Gagal Usung Ipar Jokowi di Pilkada Gunungkidul, Nasdem Kenalkan Mayor Sunaryanto

Foto ilustrasi. - Ist/Freepik
27 Juli 2020 18:17 WIB Newswire Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL--Partai Nasdem batal mengusung ipar Presiden Jokowi, Wahyu Purwanto sebagai calon bupati.

Dinamika politik di wilayah Gunungkidul terus menghangat. Para kandidat yang selama ini santer dikabarkan akan maju Pilkada Gunugnkidul mengaku mendapatkan rekomendasi dari partai untuk mendukung mereka. Sementara, kalangan partai rajin melakukan komunikasi, baik dengan calon maupun dengan partai lain.

Partai Nasdem misalnya, usai ditinggalkan oleh Wahyu Purwanto, ipar Jokowi yang mundur dari bursa pencalonan Bupati di Gunungkidul, mereka mulai 'memperkenalkan' Sunaryanto, bakal calon bupati yang juga pernah mendaftar dalam penjaringan partai arahan Surya Paloh ini. Sebelumnya, Sunaryanto lebih dulu mendapat restu dari Partai Golkar dan PKB Gunungkidul.

Bahkan, lelaki yang masih aktif sebagai anggota TNI berpangkat Mayor dan pernah bertugas di Kemenhan ini hadir dalam pengumuman mundurnya Wahyu Purwanto di Siyono, Playen, Gunungkidul pada Minggu (26/7/2020) kemarin. Sunaryanto juga diberi kesempatan untuk berbicara di depan audiens.

Ketua DPW Partai Nasdem DIY Subardi mengatakan, Sunaryanto hadir sebagai undangan, tetapi juga merupakan sinyal kuat bahwa lelaki ini bakal diusung oleh Partai Nasdem. Anggota TNI tersebut sengaja diundang karena ada 10 pendaftar pimpinan daerah Gunungkidul ke Partai Nasdem, salah satunya adalah Sunaryanto.

"Dari 10 pendaftar, ada dua yang mendaftar sebagai calon bupati, yaitu Mayor Sunaryanto dan Wahyu Purwanto. Karena Wahyu Purwanto mundur maka tinggal sunaryanto," ungkap Subardi pada wartawan, Minggu, usai acara.

Positivity Rate di DIY Naik, Makin Banyak Warga Terkonfirmasi Positif Covid-19

Pria yang akrab disapa Mbah Bardi ini pun menyatakan, saat ini belum ada rekomendasi baik kepada Wahyu Purwanto ataupun Sunaryanto karena hingga saat ini pihaknya memang belum mengajukan nama siapa yang bakal diusung oleh Partai Nasdem Gunungkidul 2020 nanti, termasuk nama bakal calon wakil bupati.

Meskipun sudah hadir dalam acara tersebut, tetapi Bardi menandaskan bahwa Partai Nasdem belum pasti mengusung Sunaryanto karena masih melalui beberapa proses untuk menentukan siapa yang bakal diusung. Di samping itu, keputusan juga tergantung pada komunikasi politik dan konsolidasi internal partai.

"Terkait kehadiran beliau di sini, ya itu bisa jadi pertandalah, tetapi sekali lagi, itu belum pasti karena politik itu cair. Tergantung komunikasi politik dan dinamika internal kami," katanya secara diplomatis.

Terkait dengan dua partai, Golkar dan PKB, yang sebelumnya telah mengusung Sunaryanto, Bardi mengaku siap berkomunikasi dengan keduanya. Bardi menandaskan siap berkoalisi dengan siapa pun asalkan untuk membangun Gunungkidul lebih maju lagi.


"Dengan partai mana pun, nanti tergantung pendekatan. Mau koalisi ke semua parpol tidak masalah, apalagi Nasdem tidak ada nilai tawar politik tertentu. Kalau deal ya sudah langsung. Apalagi Nasdem memiliki kekuatan 9 kursi, yang sebenarnya sudah bisa mengusung kandidat sendiri," terang Bardi.

Sementara itu, pasangan bakal calon bupati dan wakil bupati Gunungkidul Sutrisna Wibawa dan Mahmud Ardi Widanta makin mantap maju dalam Pilkada mendatang. Keduanya baru saja secara resmi mendapatkan surat rekomendasi dari DPP PAN, yang diserahkan kepada keduanya pada Minggu sore kemarin.

Dengan turunnya SK dari DPP PAN ini, Sutrisna-Ardi telah mengantongi dukungan resmi dari 3 parpol. Pasangan ini sebelumnya mengantongi dukungan dai Partai Demokrat dan PKS serta mengklaim mendapat rekomendasi Partai Gerindra. Melalui koalisi empat partai, maka Rektor UNY dan Ketua DPD PAN Bantul ini akan didukung kekuatan 17 kursi DPRD Gunungkidul.

Sekjen DPD PAN Gunungkidul Anwarudin mengatakan, pada Minggu kemarin, secara resmi pihaknya telah menyerahkan SK Rekomendasi dari DPP PAN kepada pasangan Sutrisna Wibawa – Mahmud Ardi Widanta. Surat ini ditandatangani oleh Ketua DPP PAN Zulkifli Hasan, di mana saat penyerahan SK DPP ini, hadir seluruh pengurus dari 144 kalurahan dan 18 kapanewon.

Menurut Anwarudin, keluarnya SK Rekomendasi dari DPP PAN ini tentunya menjadikan dinamika politik Pilkada Gunungkidul makin menarik. Sebagaimana diketahui, dalam 3 kali Pilkada Gunungkidul sebelumnya, PAN selalu memenangkan kontestasi ini.

"Pengalaman tahun 2005, PAN yang mengusung Suharto-Badingah berhasil mengantarkan pasangan ini memimpin Gunungkidul. Kami juga sukses kembali diraih karena pada Pilkada 2010, pasangan yang kita usung, Sumpeno Putro-Badingah berjaya, dan terakhir pada 2015 silam, giliran pasangan Badingah-Immawan yang dihantarkan PAN untuk menduduki kursi bupati dan wakil bupati,"ungkapnya.

Sumber : Suara.com