KBD 2026 Solo Sasar 3 Kelurahan, Talud dan Saluran Air Dibantu TNI
KBD Tahap III-V Solo menyasar Gandekan, Tipes dan Semanggi dengan perbaikan talud, pavingisasi dan saluran air untuk cegah genangan.
Logo BKKBN/BKKBN
Harianjogja.com, JOGJA—Cakupan Kampung Keluarga Berencana (KB) di Kota Jogja tidak lagi berbasis Rukun Warga (RW). Cakupan Kampung KB diperluas berbasis kampung agar program KB lebih banyak dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Jogja Eny Retnowati mengatakan jika sebelumnya Kampung KB berbasis RW, kini mulai dikembangkan dengan cakupan yang lebih luas, yakni berbasis kampung. "Dengan perluasan cakupan ini, kami berharap program kerja yang dilakukan dapat dirasakan lebih nyata oleh masyarakat," katanya, Minggu (4/11).
Jumlah Kampung Keluarga Berencana (KB) yang ditetapkan masih sama, yaitu 14 kampung yang tersebar di 14 kecamatan. Pembentukan Kampung KB tersebut, lanjut Eny, merupakan realisasi dari program yang dicanangkan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) dengan tujuan untuk menyukseskan program Nawacita pemerintah, khususnya peningkatan kualitas hidup masyarakat.
Pembentukan Kampung KB di Jogja, kata dia, dimulai sejak 2016 lalu dengan pilot project di RW 12, Kelurahan Prawirodirjan, Kecamatan Gondomanan. Program ini terus berlanjut ke 13 RW yang lain di Jogja pada 2017, dan kini basis Kampung KB diperluas menjadi kampung.
Sebanyak 14 kampung yang ditetapkan sebagai Kampung KB adalah Kampung Sudagaran, Kampung Pingit, Kampung Iromejan, Kampung Tegal Lempuyangan, Kampung Pajeksan, Kampung Ngampilan, Kampung Ketanggungan Kulon, Kampung Jogokaryan, Kampung Mangunnegaran, Kampung Ratmakan, Kampung Kepatihan, Kampung Bintaran, Kampung Sidobali, dan Kampung Darakan Barat.
Adapun program yang dilaksanakan melalui Kampung KB di antaranya adalah pendampingan keluarga; meningkatkan jumlah peserta KB aktif; meningkatkan ketahanan keluarga; menurunkan angka kekerasan dalam rumah tangga; pemberdayaan masyarakat, termasuk meningkatkan kesehatan dan kebersihan lingkungan. "Program ini tidak bisa kami jalankan sendiri tetapi harus bersinergi dengan organisasi perangkat daerah (OPD) lain,” kata Eny.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Jogja Heroe Poerwadi mengatakan kampung KB tidak hanya sebatas menangani persoalan keluarga berencana dan kependudukan, melainkan juga masalah lain, seperti kesejahteraan warga. “Kemiskinan menjadi salah satu akar permasalahan di masyarakat. Keberhasilan program yang dijalankan oleh Kampung KB tidak hanya sebatas pada meningkatnya jumlah peserta KB aktif tetapi bagaimana mendorong peningkatan kesejahteraan warga,” kata dia.
Menurut Heroe, seluruh OPD bisa turun tangan membantu dan mendukung program di Kampung KB. Salah satu contoh kerja sama lintas sektor yang sudah dilakukan, di antaranya dilaksanakan di Kecamatan Gondomanan yaitu menghias tembok atau pagar warga dengan mural.
“Saya yakin, anggaran OPD untuk kegiatan ini cukup. Yang penting, bagaimana hasil dari kegiatan di Kampung KB dapat dirasakan oleh masyarakat,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
KBD Tahap III-V Solo menyasar Gandekan, Tipes dan Semanggi dengan perbaikan talud, pavingisasi dan saluran air untuk cegah genangan.
Dana pendidikan gratis Rp93,7 triliun masih berupa hitungan awal. Mendiktisaintek akan membahasnya bersama Kemenkeu dan Danantara.
Harga iPhone 2027 berpotensi naik akibat biaya memori meningkat. Apple disebut sudah menyepakati harga RAM dan NAND Samsung untuk awal 2027.
Sleman Creative Weeks 2026 menghadirkan empat agenda seni dan budaya mulai 27 September hingga Oktober, termasuk festival film dan layang-layang.
Danantara membuka opsi mengembangkan perusahaan tekstil yang sudah ada, dengan mempertimbangkan mesin, teknologi, lapangan kerja, dan return investasi.
Sultan meminta desa dan kampung wisata di DIY tidak hanya mengejar kunjungan, tetapi menghidupkan potensi lokal dan memberi manfaat bagi warga.