Manuel Neuer Comeback, Jerman Siap Lebih Kuat di Piala Dunia 2026
Manuel Neuer comeback ke Timnas Jerman untuk Piala Dunia 2026. Ini daftar skuad lengkap pilihan Nagelsmann.
Petugas melakukan simulasi untuk wisatawan di kawasan wisata Tebing Breksi, Prambanan, Sleman, Jumat (12/6/2020). /Harian Jogja-Gigih M Hanafi
Harianjogja.com, SLEMAN--Libur panjang akhir pekan ini berpotensi meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan ke Sleman. Pemkab mengingatkan pelaku wisata agar konsisten menerapkan protokol kesehatan.
Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Sleman Sudarningsih mengatakan long weekend yang terjadi mulai Jumat (31/7/2020) hingga Minggu (2/8/2020) berpotensi mendatangkan wisatawan. Dia berharap agar pelaku wisata dan pengelola destinasi wisata untuk konsisten menerapkan protokol kesehatan.
"Pastikan seluruh operasional saat memberikan pelayanan menerapkan secara konsisten protokol kesehatan. Ini penting untuk pencegahan Covid 19," katanya, Rabu (29/7/2020).
BACA JUGA : HARIAN JOGJA HARI INI: Pariwisata di DIY Mulai Menggeliat
Menurut Ningsih, perlindungan dengan menerapkan protokol kesehatan secara konsisten baik bagi wisatawan (tamu), operator, maupun lingkungan (masyarakat) penting dilakukan secara pararel. Alasannya, hal itu sebagai bagian untuk menggerakkan sektor pariwisata.
"Melalui uji coba terbatas, kami berharap sektor pariwisata mulai bergerak, secara bertahap. Setiap perkembangannya terus kami pantau dan evaluasi," kata Ningsih.
Dia meminta baik pelaku wisata maupun wisatawan untuk saling mendukung penerapan adaptasi kebiasaan baru (AKB). Mulai dari pemakaian masker secara konsisten, baik dan benar di ruang publik, menerapkan etika batuk dan bersin, selalu menjaga jarak 1,5 meter, menghindari kerumunan di dalam obyek wisata dan sebagainya.
Dia berharap pengelolaan manajemen dan perilaku wisatawan dapat bersinergi baik untuk mengantisipasi penyebaran Covid 19 agar sektor pariwisata terus bergerak.
BACA JUGA : Gunungkidul Ramai: Baru Uji Coba, Sudah Lebih dari
"Pelaku pariwisata juga harus didukung dengan perilaku wisatawan. Mereka harus menyadari betul terkait AKB yang harus dilakukan. Tujuannya, untuk mencegah potensi penyebaran virus Covid-19 di lokasi wisata," katanya.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Sleman Joko Hastaryo meminta agar pelaku wisata dan pengelola detinasi wisata untuk tetap menyediakan masker. Hal ini untuk mengantisipasi datangnya pengunjung yang tidak membawa masker.
"Pelaku wisata juga harus konsisten menerapkan protokol kesehatan. Sarana dan prasarana sepeti cuci tangan juga harus disiapkan," katanya.
Joko mengakui sangat sulit untuk mencegah terjadinya kerumunan di destinasi wisata. Oleh karena itu, Satgas Covid-19 di lokasi wisata diminta untuk konsisten mengawasi dan mengawal protokol kesehatan. "Kami mengandalkan satgas di objek wisata untuk pengawasan," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Manuel Neuer comeback ke Timnas Jerman untuk Piala Dunia 2026. Ini daftar skuad lengkap pilihan Nagelsmann.
Tiket Timnas Indonesia vs Oman dan Mozambik resmi dijual mulai Rp300 ribu dengan kapasitas GBK terbatas.
OpenAI dikabarkan menyiapkan integrasi ChatGPT dan PowerPoint berbasis suara untuk membuat presentasi otomatis lebih cepat.
Rupiah melemah ke Rp17.698 per dolar AS di tengah sikap wait and see investor terhadap sentimen global dan data ekonomi RI.
Ponsel terasa lemot setelah dipakai lama? Ini penyebab utama smartphone melambat dan cara sederhana mengatasinya.
BYD Atto 3 generasi ketiga resmi meluncur dengan RWD, cas 5 menit hingga 70 persen, dan jarak tempuh sampai 630 km.