Ribuan Mahasiswa UII Turun ke Jalan, Ini 7 Tuntutan untuk Prabowo-Gibran
Lebih dari 1.000 mahasiswa UII menggelar aksi damai membawa tujuh tuntutan terkait pemerintahan Prabowo-Gibran. Kampus beri dispensasi kuliah.
Ilustrasi bantuan
Harianjogja.com, JOGJA--Kepala Dinas Sosial Kota Jogja, Agus Sudrajat menyatakan bantuan sosial terkait Corona tahap kedua periode Juli hingga Desember bakal turun baik dari sisi jumlah penerima maupun besaran dana yang diterima.
Pihaknya kini masih menunggu keputusan dari Kementerian Sosial Republik Indonesia. Lemmbaganya saat ini tengah menyiapkan data sasaran program tersebut.
Dikatakan Agus, bila bantuan sosial kedepannya tetap diadakan kemungkinan besaran nilai bantuan tidak seperti sebelumnya. "Besarannya kemungkinan tidak sebesar ini per bulannya, kemungkinan separuhnya, tapi kami belum tahu persis apakah separuh atau seperempat belum tahu," terangnya pada Minggu (12/7/2020).
Agus menyebutkan bahwa jumlah sasaran penerima bantuan dipastikan akan mengalami penurunan. Kepastian tersebut diperoleh setelah dilakukan cleansing atau pembersihan data, terdapat data-data yang diusulkan dihapus ke Kemensos RI. "Karena ada beberapa hal, meninggal, tidak layak, kemudi pindah tidak diketahui, kemudian NIK-nya itu tidak jelas, NIK-nya nol, atau mungkin teridentifikasi [yang bersangkutan] PNS, TNI, dan Polri," jelasnya.
Agus mengatakan, hal tersebut dapat terjadi karena basis data yang digunakan tahun 2015. "Sehingga mungkin sekarang mereka sudah ada yang pegawai negeri, ada yang mampu," imbuhnya.
Dari cleansing data, Agus menyebutkan terjadi penurunan penerima bantuan sosial hingga 17 persen dari jumlah data miskin Kota Jogja. "Kalau untuk KSJPS penurunannya tidak begitu, tapi untuk DTKS yang dari 34.048 itu akan turun," jelasnya.
Namun Agus mengatakan bila dikaitkan dengan angka kemiskinan, jumlah angka kemiskinan di Kota Jogja memang berkisar sekitar itu. "Tetapi siapa yang miskin ini yang harus kita pastikan," tambahnya.
Selanjutnya, Agus menerangkan bahwa data yang tidak layak akan dihapus lantas diganti dengan data KSJPS. "Sehingga harapannya tidak ada irisan, semua data menjadikan data," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Lebih dari 1.000 mahasiswa UII menggelar aksi damai membawa tujuh tuntutan terkait pemerintahan Prabowo-Gibran. Kampus beri dispensasi kuliah.
SPPG Banjarharjo II di Muntuk, Dlingo, Bantul, kembali beroperasi sejak 19 Oktober setelah melengkapi kebutuhan tenaga inti.
Pemkab Bantul menyiapkan pemindahan rute jeep wisata dari zona inti ke zona penyangga Gumuk Pasir untuk menjaga kelestarian bentang alam barchan.
Kementerian PKP menargetkan bedah 10.300 rumah tak layak huni di DKI Jakarta pada 2026 untuk meningkatkan kualitas hunian masyarakat berpenghasilan rendah.
Pemkab Banyumas mendorong insentif komisi dan diskon bagi agen travel untuk meningkatkan kunjungan wisatawan, termasuk diskon 30% di Baturraden dan Menara Terat
Sebanyak 22 sekolah di Kulonprogo dilaporkan kesulitan air bersih saat kemarau. SDN Jatiroto mengandalkan bantuan droping air dari BPBD.