SD Muhammadiyah Sapen Pertahankan Gelar, Tarakanita Bumijo Cetak Sejarah di MLSC Jogja
SD Muhammadiyah Sapen kembali juara KU 12 MLSC Jogja. SD Tarakanita Bumijo I mencetak sejarah sebagai juara baru KU 10 dengan top skor 36 gol.
Puluhan tenaga pengajar pondok pesantren pandanaran mengikuti swap di komplek Pondok Pesantren Pandanaran, Candi Sardonoharjo, Kec. Ngaglik, Sleman, Rabu (29/7/2020). Mereka menjalani swap usai datang dari luar daerah untuk mengajar di Pondok tersebut. /Harian Jogja-Gigih M Hanafi.
Harianjogja.com, SLEMAN--Dinas Kesehatan (Dinkes) Sleman mengingatkan masyarakat untuk menerapkan kebiasaan cuci tangan, pakai masker dan jaga jarak yang dikenal dengan gerakan Cita Mas Jajar. Selain menjadi adaptasi kebiasaan baru (AKB), Cita Mas Jajar juga menjadi tiga upaya kunci untuk mencegah penyebaran Covid-19.
Kepala Dinkes Sleman Joko Hastaryo meminta agar masyarakat tetap meningkatkan kewaspadaan dan memperhatikan protokol kesehatan selama masa pandemi Covid-19 ini. Pasalnya, pola penyebaran virus Covid-19 bisa melalui percikan droplet dari suspect. Baik terpapar secara langsung maupun tidak langsung melalui permukaan benda yang terkontaminasi.
"Untuk itu, masyarakat harus terus berupaya mencegah dan memutus mata rantai penyebaran Covid-19 dengan tepat," kata Joko saat ditemui di kantornya, Rabu (29/7/2020).
Menurutnya, ada tiga langkah mudah yang dapat dilakukan masyarakat untuk terhindar dari virus Covid-19. Tiga langkah tersebut juga sebagai bentuk adaptasi kebiasaan baru masyarakat di masa pandemi. "Untuk mencegah penularan Covid-19, maka terapkan Cita Mas Jajar. Biasakan cuci tangan pakai sabun atau handsanitizer, pakai masker jika keluar rumah dan jaga jarak minimal 1,5 meter," kata Joko.
Joko berharap, perubahan kebiasaan baru masyarakat dengan penerapan Cita Mas Jajar dilakukan di manapun. Baik di tempat umum, tempat kerja, sekolah, tempat ibadah hingga di lokasi keramaian seperti pasar, terminal dan mal. "Dengan penerapan Cita Mas Jajar ini, diharapkan semakin siap dan kuat untuk mencegah penyebaran Covid-19," harapnya.
Sejak 18 Maret hingga 29 Juli 2020, Dinkes Sleman mencatat jumlah kasus pasien positif Covid-19 sebesar 199 kasus. Dari jumlah tersebut, pasien yang masih menjalani perawatan sebanyak 67 kasus sementara pasien sembuh sebanyak 123 kasus. "Sekitar 80 persen kasus positif Covid-19 terutama kasus-kasus yang baru muncul adalah pelaku perjalanan dari area terdampak atau PPAT," kata Joko.
Oleh karena ITU, lanjut dia, masyarakat diharapkan tidak lengah selama menjalani aktivitasnya. Terlebih hingga kini vaksin untuk virus Covid-19 masih belum ditemukan. "Kami akan terus mensosialisasikan tiga langkah mudah sebagai bentuk AKB ini untuk mencegah Covid-19 yakni dengan Cita Mas Jajar," kata Joko.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
SD Muhammadiyah Sapen kembali juara KU 12 MLSC Jogja. SD Tarakanita Bumijo I mencetak sejarah sebagai juara baru KU 10 dengan top skor 36 gol.
SM Entertainment mengambil langkah hukum terhadap konten AI ilegal yang menargetkan Yoona serta unggahan jahat yang menyerang Winter aespa.
Bau toilet yang membandel bisa dipicu bakteri hingga kebocoran kloset. Simak 7 cara menghilangkan bau toilet secara efektif di rumah.
Ukuran sepatu yang sama belum tentu terasa pas. Simak faktor yang membuat ukuran sepatu berbeda meski angka pada label serupa.
HP RAM 8 GB hingga 12 GB makin terjangkau pada 2026. Simak daftar harga dan pilihan terbaik sesuai kebutuhan dan anggaran.
Smartphone brain bukan istilah medis resmi. Dokter menjelaskan kaitannya dengan fokus, tidur, dan sakit kepala.