Masjid Pathok Negoro Tetap Gelar Salat Iduladha dan Pemotongan Hewan Meski Pandemi

Ilustrasi salat Iduladha - Harian Jogja/ Uli Febriarni
28 Juli 2020 16:37 WIB Ujang Hasanudin Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL-Takmir Masjid Pathok Negoro Ad-Darojat Kauman-Babadan, Desa Banguntapan, Kecamatan Banguntapan, Bantul memastikan tetap menggelar salat Iduladha pada Jumat besok. Selain itu pemotongan hewan kurban juga tetap dilaksanakan di masjid milik Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat tersebut dengan tetap mengedepankan protokol kesehatan Coronavirus Disease atau Covid-19.

Sekretaris Takmir Masjud Pathok Negoro Ad-Darojat Kauman-Babadan, Suhari mengatakan salat Iduladha yang akan digelar juga khusus untuk warga kampung setempat untukn menghindari danya penularan Covid-19. Ia memastikan tidak ada jemaah dari luar kampung yang bisa masuk.

"Karena semua jalan masuk kampung diportal, orang luar sulit masuk. Yang buka hanya satu jalan dan di gerbang masjid juga ada penjagaan oleh empat orang petugas dari Linmas," kata Suhari, saat dihubungi Selasa (28/7/2020).

Selepas salat Iduladha rencananya dilangsungkan dengan pemotongan hewan kurban. Proses penotongan hewan, kata Sahari juga diperketat, mengikuti edaran dari Pemkab Bantul dan Camat Banguntapan tentang pencegahan Covid-19. Ia mengatakan titik pemotongan terisolasi dari masyarakat umum, kecuali panitia pemotongan yang tidak sampai 40 orang dan sohibul kurban.

BACA JUGA: 5 Langkah Bikin Konten Media Sosial Biar Unik dan Viral

Pihaknya juga sudah mengimbau sohibul kurban untuk tidak ikut menyaksikan prosesi penotongan hewan kurban. Namun tidak bisa memaksa jika ingin tetap datang menyaksikan. "Kami sudah siapkan peralatan yang mendukung penegakan protokol kesehatan," ujar Sahari.

Sementara jumlah hewan kurban yang masuk dari sohibul kurban ke Masjid Pathok Negoro Ad-Darojat Kauman-Babatan sampai H-3 Iduladha ini tercatat ada 11 ekor sapi dan 15 ekor kambing dan domba. Jumlah hewan kurban tersebut diakui Suhari bertambah dibanding Iduladha tahun lalu yang hanya sembilan ekor sapi dan 12 ekor kambing dan domba.

Jumlah tersebut belum termasuk hewan kurban yang dipotong di Masjid Nur Rohmat yang masih berlokasi di Babadan dalam satu kampung. Suhari mengaku tidak mengetahui adanya peningkatan umat Islam yang berkurban di Masjid Pathok Negero meski dalam kondisi pandemi Covid-19. Ia mengatakan hampir semua sohibul kurban di masjid yang diurusinya tersebut adalah warga Babadan atau warga sekitar masjid.

Adapun penyaluran hewan kurbannya nanti diutamakan warga sekitar masjid, "Ada juga yang didistribusikan ke luar sekitar 300-500 paket, namun masih di wilayah DIY, seperti dari Kulonprogo juga ada permintaan meskipun tidak banyak," kata ujar Suhari.

Lebih lanjut Suharsi mengatakan selain melalui protokol kesehatan, proses pendistribusian daging kurban juga ramah lingkungan, tidak lagi menggunakan plastik sebagai pembungkus daging, melainkan dengan daun jati dan besek atau wadah yang terbuat dari anyaman bambu.