6 Jembatan Garuda Rampung di Gunungkidul, Ini Lokasinya
Enam Jembatan Garuda telah selesai dibangun di Gunungkidul. Infrastruktur ini disiapkan untuk memperkuat akses warga, terutama saat musim hujan.
Petani di kalurahan Watusigar saat memanen semangka jenis inul. Buah ini merupakan salah satu tanaman hortikultura yang dikembangkan petani. Foto diambil beberapa waktu lalu. /Harian Jogja-David Kurniawan.
Harianjogja.com, NGAWEN--Petani di Kalurahan Watusigar, Kapanewon Ngawen terus mengembangkan tanaman hortikultura. Pengembangan dilakukan untuk memanfaatkan lahan yang kosong pada saat kemarau.
Carik Watusigar, Karsimin mengatakan, diwilayahnya didominasi area pertanian. Hanya saja, penanaman tidak bisa dilakukan sepanjang tahun karena mayoritas merupakan lahan tadah hujan. Oleh karenanya, pada saat kemarau banyak lahan yang tidak dimanfaatkan.
Menurut dia, petani pun mulai berinovasi memanfaatkan lahan kosong untuk pengembangan tanaman hortikultura. Adapun jenis tanaman yang dikembangkan mulai dari semangka,melon hingga jenis lainnya.
BACA JUGA : Petani Tolong Jangan Memaksa Tanam Kalau
"Dengan begini lahan milik petani bisa tetap produktif sehingga ada penghasilan," katanya, Kamis (9/7/2020).
Dia mencontohkan, tanaman hortikultura yang dikembangkan sudah mulao menghasilkan. Beberapa waktu lalu, petani memanen semangka jenis inul yang benihnya berasal bantuan dari Pemkab Gunungkidul.
"Sudah dipanen, walaupun hasilnya belum maksimal. Seyogyanya satu hektar bisa panen sebnayak tiga ton, tapi hasilnya masih jauh dibawahnya," katanya.
BACA JUGA : Hortikultura Cocok Ditanam saat Kemarau
Diungkapkannya, budidaya semangka sudah dirintis sejak 2010 lalu. Namun untuk jenis inul baru mulai dikembangkan saat ini. Karsimin pun berharap petani tidak menyerah karena didalam budidaya banyak tantangan yang harus dipecahkan.
"Memang hama seempat jadi kendala sehingga panennya tidak optimal. Tapi, permasalahan itu harus dipecahkan karena dengan budidaya tanaman hortikuktura, petani tetap mendapatkan penghasilan," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Enam Jembatan Garuda telah selesai dibangun di Gunungkidul. Infrastruktur ini disiapkan untuk memperkuat akses warga, terutama saat musim hujan.
DVI Polri mengidentifikasi dua dari enam jenazah korban KM Virgo Transport 8. Sebanyak 129 orang masih dalam pencarian.
Pemerintah mendorong penindakan dugaan pelanggaran beras fortifikasi. Temuan 25 merek disebut berpotensi merugikan konsumen hingga Rp89 triliun.
Antrean Pertalite di SPBU Galur Kulonprogo mengular hingga Jalan Raya Brosot. Puluhan motor mengantre pada Senin malam.
Icomex dijadwalkan diresmikan 17 September 2026. OJK dan DPR mempercepat regulasi sebelum pengawasan BMKS beralih ke OJK pada 2027
Taman Edupark Gemolong diperketat setelah video remaja bermesraan viral. Pengawasan, penerangan, dan pembatasan malam akan ditingkatkan.