Meski Zona Kuning, Sleman Tetap Pembelajaran Daring

Petugas Dinas Kesehatan Kota Jogja meneliti sampel darah para pedagang dalam tes cepat atau Rapid Diagnostic Test (RDT) Covid-19 di Pasar Beringharjo, Jogja, Rabu (03/06/2020). - Harian Jogja/Desi Suryanto
16 Juli 2020 07:17 WIB Lajeng Padmaratri Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN—Kabupaten Sleman tetap melaksanakan pembelajaran jarak jauh meski pun Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Nasional sedang mempertimbangkan pembukaan sekolah atau pelaksanaan pembelajaran tatap muka di daerah dengan zona kuning.

Menanggapi wacana ini, Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Sleman, Shavitri Nurmala Dewi memastikan pelaksanaan pembelajaran pada tahun ajaran 2020/2021 di Bumi Sembada ini masih tetap dilakukan secara jarak jauh dengan daring.

"Sleman tetap pada pembelajaran daring. Suratnya sudah ada," tegas Evie, sapaannya, ketika dihubungi Harian Jogja pada Rabu (15/7/2020).

BACA JUGA : HARIAN JOGJA HARI INI: Sekolah Daring Terganjal Jaringan

Surat yang ia sebut mengacu pada SE Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Sleman No. 241/2414 tentang Edaran Awal Tahun Pelajaran 2020/2021 tertanggal 8 Juli 2020. Dalam surat tersebut tertulis bahwa sebagai kabupaten dengan zonasi kuning, pelaksanaan pembelajaran yang dimulai 13 Juli 2020 dilaksanakan dari rumah secara daring.

Jika nanti wacana tersebut positif diterapkan oleh gugus tugas nasional, menurutnya gugus tugas kabupaten tidak akan serta-merta mengubah kebijakan. "Sementara menggunakan SE Disdik yang berlaku, biasanya akan secara periodik dievaluasi," terangnya.

Ia juga enggan berandai-andai jika penemuan kasus positif Covid-19 masih seperti saat ini yang terbilang naik-turun. "Saya tidak bisa memprediksi, karena angka penyebaran meskipun melandai, masih naik turun," kata dia.

BACA JUGA : Ini Platform Belajar Daring yang Bakal Digunakan untuk

Pihaknya pertanggal 11 Juli lalu memperbaharui peta status epidemiologi Covid-19 di Kabupaten Sleman. Dari 17 kecamatan di Sleman, saat ini zona oranye tinggal dipegang dua kecamatan yaitu Depok dan Gamping, satu kecamatan zona hijau yaitu Cangkringan, serta 13 kecamatan lain tergolong zona kuning.

Camat Cangkringan, Suparmono memastikan meskipun tergolong sebagai wilayah dengan zona hijau, pihaknya tetap ikut aturan Pemkab Sleman soal pelaksanaan pembelajaran pada tahun ajaran 2020/2021 ini yaitu dengan belajar dari rumah. Hal itu juga berlaku hingga jenjang taman kanak-kanak (TK) dan pendidikan anak usia dini (PAUD).

"Untuk TK orang tuanya datang ke sekolah mengambil tugas untuk anak di rumah seminggu sekali, sambil menyerahkan hasil belajar anak selama satu minggu sebelumnya," imbuhnya.