Puluhan Nakes Terinfeksi, Ikatan Dokter Khawatir SDM Penanganan Covid-19 di DIY Berkurang

Ilustrasi. - Freepik
31 Juli 2020 20:17 WIB Lugas Subarkah Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA--Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) DIY Joko Murdiyanto, mengatakan jika banyak tenaga kesehatan di DIY yang terkonfirmasi positif wajar sebab mereka menagnani langsung kasus positif. “Ibarat perang ada di baris paling depan, sehingga risikonya tertembak,” ujarnya, Jumat (31/7/2020).

Meski demikian, banyaknya nakes yang terkonfirmasi positif patut disesalkan karena itu berarti berkurang pula SDM untuk menangani Covid-19. Sebab itu saat ini IDI bersama 11 organisasi profesi lainnya telah sepakat untuk melakukan investigasi apa saja faktor penularan di kalangan nakes.

“Nanti ketemu kenapa tenaga kesehatan kok banyak yang kena. Mungkin kontak erat dengan pasien tanpa gejala, APD terbatas, ada APD tapi penggunaan dan pelepasan tidak benar. Tapi jangan berasumsi, harus dicari jawabannya,” ungkapnya.

BACA JUGA: Tak Ada Rayahan Gunungan Saat Iduladha, Ubarampe Dibagikan seperti Zaman Dahulu

Selain itu pihaknya juga akan keliling ke sejumlah fasilitas Kesehatan yang memiliki nakes positif untuk memberi dukungan. Dalam kondisi seperti ini, menurutnya yang terpenting adalah bergerak bersama dan saling menguatkan.

Ketua Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) DIY, Tri Prabowo, mengungkapkan banyaknya perawat yang terpapar covid-19 justru kebanyakan bukan dari mereka yang bekerja langsung di ruang isolasi Covid-19, melainkan di fasilitas Kesehatan 1 seperti Pratama dan Puskesmas.

Pada Jumat (31/7/2020), Pemda DIY melaporkan sebanyak 26 tenaga kesehatan terinfeksi Covid-19. Penambahan tersebut menambah panjang daftar tenaga kesehatan di DIY yang terinfeksi Corona.