Mengenal Tiga Karakter Utama Anak Muda Indonesia di Era Digital
Simak tiga tipologi utama anak muda Indonesia di era digital hasil riset Alvara. Dari tipe Si Digital hingga Si Santuy, mana karakter Anda. Cek di sini.
Mbah Lindu saat diwawancara oleh lumixindonesia. /Ist-Youtube
Harianjogja.com, JOGJA- Meninggalnya legenda kuliner Gudeg di Jogja, Mbah Lindu menjadi duka bukan hanya keluarganya tetapi juga warga Jogja dan pecinta kuliner gudeg Jogja.
Mbah Lindu wafat pada Minggu (12/7/2020) sekitar pukul 18.00 WIB. Kabar wafatnya Mbah Lindu ramai beredar di media sosial. Perempuan dengan nama asli Biyem Setyo Utomo meninggal dunia di usia 100 tahun.
Semasa hidup, perempuan tersebut dikenal sebagai sosok yang menginpisrasi lantaran setia menjajakkan gudeg hingga usianya yang sudah lanjut.
Baca juga: Legenda Gudeg Jogja, Mbah Lindu Meninggal Dunia, Seperti Ini Sosoknya
Tercatat kurang lebih dari 80 tahun, Mbah Lindu memasak dan meracik sendiri gudeg untuk para pelanggan setianya.
Para pelanggan biasanya akan mendatangi lapak dagangan Mbah Lindu yang berlokasi di Jalan Sosrowijayan, Kecamatan Gedong Tengen, Yogyakarta.
Karenanya, kepergian Mbah Lindu menimbulkan dukacita mendalam bagi penikmat gudegnya. Banyak ucapan duka diungkapkan warganet melalui media sosial. Mbah Lindu pun menjadi trending topic di twitter pada Senin (13/7/2020). Sedikirnya 10,9 ribu warganet membuat twit tentang Mbah Lindu.
Baca juga: Baca juga:Meninggal di Usia 100 Tahun, Mbah Lindu Telah Berjualan Gudeg Sejak Usia 15 Tahun
"Nderek bela sungkawa awit sedanipun Legenda kuliner Jogja, Mbah Lindu..," tulis @fajaris95.
"Nasinya selalu di lebihkan beliau orangnya titen paham betul kepada anak-anak mahasiswa yang kiriman duwit orang tua telat, maka nasinya di lebihkan, selamat jalan Sugeng tindak Mbah Lindu Husnul khatimah," kata @hardi_hardiman2.

"Sugeng tindak Mbah Lindu, maturnuwun sudah membersami Jogja sejak Zaman Penjajahan sampai sekarang hingga kota ini dikenal dengann kota Gudeg selain kota Pelajar.
Mugi Mbah Lindu pinanggih kaswargan jati," komentar @andimahfu_ri.
"Sugeng tindak Mbah Lindu
Wajah menangis kencang
Wajah menangis kencang
legenda bakul Gudeg se Yogyakarta
Melintasi zaman sejak Zaman Hindia Belanda hingga Reformasi
Selamat Jalan," tambah akun @KangUbiBakar94.
"Gua suka bgt sm gudeg mbah lindu ga kemanisan gurih enak bgt rasanya!
tahan bgt bangun pagi buat antri," tulis @kigakugy sambil menambahkan emoticon menangis.

"Mbah Lindu sosok yang harus dikenang karena ciri khas gudeg nya yg masih tercitra di masyarakat Yogyakarta
Wafat di umur 100 tahun
Semoga Allah Taala memberikan tempat yang layak, dan diampuni segala dosa dosanya serta diterima semua amal ibadah nya," tulis @harrismashduqi_.
"Terima kasih mbah lindu telah membuat kangen jogja dengan sebuah gudeg," tambah akun @sebutsajamasday.
Jasa Mbah Lindu sangat berarti dalam dunia kuliner khas Jogja. Mbah Lindu telah meninggalkan banyak kenangan dari para penikmat gudegnya. Selamat Jalan Mbah Lindu...
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Simak tiga tipologi utama anak muda Indonesia di era digital hasil riset Alvara. Dari tipe Si Digital hingga Si Santuy, mana karakter Anda. Cek di sini.
“Harapannya pelaku usaha di sini [Padukuhan Banyu] bisa naik kelas, yang ditandai dengan naiknya omzet dan pendapatan yang dimiliki,”
Cek jadwal KRL Jogja-Solo Rabu 10 Juni 2026 lengkap dari pagi hingga malam, tarif murah Rp8.000 dan bebas macet.
Sekda DIY soroti alih fungsi lahan dan pentingnya data dalam kebijakan untuk menjaga ketahanan pangan dan pembangunan berkelanjutan.
Instalasi Sunflower Angel di Candi Prambanan viral, hadirkan wisata estetik dan pengalaman seni unik yang diserbu ribuan pengunjung.
BI DIY dan TPID luncurkan MRANTASI PKK 2026 untuk tekan inflasi lewat budidaya cabai dan ketahanan pangan rumah tangga.