Sleman City Hall Gelar The Light Of Aceh in Jogja secara Virtual

Kegiatan The Light of Aceh in Jogja yang diselenggarakan di Malika Ballroom Sleman City Hall (SCH), Kamis (23/7/2020). - Harian Jogja/Abdul Hamid Razak
23 Juli 2020 21:07 WIB Abdul Hamied Razak Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN—The Light of Aceh in Jogja merupakan kegiatan promosi Provinsi Aceh di Jogja, Kamis (23/7/2020). Acara yang diselenggarakan di Malika Ballroom Sleman City Hall (SCH) ini digelar dengan menerapkan protokol kesehatan.

Deputi Bidang Produk Wisata dan Penyelenggara Kegiatan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenperaf), Edy Wardoyo, menilai kegiatan promosi pariwisata tersebut digelar di tengah keterbatasan dan pandemi Covid-19. Meski demikian, kegiatan yang digelar secara virtual tetap berlangsung sukses. "Kegiatan Light of Aceh in Jogja menjadi awal yang bagus untuk kegiatan promosi wisata dan menata tatanan baru di segala aspek di era new normal," katanya, Kamis.

Anggota DPR asal Aceh, Teuku Riefky Hasrya, berharap meskipun digelar di tengah pandemi, promosi wisata Aceh bisa sukses. Kegiatan yang sama pernah digelar di 2016. "Jadi ini kali kedua Light of Aceh in Jogja digelar di Jogja. Kami tetap bersemangat mempromosikan wisata Aceh," katanya.

The Light of Aceh in Jogja dilakukan secara live streaming dengan konsep virtual. Tamu undangan dihadirkan tetapi dibatasi dan tetap mengikuti protokol kesehatan. Rangkaian kegiatan dibagi dalam tiga acara, dimulai dari dialog interaktif, cinema on orchestra, dan live cooking. Dalam dialog interaktif beberapa narasumber di antaranya Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah, serta Konsultan dan Pengamat Pariwisata, Tazbir Abdullah.

Tika Sari Public Relations SCH mengatakan digelarnya The Light of Aceh in Jogja di Ballroom Malika membuktikan Sleman City Hall siap menghadapi adaptasi kebiasaan baru dengan menerapkan protokol kesehatan. "Pengunjung bisa bergabung di channel Youtube yang tertera di media sosial Sleman City Hall," katanya.

Tika menjelaskan keamanan kesehatan selama acara tidak perlu dikhawatirkan karena kegiatan tersebut menjalankan protokol kesehatan secara ketat. "Sebelum memasuki area mal pengunjung di cek suhu tubuhnya, wajib mencuci tangan, mengenakan masker, tidak bersentuhan fisik, pembatasan pengunjung hanya 50% dan yang pasti physical distancing," katanya.