Makna Podhang Ngisep Sari, Ikon Gunungkidul yang Berkibar saat HUT RI
Podhang Ngisep Sari ikut berkibar di berbagai ruas jalan Gunungkidul menjelang HUT RI ke-81. Simak sejarah dan makna ikon resmi daerah ini.
Seorang pengendara motor sedang melintas di depan Lumbung Mataram di Kalurahan Bendung, Semin. Rabu (22/10/2025) Harian Jogja/David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Pemerintah Kalurahan Bendung, Semin terus berupaya memanfaatkan perkembangan teknologi untuk memperkuat ketahanan pangan di Lumbung Mataraman yang dimiliki. Rencananya di tahun depan akan membeli drone untuk pemeliharaan tanaman pertanian yang dimiliki.
Lurah Bendung, Semin, Didik Rubiyanto mengatakan, terus berupaya memaksimalkan potensi di Lumbung Mataraman yang dibangun di 2022 lalu. Untuk optimalisasi sudah membangun embung senilai Rp750 juta yang hingga sekarang masih dalam pengerjaan.
Rencananya, fasilitas embung dipergunakan untuk mendukung pertanian terbadu di Lumbung Mataraman. “Tujuannya untuk saling melengkapi program Lumbung Mataraman dan tentunya sebagai tujuan wisata edukasi di Kalurahan Bendung,” kata Didik, Rabu (22/10/2025).
Dia menjelaskan, program pembangunan tidak hanya berhenti dengan membangun embung. Di 2026, pihaknya sudah menyiapkan penambahan fasilitas pelengkap berupa drone pertanian untuk perawatan berbagai tanaman pangan di lumbung.
“Program ini sudah didiskusikan dan kami menyiapkan anggaran Rp200 juta dari Dana Keistimewaan untuk pengadaan drone pertanian di tahun depan,” ungkapnya.
Menurut Didik, keberadaan drone pertanian dapat dimanfaatkan untuk penyemprotan pupuk cair maupun pestisida terhadap tanaman pangan. Di sisi lain, juga dapat dipergunakan sebagai upaya memantau kesehatan tanaman secara mendetail, Analisa tanah, pememtaaan lahan hingga pembenihan.
“Keberadaan drone juga memungkinkan petani untuk melakukan pertanian yang presisi sehingga lebih efisien karena dapat mengurangi biaya operasional selama pemeliharaan,” katanya.
Ditambahkan dia, keberadaan drone ke depannya tidak hanya untuk pemeliharaan tanaman pangan di kawasan Lumbung Mataraman. Pasalnya, para petani juga dapat memanfaatkan tekonlogi ini untuk pemeliharaan tanaman pangan yang dimiliki.
“Sektor pertanian di Bendung seluas 800 hektare. Mudah-mudahan dengan adanya drone bisa membantu dalam meningkatkan produktivitas serta memperkuat ketahanan pangan di masyarakat,” kata Didik.
Terpisah, salah seorang warga Bendung, Sutarno mengakui perkembangan di Kalurahan Bendung sangat pesat. Hal ini tak lepas adanya gelontoran dana keistimewaan yang diperoleh setiap tahun.
“Mulai dari pembangunan lumbung terus berlanjut lainnya. Hingga sekarang juga sudah memiliki lokasi pusat kuliner, yang lokasinya tak jauh dari lumbung,” katanya.
Menurut dia, di pusat kuliner ini sudah menjadi pusat keramaian di Kapanewon Semin, khususnya saat sore hingga malam hari. “Konsep yang dibangun juga bagus karena tampilannya juga estetik dan indah sehingga pengunjung bisa lebih betah,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Podhang Ngisep Sari ikut berkibar di berbagai ruas jalan Gunungkidul menjelang HUT RI ke-81. Simak sejarah dan makna ikon resmi daerah ini.
Upah kupas bawang Rp700.000 per kilogram disebut Prabowo. Di Pasar Legi Solo, jasa kupas bawang ternyata sekitar Rp2.000 per kilogram
BRIN mematangkan N219 dan N219A untuk mendukung visi ambulans terbang Prabowo, termasuk evakuasi medis di wilayah sulit.
SBY meminta maaf tak menghadiri HUT Ke-81 RI karena menjalani pemeriksaan kesehatan di Mayo Clinic, AS, dan dijadwalkan kembali September.
Enam pelabuhan di NTT terdampak gempa, termasuk Labuan Bajo. Kemenhub melakukan pemeriksaan untuk memastikan keamanan fasilitas.
Sebanyak 61 mahasiswa KKN UMY di NTT aman setelah gempa M7,7. Mereka dievakuasi ke perbukitan menyusul peringatan tsunami.