Maknai Peringatan Kudatuli, PDI Perjuangan Konsisten Bahagiakan Hatinya Rakyat

Eko Suwanto, Ketua DPC PDI Perjuangan Yogyakarta. - Ist
27 Juli 2020 13:37 WIB Anton Wahyu Prihartono Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA - Peristiwa kekerasan politik rezim orde baru yang dikenal dengan Sabtu Kelabu, Kudatuli, pada 24 tahun silam, menjadi catatan kelam sejarah politik di Indonesia. Masih banyak mereka yang hilang belum kembali dan tidak jelas ujung penyelesaian kasusnya.

Kini setelah berjarak waktu dengan peristiwa kekerasan politik pada 27 Juli 1996, bangsa Indonesia masih harus terus berjuang untuk terus melawan penindasan dengan dasar ikhlas berjuang.

"Hari ini sudah berjarak waktu 24 tahun berlalu paska peristiwa 27 Juli 1996. PDI Perjuangan terus berjuang melawan penindasan dengan dasar ikhlas berjuang dan rela berkorban. Refleksi bersama kita gelar di kantor DPC PDI Perjuangan Kota Yogyakarta akan digelar 27 Juli 2020 untuk mendoakan kader yang jadi korban dan kita tetap di jalan perjuangan. Peringatan dengan doa dan tumpengan akan dilaksanakan dengan protokol pencegahan Covid," kata Eko Suwanto, Ketua DPC PDI Perjuangan Yogyakarta, Senin (27/7/2020).

Berkaitan dengan refleksi peringatan ini ada momentum untuk mengenang dan terus memupuk kader agar dapat menghikmati semangat juang dan kerelaan berkorban .

Eko menambahkan saat ini, tantangan lain di tengah pandemi Covid-19 adalah pengurus dan kader harus lebih semangat lagi untuk bangkit dan berjuang.

"Seperti saat diserang, jadi korban kekerasan politik di masa orde baru. PDI Perjuangan di bawah Ketua Umum Ibu Megawati Soekarnoputri, kader partai setia di garis perjuangan. Bisa bangkit berjuang dan menang pada Pemilu 1999, ini artinya rakyat percaya pada garis perjuangan hadir bersama," kata Eko.

Eko menyatakan saat ini proses berdemokrasi dan upaya membangun Indonesia masih butuh keterlibatan seluruh elemen bangsa untuk terus bersatu berjuang membawa kesejahteraan rakyat Indonesia.

"Mari kita doakan semua yang telah mengabdikan sepenuh jiwa dan tenaga dan jadi korban peristiwa Sabtu kelabu, kudatuli yang berjarak 24 tahun silam. Perjuangan belum selesai. Ayo terus berjuang bersama agar peristiwa kekerasan politik yang serupa tak terjadi lagi. Memaknai peringatan kudatuli, kita menyadari bahwa tugas utama Partai adalah kerja keras berjuang membahagiakan hatinya rakyat," kata.*