Libur Panjang: Pelaku Wisata Diminta Konsisten Terapkan Protokol Kesehatan

Petugas melakukan simulasi untuk wisatawan di kawasan wisata Tebing Breksi, Prambanan, Sleman, Jumat (12/6/2020). - Harian Jogja/Gigih M Hanafi
30 Juli 2020 07:47 WIB Abdul Hamied Razak Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN--Libur panjang akhir pekan ini berpotensi meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan ke Sleman. Pemkab mengingatkan pelaku wisata agar konsisten menerapkan protokol kesehatan.

Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Sleman Sudarningsih mengatakan long weekend yang terjadi mulai Jumat (31/7/2020) hingga Minggu (2/8/2020) berpotensi mendatangkan wisatawan. Dia berharap agar pelaku wisata dan pengelola destinasi wisata untuk konsisten menerapkan protokol kesehatan.

"Pastikan seluruh operasional saat memberikan pelayanan menerapkan secara konsisten protokol kesehatan. Ini penting untuk pencegahan Covid 19," katanya, Rabu (29/7/2020).

BACA JUGA : HARIAN JOGJA HARI INI: Pariwisata di DIY Mulai Menggeliat 

Menurut Ningsih, perlindungan dengan menerapkan protokol kesehatan secara konsisten baik bagi wisatawan (tamu), operator, maupun lingkungan (masyarakat) penting dilakukan secara pararel. Alasannya, hal itu sebagai bagian untuk menggerakkan sektor pariwisata.

"Melalui uji coba terbatas, kami berharap sektor pariwisata mulai bergerak, secara bertahap. Setiap perkembangannya terus kami pantau dan evaluasi," kata Ningsih.

Dia meminta baik pelaku wisata maupun wisatawan untuk saling mendukung penerapan adaptasi kebiasaan baru (AKB). Mulai dari pemakaian masker secara konsisten, baik dan benar di ruang publik, menerapkan etika batuk dan bersin, selalu menjaga jarak 1,5 meter, menghindari kerumunan di dalam obyek wisata dan sebagainya.

Dia berharap pengelolaan manajemen dan perilaku wisatawan dapat bersinergi baik untuk mengantisipasi penyebaran Covid 19 agar sektor pariwisata terus bergerak.

BACA JUGA : Gunungkidul Ramai: Baru Uji Coba, Sudah Lebih dari 

"Pelaku pariwisata juga harus didukung dengan perilaku wisatawan. Mereka harus menyadari betul terkait AKB yang harus dilakukan. Tujuannya, untuk mencegah potensi penyebaran virus Covid-19 di lokasi wisata," katanya.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Sleman Joko Hastaryo meminta agar pelaku wisata dan pengelola detinasi wisata untuk tetap menyediakan masker. Hal ini untuk mengantisipasi datangnya pengunjung yang tidak membawa masker.

"Pelaku wisata juga harus konsisten menerapkan protokol kesehatan. Sarana dan prasarana sepeti cuci tangan juga harus disiapkan," katanya.

Joko mengakui sangat sulit untuk mencegah terjadinya kerumunan di destinasi wisata. Oleh karena itu, Satgas Covid-19 di lokasi wisata diminta untuk konsisten mengawasi dan mengawal protokol kesehatan. "Kami mengandalkan satgas di objek wisata untuk pengawasan," katanya.