Peringati HUT Bhayangkara, Eks Napiter Bantu Warga Terdampak Covid-19 di Kulonprogo

Ketua Gema Salam, Joko Tri Harmanto alias Jack Harun (kanan baju putih) saat memberikan bantuan kepada perwakilan warga Dusun Wonogiri, Kalurahan Jatirejo, Kapanewon Lendah, Sabtu (4/7/2020). - Harian Jogja/Jalu Rahman Dewantara
05 Juli 2020 12:17 WIB Jalu Rahman Dewantara Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO- Sejumlah mantan narapidana kasus terorisme (napiter) yang tergabung dalam Yayasan Gema Salam menggelar bakti sosial di Dusun Wonogiri, Kalurahan Jatirejo, Kapanewon Lendah, Sabtu (4/7/2020). Kegiatan yang bekerjasama dengan Polres Kulonprogo ini merupakan rangkaian peringatan HUT Polri ke-74.

"Mudah-mudahan dengan bertambahnya usia, Polri semakin maju, semakin jaya dan jadi garda terdepan untuk melindungi NKRI. Dan kami dari Gema Salam beserta anggota yang tersebar di DIY-Jateng siap mendukung program-program Polri khususnya di Kulonprogo," kata Ketua Gema Salam, Joko Tri Harmanto alias Jack Harun, usai penyerahan bantuan, Sabtu.

Baca juga: Mendagri Minta Influencer Panasi Calon Kepala Daerah Terkait Covid-19

Dalam kegiatan ini, Yayasan Gema Salam menyalurkan bantuan berupa masker dan handsanitazier, sementara Polres memberikan 30 paket sembako kepada warga di Jatirejo yang perekonomiannya morosot karena terdampak pandemi Covid-19.

Kegiatan ini sekaligus upaya mengikis stigma mantan napiter di mata masyarakat yang kekinian masih dianggap menakutkan. Masyarakat tak perlu khawatir, karena mantan napiter khususnya yang tergabung dalam Gema Salam dipastikan sudah berubah dan kembali ke jalan yang benar.

"Ini wujud bahwa mantan napiter sudah bersahabat dan kembali kepada NKRI," ucap Jack.

Baca juga: Koperasi Akan Dikuatkan untuk Antisipasi Krisis Pangan

Pria kelahiran Kulonprogo yang pernah dipenjara selama enam tahun di LP Cipinang, Jakarta, karena terlibat dalam aksi Bom Bali I 2002 silam ini mengakui bahwa dulu dirinya menganggap Polri dan NKRI adalah thogut. Namun sekarang, ia bersama seluruh anggota Gema Salam telah berikrar dan berusaha semaksimal mungkin ikut mensukseskan program pemerintah.

Perlu diketahui, yayasan yang berdiri sejak 2018 silam itu merupakan wadah bagi mantan napiter di wilayah DIY-Jateng. Di DIY ada dua mantan napiter yang tercatat sebagai anggota. Sedangkan untuk anggota di wilayah Jateng, jumlahnya mencapai lebih dari 50 orang.

Yayasan yang berdomisili di wilayah Solo, Jateng ini mempunyai program sosial kemasyarakatan berupa bakti sosial dan sosialisasi tentang deradikalisasi yang menyasar kalangan umum, siswa sekolah dan akademisi. "Kami juga beberapa kali menemui napiter yang masih menjalani hukuman penjara untuk kami ajak agar kembali ke jalan yang benar," ucap Jack.

Wakapolres Kulonprogo, Kompol Sudarmawan mengapresiasi Yayasan Gema Salam yang sudah ikut membantu warga masyarakat Kulonprogo yang perekonomiannya terdampak pandemi corona.

"Alhamdulillah dengan yayasan tersebut banyak kegiatan positif yang dilakukan. Kalau dulu bom yang merusak, sekarang bom positif berupa kegiatan baksos di mana-mana, apalagi terkait sekarang ada pandemi Covid-19, yang tentu kami sambut positif juga," ucapnya.