Hortikultura Cocok Ditanam saat Kemarau

Bupati Gunungkidul Badingah (kanan) saat panen raya jagung di Desa Getas, Kecamatan Playen, Senin (18/2/2019). - harian Jogja/David Kurniawan
10 Oktober 2019 23:07 WIB Muhammad Nadhir Attamimi Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL–Selama musim kemarau petani di Gunungkidul diharapkan pintar memilih jenis tanaman. Kabid Ketahanan Pangan Dinas Petanian dan Pangan (DPP) Gunungkidul, Fajar Ridwan, selama musim kemarau petani harus bisa memanfaatkan lahan agar tetap bisa menghasilkan, terutama dengan keterbatasan sumber air. Menurutnya, tanaman hortikultura dan buah-buahan cocok dibudidayakan selama kemarau. “Berdasar prakiraan BMKG, hujan baru turun pada November 2019,” kata Fajar saat ditemui Harian Jogja di ruangan kerjanya, Kamis (10/10/2019).

Ia menuturkan, selain kebutuhan air yang tidak terlalu banyak, hasil panen hortikultura seperti cabai sangat menguntungkan. Sehingga, jika petani bisa memanfaatkan lahan mereka di musim kemarau bisa mendatangkan pundi-pundi rupiah ketimbang jenis tanaman lainnya. “Dengan keterbatasan air komoditas seperti cabai bisa ditanam,” uajarnya.

Fajar mengatakan beberapa wilayah di Gunungkidul telah memanfaatkan jenis tanaman tersebut untuk ditanam saat musim kemarau, seperti di Kecamatan Wonosari, Playen, Semin, Ngawen, Girisubo dan beberapa wilayah lainnya.