Gara-Gara Corona, Anggaran Pilkada Sleman Membengkak

Foto ilustrasi. - Ist/Freepik
09 Juli 2020 11:57 WIB Lajeng Padmaratri Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN--Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sleman mengusulkan tambahan anggaran untuk penyelenggaraan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020.

Ketua KPU Sleman, Trapsi Haryadi menuturkan usulan tambahan anggaran tersebut diajukan kepada Pemkab Sleman sebesar Rp4,3 miliar dan kepada pemerintah pusat sebesar Rp10,6 miliar. Tambahan anggaran ini berkaitan dengan penyiapan sarana dan prasarana pencegahan Covid-19.

BACA JUGA : Pemkab Bantul Hanya Sanggup Tambah Anggaran Pilkada

"Yang Rp4,3 miliar kami ajukan ke Pemkab Sleman itu sudah disanggupi. Kemudian untuk yang Rp10,6 miliar ke pemerintah pusat sudah disetujui yang termin pertama," ungkapnya pada Rabu (8/7/2020).

Sebelum pandemi, dana yang dianggarkan untuk Pilkada Sleman sebesar Rp25,1 miliar. Seluruh dana itu berasal dari Pemkab Sleman. Namun, lantaran ada pandemi Covid-19, sejumlah penyesuaian terutama penambahan sarpras turut meningkatkan kebutuhan anggaran.

Menurutnya, sarpras itu ditujukan untuk kebutuhan di KPU, Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK), Panitia Pemungutan Suara (PPS), dan Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) berupa masker untuk petugas, thermogun, serta handsanitizer.

Saat ini, tahapan Pilkada Sleman akan menjelang pencocokan dan penelitian (coklit) daftar pemilih oleh Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP) pada 15 Juli mendatang. Nantinya, tahapan itu akan menghasilkan data jumlah pemilih pada Pilkada 2020 di Sleman.

BACA JUGA : Disetujui Kemendagri, Anggaran Pilkada 2020 Tambah Rp5,1 Triliun

Mengacu pada data Pemilu 2019 lalu, perkiraan jumlah pemilih di Sleman ialah 831.069 orang dari 17 kecamatan di kabupaten ini. Menurut Trapsi, tahapan coklit akan memastikan berapa jumlah pemilih secara pasti.

"Mobilitas warga di Sleman tinggi. Proses coklit yang akan kita lakukan pada 15 Juli itu akan memastikannya. Kita juga menerima tanggapan dari masyarakat untuk menjadi DPS ([daftar pemilih sementara] perbaikan," terangnya.

Sementara itu, Ketua Bawaslu Sleman, Abdul Karim Mustofa juga menyebutkan tambahan penganggaran untuk Pilkada 2020 di Sleman.

"Bawaslu Kabupaten Sleman juga mengusulkan penambahan anggaran Rp1,4 miliar terkait pengadaan alat pelindung diri dan rapid test bagi pengawas. Anggaran yang disetujui oleh Pemda Sleman sebesar Rp675 juta, sisanya dimintakan APBN," kata Karim.

Ia menambahkan restrukturisasi anggaran ini berkaitan dengan kemungkinan penambahan jumlah tempat pemungutan suara (TPS) di Sleman. Hal ini menurutnya juga akan mempengaruhi tambahan jumlah honor untuk pengawas TPS, terlebih apabila optimalisasi anggaran tidak terserap dari kegiatan rapat tatap muka dan perjalanan dinas.