Proyek Jembatan Kewek Dimulai, Target Rampung Akhir 2026
PJN DIY resmi mulai penggantian Jembatan Kewek Jogja senilai Rp19 miliar. Cek spesifikasi struktur girder baru dan target rampung Desember 2026.
Ilustrasi jalan tol. /JIBI-M. Ferri Setiawan
Harianjogja.com, JOGJA-Setelah selesai proses sosialisasi dan penerbitan Izin Penetapan Lokasi (IPL), pembangunan Tol Jogja-Solo akan memasuki proses pematokan yang dimulai pada pertengahan Agustus mendatang, dengan target selesai dalam tiga bulan.
Kepala Dinas Pertanahan dan Tata Ruang DIY, Krido Supriyatno, menuturkan pemasangan patok akan dimulai antara 15-20 Agustus mendatang. “Etape pertama ditargetkan selama satu bulan, yakni di kecamatan Kalasan,” ujarnya, Rabu (29/7/2020).
Saat ini pihaknya tengah menyiapkan proses surat-menyurat untuk masing-masing Kepala Desa. Sementara terkait administrasi dan kelengkapan pembebasan lahan, masih diproses oleh Satgas A dan B. Adapun IPL saat ini tengah dalam proses dari Satker diserahkan ke Badan Pertanahan Nasional Kanwil (BPN) DIY.
BACA JUGA: Seram! Warga Godean Ini Kaget Ada Ular di Helm yang Ia Kenakan
Rute tol kata dia, tidak lurus di atas Ringroad melainkan sesuai konstruksi seperti dalam gambar definitif dalam IPL. Kampus UPNVY dan Polda DIY pada halamannya akan turut terdampak pembangunan tol sekira sepanjang 150 meter dan lebar delapan meter.
45%-55% tol akan melayang atau elevate kecuali di simpang Monjali karena untuk mempertahankan sumbu filosofis. Kendati demikian ring road pada titik itu akan tetap berfungsi dengan perluasan jalur lambat ke selatan dan utara. “Dibuatkan konstruksi yang nyaman untuk transportasi sehingga tidak cross manajemen,” ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PJN DIY resmi mulai penggantian Jembatan Kewek Jogja senilai Rp19 miliar. Cek spesifikasi struktur girder baru dan target rampung Desember 2026.
Desa Wisata Wukirsari, Kapanewon Imogiri, Bantul, menjadi lokasi workshop literasi keuangan yang mempertemukan anak-anak muda dengan pengelola desa wisata
Video CCTV kecelakaan maut Bekonang Sukoharjo memperlihatkan bus menabrak dua motor hingga dua korban satu keluarga meninggal dunia.
BPH Migas mengungkap kenaikan harga BBM nonsubsidi ikut mendorong permintaan Pertalite hingga 11 persen secara nasional.
Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X resmi membuka Festival Kebudayaan Yogyakarta (FKY) 2026 di Lapangan Beran, Sleman, Minggu (13/9/2026)
JK meminta PMI memperkuat pencegahan bencana. PMI DIY juga didorong meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi risiko kebencanaan.