Advertisement
DIY Ada di Posisi ke-24 se-Nasional dalam Kasus Covid-19! Ini Datanya
Ilustrasi. - Freepik
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA-DIY secara nasional untuk sementara berada di posisisi ke-24 terkait dengan kasus Covid-19.
Kasus positif Covid-19 di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) bertambah 17 orang pada Sabtu (25/7/2020) menjadi 536 orang, sehingga menempatkan Provinsi DIY di peringkat ke-24 secara nasional.
Advertisement
Berdasarkan data Covid-19 Nasional dari BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana), kasus positif Covid-19 di DIY adalah yang terendah di Pulau Jawa.
Warga Wirobrajan Meninggal Mendadak Saat Berbelanja di Pasar Ngasem
Urutan posisi kasus positif di enam provinsi di Pulau Jawa adalah sebagai berikut: Jawa Timur posisi pertama (20.256 kasus), DKI Jakarta posisi kedua (18.741), Jawa Tengah posisi ke-4 (8.336), Jawa Barat posisi ke-5 (5.988), Banten poisisi ke-13 (1.724), dan DIY posisi ke-24 (536).
Juru Bicara Pemda DIY untuk Penanganan Covid-19 Berty Murtiningsih menjelaskan jumlah kasus positif Covid-19 di DIY tambah 17 kasus per Sabtu (25/7/2020). Dari 17 kasus tersebut tercatat kasus dari Bantul ada enam kasus, Sleman tujuh kasus dan Gunungkidul empat kasus. Sedangkan Kota Jogja dan Kulonprogo hari ini tidak mencatatkan penambahan kasus.
”Hari ini terdapat tambahan 17 kasus positif, sehingga total kasus positif covid 19 di DIY menjadi sebanyak 536 kasus,” ungkapnya Sabtu (25/7/2020).
Adapun 17 kasus itu terdiri atas Kasus 524, laki laki, 37 tahu asal Sleman dengan riwayat merupakan karyawan layanan kesehatan di Sleman. Kasus 525, laki laki, 55, Bantul, riwayat dari Jayapura.
Kasus 526, laki laki, 35, Sleman, riwayat pernah kontak kasus positif.
Kemudian ada tiga kasus yang merupakan hasil screening dari karyawan pelayanan kesehatan di Gunungkidul yaitu Kasus 527, laki laki, 32, warga Bantul, Kasus 52, laki laki, 47 warga Gunungkidul dan Kasus 529, Perempuan,37 asal Gunungkidul.
Selanjutnya Kasus 530, laki laki, 43, warga Sleman riwayat dari Jakarta. Kasus 531, Perempuan, 44, Bantul, riwayat tracing kontak kasus 405. Kasus 532, laki laki, 63, Bantul riwayat tracing kontak kasus 426. Kasus 533, laki laki, 75, Bantul riwayat dari Jakarta. Kasus 534 laki laki, 47, Sleman riwayat masih dalam penelusuran. Kasus 535, laki laki, 50, Sleman, riwayat dari Jakarta.
Sedangkan penambahan ketigabelas adalah Kasus 536, laki laki, 59, Gunungkidul. Kasus 537, Perempuan, 56, Gunungkidul dan Kasus 538, perempuan, 26, warga Bantul dengan riwayat keduanya screening karyawan layanan kesehatan di Gunungkidul.
“Untuk Kasus 539 dengan identitas laki-laki, usia 38 tahun warga Sleman dengan riwayat dari Gresik dan Kasus 540, laki laki, 32 tahun warga Sleman riwayat perjalanan dari Semarang,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Pemerintah Keluarkan PMK 24/2026, Harga Tiket Pesawat jadi Lebih Murah
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Fakta-Fakta Kasus Little Aresha, 53 Anak Jadi Korban Daycare Jogja
- AHY Dorong Tol Jogja-Solo Segmen Ini Segera Rampung, Ini Alasannya
- Diduga Aniaya Bayi, Daycare Little Aresha Jogja Ternyata Tak Berizin
- Dugaan Kekerasan Daycare di Jogja, Orang Tua Bongkar Fakta
- Pembangunan Hijau, AHY Dorong RTHB di Tol Solo-Jogja
Advertisement
Advertisement








