Skrining TBC Gunungkidul Belum Optimal, Kesadaran Warga Jadi Kendala
Skrining TBC di Gunungkidul baru menemukan 411 kasus dari target 1.148 hingga Agustus 2026. Kesadaran warga menjadi salah satu kendala.
Deretan kapal jukung milik nelayan di Pantai Baron, Gunungkidul./Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com , GUNUNGKIDUL—Warga pesisir DIY wajib mewaspadai terjangan gelombang tinggi yang diperkirakan bisa mencapai enam meter pada Kamis (16/7/2020) hingga Sabtu (18/7/2020).
Koordinator SAR Satlinmas Wilayah II DIY Marjono mengatakan sudah mendapatkan informasi dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) berkaitan dengan ancaman gelombang tinggi yang menjerang Pantai Selatan. Kenaikan ini diprediksi mulai terlihat pada Kamis malam dengan ketinggian sekitar lima meter.
BACA JUGA: Ratusan Ribu Penduduk Gunungkidul Sudah Terdampak Kekeringan, BPBD Tetapkan Status Siaga Darurat
Menurut dia, kenaikan itu belum mencapai puncak karena pada Sabtu (18/7/2020) diprediksi kenaikan bisa mencapai enam meter. “Kalau di tengah prediksinya bisa mencapai 22 feet atau enam meter lebih, tapi saat menepi arusnya bisa berkurang dan lebih rendah. Adapun ketinggiannya hanya sekitar 5,5 meter,” kata Marjono saat dihubungi melalui ponsel, Rabu (15/7/2020).
Ancaman gelombang tinggi sudah disampaikan kepada seluruh masyarakat di kawasan pesisir. Selain itu, informasi juga sudah disebarkan melalui media sosial agar pengunjung pantai lebih berhati-hati saat bermain di kawasan pantai. “Kebetulan puncaknya pada libur akhir pekan. Jadi, mulai sekarang sudah disosialisasikan,” katanya.
BACA JUGA: Polisi di Jogja Jadi Viral Setelah Gunakan Selang Bantu Pemotor yang Kehabisan BBM, Ini Videonya
Marjono menambahkan selain terus mensosilasikan terhadap masyarakat, tim SAR juga berharap agar kenaiakn terjadi tidak bersamaan dengan pasang air laut. Paslanya, saat kenaikan terjadi pada kondisi surut, maka dampaknya bisa dikurangi. “Beda kalau pas bersamaan dengan air pasang, maka gelombang akan lebih besar sehingga potensi kerusakan lebih banyak,” ungkapnya.
Ketua Kelompok Nelayan di Pantai Baron, Kalurahan Kemadang, Tanjungsari, Sumardi mengatakan sudah mendapatkan informasi adanya potensi kenaikan gelombang air laut. Namun hingga Rabu siang, aktivitas nelayan masih biasa karena masih ada yang tetap mencari ikan di laut. “Informasinya mulai besok [hari ini] baru naik gelombangnya, tapi untuk sekarang [kemarin] masih aman,” katanya.
Meski berharap agar perkiraan kenaikan gelombang meleset, para nelayan tetap melakukan antisipasi. Salah satunya dengan upaya menaikan kapal-kapal ke tempat lebih aman. Selain itu, setiap nelayan juga terus melihak perkembangan cuaca melalui gawai yang dimiliki.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Skrining TBC di Gunungkidul baru menemukan 411 kasus dari target 1.148 hingga Agustus 2026. Kesadaran warga menjadi salah satu kendala.
Pemerintah menyetujui sanksi pidana bagi pemilik kendaraan ODOL. RUU LLAJ juga mengatur korporasi dan pemilik barang sebagai subjek pidana.
Esteban Ocon memutuskan meninggalkan Haas pada akhir musim F1 2026 setelah menjalani 39 balapan bersama tim tersebut
Bupati Gunungkidul memberi ASN waktu 1,5 jam tiap Jumat awal bulan untuk belanja di pasar tradisional dan UMKM.
inflasi September 2026 diproyeksi mencapai 3,34%-3,35%, dipicu pangan, El Nino, MBG, dan kenaikan harga minyak dunia.
Delapan gerai KDMP Bantul telah diverifikasi. Hasil pemeriksaan akan menjadi bahan laporan tim dan review BPKP terkait pembangunan.