Tawon Jadi Fauna Khas Gunungkidul, Bukan Belalang Goreng
Tawon resmi menjadi fauna khas Gunungkidul menggantikan anggapan belalang sebagai ikon daerah, sesuai Perda Nomor 3 Tahun 1999.
Deretan kapal jukung milik nelayan di Pantai Baron, Gunungkidul./Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com , GUNUNGKIDUL—Warga pesisir DIY wajib mewaspadai terjangan gelombang tinggi yang diperkirakan bisa mencapai enam meter pada Kamis (16/7/2020) hingga Sabtu (18/7/2020).
Koordinator SAR Satlinmas Wilayah II DIY Marjono mengatakan sudah mendapatkan informasi dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) berkaitan dengan ancaman gelombang tinggi yang menjerang Pantai Selatan. Kenaikan ini diprediksi mulai terlihat pada Kamis malam dengan ketinggian sekitar lima meter.
BACA JUGA: Ratusan Ribu Penduduk Gunungkidul Sudah Terdampak Kekeringan, BPBD Tetapkan Status Siaga Darurat
Menurut dia, kenaikan itu belum mencapai puncak karena pada Sabtu (18/7/2020) diprediksi kenaikan bisa mencapai enam meter. “Kalau di tengah prediksinya bisa mencapai 22 feet atau enam meter lebih, tapi saat menepi arusnya bisa berkurang dan lebih rendah. Adapun ketinggiannya hanya sekitar 5,5 meter,” kata Marjono saat dihubungi melalui ponsel, Rabu (15/7/2020).
Ancaman gelombang tinggi sudah disampaikan kepada seluruh masyarakat di kawasan pesisir. Selain itu, informasi juga sudah disebarkan melalui media sosial agar pengunjung pantai lebih berhati-hati saat bermain di kawasan pantai. “Kebetulan puncaknya pada libur akhir pekan. Jadi, mulai sekarang sudah disosialisasikan,” katanya.
BACA JUGA: Polisi di Jogja Jadi Viral Setelah Gunakan Selang Bantu Pemotor yang Kehabisan BBM, Ini Videonya
Marjono menambahkan selain terus mensosilasikan terhadap masyarakat, tim SAR juga berharap agar kenaiakn terjadi tidak bersamaan dengan pasang air laut. Paslanya, saat kenaikan terjadi pada kondisi surut, maka dampaknya bisa dikurangi. “Beda kalau pas bersamaan dengan air pasang, maka gelombang akan lebih besar sehingga potensi kerusakan lebih banyak,” ungkapnya.
Ketua Kelompok Nelayan di Pantai Baron, Kalurahan Kemadang, Tanjungsari, Sumardi mengatakan sudah mendapatkan informasi adanya potensi kenaikan gelombang air laut. Namun hingga Rabu siang, aktivitas nelayan masih biasa karena masih ada yang tetap mencari ikan di laut. “Informasinya mulai besok [hari ini] baru naik gelombangnya, tapi untuk sekarang [kemarin] masih aman,” katanya.
Meski berharap agar perkiraan kenaikan gelombang meleset, para nelayan tetap melakukan antisipasi. Salah satunya dengan upaya menaikan kapal-kapal ke tempat lebih aman. Selain itu, setiap nelayan juga terus melihak perkembangan cuaca melalui gawai yang dimiliki.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Tawon resmi menjadi fauna khas Gunungkidul menggantikan anggapan belalang sebagai ikon daerah, sesuai Perda Nomor 3 Tahun 1999.
Film Jangan Buang Ibu karya Leo Pictures akan menggelar Gala Premiere di 20 kota termasuk Yogyakarta sebelum tayang 25 Juni 2026.
Fathul Wahid bukan dikenal sebagai penyair. Dia akademisi, Guru Besar Sistem Informasi, dan Rektor UII. Justru karena itulah puisinya terasa menarik.
DSI resmi jadi BUMN baru pengelola ekspor SDA. Siap kendalikan sawit, batu bara, dan ferro alloy mulai 2026.
Simak cara menyalakan genset saat listrik padam dengan aman agar terhindar dari korsleting dan kerusakan mesin.
Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) DIY bekerja sama dengan DPRD DIY menggelar bedah buku Cerdas Mengolah Sampah Mandiri Bersama Komunitas