Petani Watusigar Kembangkan Tanaman Hortikiltura

Petani di kalurahan Watusigar saat memanen semangka jenis inul. Buah ini merupakan salah satu tanaman hortikultura yang dikembangkan petani. Foto diambil beberapa waktu lalu. - Harian Jogja/David Kurniawan.
10 Juli 2020 10:17 WIB David Kurniawan Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, NGAWEN--Petani di Kalurahan Watusigar, Kapanewon Ngawen terus mengembangkan tanaman hortikultura. Pengembangan dilakukan untuk memanfaatkan lahan yang kosong pada saat kemarau.

Carik Watusigar, Karsimin mengatakan, diwilayahnya didominasi area pertanian. Hanya saja, penanaman tidak bisa dilakukan sepanjang tahun karena mayoritas merupakan lahan tadah hujan. Oleh karenanya, pada saat kemarau banyak lahan yang tidak dimanfaatkan.

Menurut dia, petani pun mulai berinovasi memanfaatkan lahan kosong untuk pengembangan tanaman hortikultura. Adapun jenis tanaman yang dikembangkan mulai dari semangka,melon hingga jenis lainnya.

BACA JUGA : Petani Tolong Jangan Memaksa Tanam Kalau

"Dengan begini lahan milik petani bisa tetap produktif sehingga ada penghasilan," katanya, Kamis (9/7/2020).

Dia mencontohkan, tanaman hortikultura yang dikembangkan sudah mulao menghasilkan. Beberapa waktu lalu, petani memanen semangka jenis inul yang benihnya berasal bantuan dari Pemkab Gunungkidul.

"Sudah dipanen, walaupun hasilnya belum maksimal. Seyogyanya satu hektar bisa panen sebnayak tiga ton, tapi hasilnya masih jauh dibawahnya," katanya.

BACA JUGA : Hortikultura Cocok Ditanam saat Kemarau

Diungkapkannya, budidaya semangka sudah dirintis sejak 2010 lalu. Namun untuk jenis inul baru mulai dikembangkan saat ini. Karsimin pun berharap petani tidak menyerah karena didalam budidaya banyak tantangan yang harus dipecahkan.

"Memang hama seempat jadi kendala sehingga panennya tidak optimal. Tapi, permasalahan itu harus dipecahkan karena dengan budidaya tanaman hortikuktura, petani tetap mendapatkan penghasilan," katanya.