Sosialisasi Pendidikan Kependudukan Digelar di Kampung KB Prawirodirjan

Kepala DPPKB Kota Jogja, Emma Rahmi bersama, Kepala Bidang Pengendalian Penduduk BKKBN DIY, Eni Retnowati memberikan sosialisasi kepada penyuluh KB di Kampung KB RW 12 Prawirodirjan pada Kamis (30/7/2020). - Harian Jogja/Catur Dwi Janati.
31 Juli 2020 02:17 WIB Catur Dwi Janati Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA--Persoalan kependudukan seringkali lolos dari pembelajaran sektor formal maupun informal. Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) DIY bersama Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kota Jogja gelar sosialisasi materi pendidikan kependudukan melalui jalur informal di Kampung KB RW 12 Prawirodirjan, Kecamatan Gondomanan, Kota Jogja.

Kepala DPPKB Kota Jogja, Emma Rahmi yang hadir langsung dalam sosialisasi tersebut menjelaskan, pendirian Kampung KB bertujuan untuk mengatasi permasalahan lingkungan dan Kependudukan sehingga mendukung tercapainya program Bangga Kencana (Pengembangan Keluarga dan Keluarga Berencana).

"Kalau dulu Kampung KB artinya Kampung Keluarga Berencana, kalau sekarang Kampung KB artinya Kampung Keluarga Berkualitas," jelasnya pada Kamis (30/7/2020).

BACA JUGA : Cakupan Kampung KB di Jogja Diperluas

Emma berharap Kampung KB tidak berdiri sendiri. Justru ia meminta Kampung KB dapat bekerjasama dengan Dinas dinas lainnya. "Jangan sampai hanya KB saja nggeh, harapannya kampung ini mampu berhasil, mengkolaborasikan semua program yang ada dalam rangka memang meningkatkan kesejahteraan warganya," jelasnya.

"Jadi kalau bapak ibu [penyuluhan KB] misalnya pertentangan tidak hanya membahas jumlah penduduknya berapa ya, bapak ibu mungkin juga membahas lele cendol, lorong sayur, inovasi di tengah Covid-19 seperti Mubeng Posyandu," terang Emma.

Dengan demikian seluruh program pemerintah dapat berjalan dengan baik. Dijelaskan Emma di Kota Jogja saat ini sudah ada 38 Kampung KB. Sebanyak 28 Kampung KB didirikan oleh DPPKB Kota Jogja sementara 10 lainnya dibentuk secara mandiri.

Emma mengatakan sebenarnya persyaratan Kampung KB yakni harus memiliki rumah data. "Nah ini memang belum semuanya di Kota Jogja ada rumah datanya, baru ada 16 yang terbentuk," paparnya.

BACA JUGA : Hebat, Dua Dusun Ini Jadi Rujukan Kampung KB Se-Indonesia

Keberadaan rumah data digunakan untuk mendukung berbagai kebijakan kependudukan. "Harapannya sekarang itu kita-kita ini care dengan kependudukan," jelasnya.

Persoalan kependudukan begitu penting seperti jumlah penduduk dalam kaitannya dengan jumlah stok pangan yang ada dan persoalan lainnya. Lebih lanjut saat ini jumlah kelahiran dari wanita produktif di Kota Jogja tergolong rendah. Bila hal ini terus berlangsung, Emma menerangkan jumlah penduduk akan tidak seimbang. "Tugas DPPKB Kota Jogja untuk menyeimbangkan itu," tuturnya.

Kepala Bidang Pengendalian Penduduk BKKBN DIY, Eni Retnowati selaku pemateri sosialisasi mengapresiasi berbagai kegiatan yang telah dilakukan Kampung KB RW 12 Prawirodirjan. "Mohon terus dilanjutkan agar semua berdampak pada tidak lagi kuantitas berapa Kampung KB tetapi berbicara soal kualitas keluarga," ujarnya.

Eni sepakat, bahwa pendidikan kependudukan penting untuk diketahui bersama terutama di Kampung KB RW 12 Prawirodirjan yang menjadi percontohan. "Penyebaran informasi dapat disampaikan dengan berbagai jalur, seperti kepada anak-anak apa permasalahan kependudukan, harusnya seperti apa, dampaknya seperti apa kalau kita tidak berbuat baik," jelasnya.

Eni menuturkan pengetahuan ini harus dipahamkan kepada siswa SD, SMP, SMA, bahkan mahasiswa. "Bahkan kita harus selalu edukasi kepada pembuat kebijakan agar program-program ini sejalan dengan kebutuhan dari penduduk itu sendiri," terangnya.