadi Sekda Sleman. KSP dalam beberapa bulan terakhir juga terlihat aktif dengan berbagai kegiatan. Mulai aksi sosial bencana Covid-19, pemberdayaan PKK, UMKM dan lainnya. Dalam beberapa kesempatan, KSP juga mengaku siap maju pada Pilkada jika PDIP memberikan rekomendasi.

BACA JUGA: Pembuang Bayi di Pinggir Jalan Prambanan-Piyungan Ternyata Mahasiswa Fakultas Kedokteran

Sebagai Wabup aktif, SM juga banyak terlibat dalam berbagai kegiatan di masyarakat. Mulai dari sosialisasi penanggulangan Covid-19 di pasar-pasar tradisional, mengawasi pelaksanaan distribusi bantuan sosial (Bansos) hingga aksi donor darah. Hanya saja saat ditanya soal Pilkada, Muslimatun lebih memilih diam.

Kandidat Lain

Selain dua kandidat tersebut, ada beberapa nama bakal calon yang bakal meramaikan Pilkada. Salah satunya, Ketua DPD PAN Sleman Sadar Narimo. Bahkan Sadar dikabarkan akan mendaftar melalui partai lain jika tidak mendapatkan rekomendasi dari DPP PAN.

Kabar miring tersebut dibantah oleh Sadar. Menurutnya, ia tetap mematuhi keputusan DPP PAN. Soal penentuan siapa yang akan dapat rekomendasi dari DPP, kata Sadar hanya masalah waktu. "Kan perjalanannya masih panjang. Masih ada waktu dan biasanya rekomendasi itu keluar pada menit-menit terakhir. Tapi yang jelas, saya menepis kabar kalau saya maju lewat partai lain," ujarnya.

Disamping menunggu keluarnya rekomendasi dari DPP, Sadar mengakui sampai saat ini masih menjalin komunikasi baik dengan partai-partai yang bergabung dalam Koalisi Santun. Koalisi tersebut, katanya, juga masih solid untuk membangun Sleman. "Ya Koalisi Santun masih suka bekerjasama untuk kegiatan-kegiatan yang baik, sampai saat ini," kata Sadar.

Nama lainnya yang sering muncul dalam bursa Cabup Sleman adalah Reno Candra Sangaji. Hingga kini pun Reno aktif bergerak dengan beragam kegiatan baik offline maupun online. Reno pun mengusung tagline Lurahe Condongcatur Menuju Sleman Baru.

Reno juga mengaku terus melakukan komunikasi aktif dengan partai-partai politik di Sleman. Dia berharap sebelum masa pendaftaran Cabup dibuka, sudah ada partai yang menentukan rekomendasinya. "Kami tetap aktif melakukan pengenalan kepada masyarakat, baik di media sosial, dialog, talk show maupun kegiatan di masyarakat. Supaya masyarakat tahu siapa itu pak Reno," katanya.

Masih Menunggu

Ketua DPC PDI Perjuangan Sleman Koeswanto mengatakan sampai detik ini rekomendasi DPP PDIP terkait siapa calon yang didukung belum turun. Dia sepenuhnya menyerahkan kewenangan tersebut kepada DPP. "Kalau rekomendasi secara resmi memang belum turun," katanya.

Koes memilih menunggu keputusan DPP, meskipun santer kabar KSP akan disandingkan dengan kader PDIP Danang Maharsa pasa Pilkada 2020. "Kalau ada yang menyandingkan Koestini Danang itu nanti urusan nya DPP. Tunggu saja nanti rekomendasi seperti apa," jawab Koes.

Sekretaris DPD PAN Sleman Arif Kurniawan mengatakan jika mundurnya Mumtaz dari pencalonan tentu akan disikapi oleh DPP PAN. DPD menghormati apapun keputusan DPP nanti, apakah akan mengusung kader atau non kader partai pada Pilkada mendatang. "Jadi kami tentu menunggu arahan dari DPP," katanya.

Ketua DPD Golkar Sleman, Janu Ismadi mengaku jika sampai saat ini masih aktif melakukan kkonsolidas. Tidak hanya diinternal, konsolidasi juga dilakukan di eksternal partai. Siapa calon yang bakal diusung pun hingga kini belum final. "Golkar terus menjalin komunikasi dengan sejumlah parpol," kata Janu.

Hal senada disampaikan Ketua DPC PKB Sleman R. Agus Kholiq. Menurutnya, sampai saat ini pembahasan soal siapa calon yang diusung masih terus berproses. Termasuk penentuan dengan siapa PKB akan berkoalisi pada Pilkada mendatang.