56 Penerima Beasiswa Sleman Pintar Diwisuda, Lulusan Terserap Kerja
Sebanyak 56 penerima Beasiswa Sleman Pintar diwisuda. Salah satunya, Rayhan Rahman Syah, lulus dengan IPK 3,9 dan bekerja di PT KAI.
Ilustrasi bantuan
Harianjogja.com, JOGJA--Kepala Dinas Sosial Kota Jogja, Agus Sudrajat menyatakan bantuan sosial terkait Corona tahap kedua periode Juli hingga Desember bakal turun baik dari sisi jumlah penerima maupun besaran dana yang diterima.
Pihaknya kini masih menunggu keputusan dari Kementerian Sosial Republik Indonesia. Lemmbaganya saat ini tengah menyiapkan data sasaran program tersebut.
Dikatakan Agus, bila bantuan sosial kedepannya tetap diadakan kemungkinan besaran nilai bantuan tidak seperti sebelumnya. "Besarannya kemungkinan tidak sebesar ini per bulannya, kemungkinan separuhnya, tapi kami belum tahu persis apakah separuh atau seperempat belum tahu," terangnya pada Minggu (12/7/2020).
Agus menyebutkan bahwa jumlah sasaran penerima bantuan dipastikan akan mengalami penurunan. Kepastian tersebut diperoleh setelah dilakukan cleansing atau pembersihan data, terdapat data-data yang diusulkan dihapus ke Kemensos RI. "Karena ada beberapa hal, meninggal, tidak layak, kemudi pindah tidak diketahui, kemudian NIK-nya itu tidak jelas, NIK-nya nol, atau mungkin teridentifikasi [yang bersangkutan] PNS, TNI, dan Polri," jelasnya.
Agus mengatakan, hal tersebut dapat terjadi karena basis data yang digunakan tahun 2015. "Sehingga mungkin sekarang mereka sudah ada yang pegawai negeri, ada yang mampu," imbuhnya.
Dari cleansing data, Agus menyebutkan terjadi penurunan penerima bantuan sosial hingga 17 persen dari jumlah data miskin Kota Jogja. "Kalau untuk KSJPS penurunannya tidak begitu, tapi untuk DTKS yang dari 34.048 itu akan turun," jelasnya.
Namun Agus mengatakan bila dikaitkan dengan angka kemiskinan, jumlah angka kemiskinan di Kota Jogja memang berkisar sekitar itu. "Tetapi siapa yang miskin ini yang harus kita pastikan," tambahnya.
Selanjutnya, Agus menerangkan bahwa data yang tidak layak akan dihapus lantas diganti dengan data KSJPS. "Sehingga harapannya tidak ada irisan, semua data menjadikan data," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 56 penerima Beasiswa Sleman Pintar diwisuda. Salah satunya, Rayhan Rahman Syah, lulus dengan IPK 3,9 dan bekerja di PT KAI.
Gowes Jogjaversitas 2026 di UII diikuti pimpinan PTS DIY dan Jateng untuk mempererat silaturahmi serta memperkuat sinergi antarkampus.
Anggota DPRD Kulon Progo Angga Pratama mendorong pembangunan dan pemeliharaan irigasi untuk menjaga produktivitas pertanian.
Mandat ganda Bank Indonesia memperkuat peran kebijakan moneter dan sinergi IRU, GIRU, serta RIRU dalam mendorong investasi dan lapangan kerja.
Imigrasi mencekal Ahmad Dedi alias Dedi Congor ke luar negeri selama enam bulan setelah ditetapkan sebagai tersangka kasus korupsi Bea Cukai.
DIY perlu mengembangkan industri berbasis pengetahuan dan teknologi yang bernilai tambah tinggi, hemat lahan, serta mampu menyerap talenta lokal.