Warga Bantul Diminta Tidak Gunakan Kresek untuk Bungkus Daging

Ilustrasi pembagian daging hewan kurban - Harian Jogja/Desi Suryanto
30 Juli 2020 17:07 WIB Ujang Hasanudin Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL—Sehari menjelang Iduladha, Bupati Bantul Suharsono mengimbau masyarakat untuk tidak menggunakan kantong kresek dan plastik  sebagai pembungkus daging saat pendistribusian daging kurban. Ia menyarankan agar daging dibungkus menggunakan besek atau wadah dari anyaman bambu.

"Untuk distribusi daging, saya minta agar menggunakan bahan yang ramah lingkungan seperti menggunakan besek," kata Suharsono, saat penyerahan hewan kurban di Rumah Dinas Bupati Bantul,  Kamis (30/7/2020).

 "Jangan menggunakan kantong plastik karena tidak ramah lingkungan."

Suharsono mengaku sudah monsosialisasikan imbauan soal pengurangan kantong plastik ini melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH)  karena plastik salah satu jenis sampah yang sulit terurai. Selain soal bungkus daging,  Suharsono juga meminta masyarakat tidak mencuci jeroan hewan kurban di sungai. 

Sebab, kotoran hewan kurban dapat mencemari sungai dan efeknya pada daging yang akan dikonsumsi juga menjadi tidak sehat.  “Karena air sungai kotor. Nanti kalau jeroan diolah bisa menimbulkan penyakit karena banyak penyakit yang dibawa oleh air di sungai," ujar dia.

Sementara itu, dalam Iduladha tahun ini, Pemkab Bantul menyerahkan 32 kambing dan domba serta satu ekor sapi kepada masyarakat yang sebelumnya mengajukan lewat proposal.  Sapi yang diserahkan adalah sapi dari Gubernur DIY Sri Sultan HB  X.  Sapi tersebut diserahkan kepada warga Dusun Kebosungu,  Desa Dlingo,  Kecamatan Dlingo,  Bantul.

Adapun 32 kambing dan domba dari sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) Bantul.  Suharsono memastikan semua hewan kurban yang diserahkan dalam keadaan sehat sehingga masyarakat tidak perlu khawatir untuk menyembelihnya.  Ia berpesan dan proses penyembelihan, masyarakat atau panitia kurban tetap mematuhi protokol kesehatan Covid-19.

Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan,  Dinas Pertanian,  Pangan,  Kelautan,  dan Perikanan (DPPKP) Bantul,  Joko Waluyo, mengatakan DPPKP telah menerbitkan ribuan surat keterangan hewan sehat sampai H-1 Iduladha ini.  Dari data yang masuk jumlah hewan kurban di Bantul baru tercatat sebanyak 2.000-an ekor sapi dan 3.000-an ekor kambing dan domba. Sementara titik pemotongan sebanyak 800-an

Joko mengaku jumlah hewan kurban masih terus bertambah karena belum semua panitia kurban melaporkannya. Ia memprediksi terjadi penurunan jumlah hewan kurban dalam Iduladha ini karena pandemi Covid-19, "Kemungkinan penurunannya tidak banyak,  paling sekitar 10 persen," kata Joko.