BPOM Periksa 198 SPPG untuk Dukung Keamanan Pangan Program MBG
BPOM menerbitkan 144.863 izin edar pangan olahan pada 2024–2026 serta memeriksa 198 SPPG untuk mendukung keamanan pangan program MBG.
Ipar Presiden Jokowi, Wahyu Purwanto bertemu Bupati Gunungkidul, Badingah di kediaman pribadinya untuk berpamitan usai mundur dari Pilkada Gunungkidul, Rabu (29/7/2020). [Kontributor / SuaraJogja.id]
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL - Ipar Presiden Jokowi, Wahyu Purwanto diketahui batal mencalonkan diri dalam Pilkada di Gunungkidul pada 2020 ini. Ia pun pamitan dengan Bupati Gunungkidul, Badingah. Wahyu sowan ke kediaman pribad Bupati Gunungkidul Badingah pada Rabu (29/07/2020) sore bersama dengan jajaran pengurus Yayasan Panca Manunggal.
Dalam pertemuan tersebut, Wahyu banyak memaparkan program kerja dari Yayasan sosial yang baru saja ia bentuk. Wahyu mengaku diminta oleh orang nomor 1 di Indonesia untuk berkonsentrasi di bidang sosial saja ketimbang meneruskan karier politiknya.
Usai bertemu Badingah, kepada awak media Wahyu mengaku ia sengaja menemui Bupati Badingah karena ingin silahturahmi pada pemimpin Gunungkidul tersebut. Selain itu, ia sekaligus berpamitan kepada Badingah sebab dirinya telah memutuskan untuk mundur dari keikutsertaannya dalam Pilkada 2020 nanti.
Sebagai orang Jawa, maka sudah menjadi kewajiban bagi dirinya untuk berpamitan. Sebab, ketika ia berniat maju dalam Pilkada beberapa waktu yang lalu, ia juga sowan kepada Badingah untuk meminta doa restu.
Baca Juga: Gagal Usung Ipar Jokowi di Pilkada Gunungkidul, Nasdem Kenalkan Mayor Sunaryanto
"Dulu ketika saya menyatakan maju untuk Pilkada saya sowan beliau untuk minta restu. Sekarang setelah ada pergantian arah, saya pamit ke Bu Badingah," kata Wahyu.
Wahyu kembali menandaskan jika dirinya mundur dari bursa pencalonan Bupati di Gunungkidul karena atas arahan Joko Widodo dan Surya Paloh selaku pimpinan partai yang akan mengusungnya. Ia mematuhi arahan tersebut karena memandang keduanya lebih mengetahui arahan ke depan untuk dirinya.
Karenanya, saat ini ia langsung berkonsentrasi di bidang sosial. Ia menggaet relawan pendukungnya untuk mendirikan Yayasan Panca Manunggal. Relawan ini akan berjuang bersama-sama menjalankan program sosial yang sebelumnya juga sudah terucap.
"Tadi kami juga mendiskusikan tentang rencana kegiatan sosialnya ke depan. Saya bermaksud melibatkan Badingah dalam kegiatan tersebut, meski secara tidak langsung,"tambahnya.
Ia sengaja sowan dan mengajak Badingah sebagai tokoh masyarakat. Oleh karenanya ia juga meminta arahan dan masukan Badingah yang pasti diperlukan dalam pelaksanaan kegiatan sosial nantinya.
Baca Juga: Jokowi Arahkan Adik Iparnya Mundur dari Pilkada Gunungkidul
Wahyu menambahkan, sebelum berkunjung ke kediaman Badingah, Wahyu sebelumnya telah melakukan kegiatan sosial di tiga lokasi sejak pagi tadi. Ia sudah menyerahkan bantuan sapi kurban ke dua lokasi yaitu Rongkop dan Semanu. Kemudian rombongan bergeser ke Karangmojo, melakukan survey terkait pembangunan sumur bor.
"Tiga kegiatan sosial ini sebagai awalan,"paparnya.
Sementara itu, Badingah sendiri menyambut kedatangan Wahyu secara terbuka. Ia berharap pilihan Wahyu Purwanto mundur dari bursa calon bupati Gunungkidul adalah pilihan terbaik.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : suara.com
BPOM menerbitkan 144.863 izin edar pangan olahan pada 2024–2026 serta memeriksa 198 SPPG untuk mendukung keamanan pangan program MBG.
Pengiriman PC global turun 21% pada kuartal III 2026. Lenovo masih memimpin, sedangkan Apple dan Asus mencatat kenaikan pangsa pasar.
Beasiswa WIMAYA 2026 UPN Veteran Yogyakarta menawarkan Rp250.000 per bulan. Cek syarat, dokumen, dan cara daftar sebelum 25 Oktober.
Cek delapan pengaturan ponsel sebelum liburan ke luar negeri, mulai dari roaming data, peta luring, hingga fitur pelacakan perangkat.
DPRD Bantul mendorong patroli intensif dan sinergi lintas OPD untuk mengantisipasi klitih serta memperkuat ketertiban masyarakat.
Pengajian kebangsaan Hari Santri Nasional 2026 mengajak santri dan masyarakat memperkuat persatuan, toleransi, serta kerukunan di Jogja.