Advertisement

Tak Ada Rayahan Gunungan Saat Iduladha, Ubarampe Dibagikan seperti Zaman Dahulu

Lugas Subarkah
Jum'at, 31 Juli 2020 - 17:57 WIB
Bhekti Suryani
Tak Ada Rayahan Gunungan Saat Iduladha, Ubarampe Dibagikan seperti Zaman Dahulu Abdi Dalem Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat membawa ubarampe gunungan berupa rengginang keluar dari Kompleks Kraton, Jumat (31/7/2020).-Harian Jogja - Gigih M. Hanafi

Advertisement

Harinjogja.com, JOGJA-Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat Kembali meniadakan salah satu Hajad Dalem akibat pandemi Covid-19, yakni Grebeg Besar yang bertepatan dengan pelaksanaan Iduladha, Jumat (31/7/2020). Meski demikian, secara terbatas Kraton tetap membagikan ubarampe gunungan.

Pembagian ubarampe gunungan dipimpin oleh GKR Mangkubumi. Pembagian dilaksanakan dengan tetap mematuhi protokol Kesehatan, yang menjadi wujud konsistensi Kraton melaksanakan tradisi meski di tengah pandemi dengan tetap mendukung anjuran pemerintah.

Advertisement

Penghageng Kawedanan Hageng Panitraputra, GKR Condrokirono, menjelaskan pembagian ubarampe gunungan dilaksanakan sama seperti pelaksanaan pembagian ubarampe gunungan saat Idulfitri 2020 lalu. “Meski grebeg ditiadakan, esensi dari grebeg itu sendiri tidak hilang,” ujarnya.

Prosesi ini kata dia, tetap bermakna sebagai ungkapan rasa syukur dan sedekah dari raja kepada kerabat dan rakyatnya. Selain itu, pelaksanaan grebeg pada zaman dahulu juga sebenarnya juga sama yakni dengan membagikan ubarampe gunungan, bukan rayahan seperti yang kita kenal.

Pembagian ubarampe gunungan mempertimbangkan potensi kerumunan yang terjadi sehingga hanya melibatkan kalangan terbatas, yakni Abdi Dalem dan kerabat dekat saja. “Semua yang terlibat juga wajib mematuhi protokol Kesehatan dengan memakai masker dan menjaga jarak,” ungkapnya.

Ubarampe yang dibagikan berjumlah 2.700 buah, sama banyaknya dengan rengginang pada Gunungan Estri dan Gunungan Dharat saat upacara Grebeg pada mestinya. Ubarampe mulai dirangkai sejak Kamis (30/7/2020) di bangsal Srimanganti, Kraton.

Setelah selesai dirangkai, gerabah tempat ubarampe diletakkan di busanani atau diberi kain penutup bermotif bangun tulak. Prosessi ini dilakukan oleh Kanca Abrit dan dipimpin Penghageng KPH Wahana Sarta Kriya, KRT Kusumanegara.

BACAJUGA: Pecah Rekor Terbanyak! Hari Ini Covid-19 di DIY Bertambah 64 Kasus

Seluruh ubarampe tersebut diinapkan satu malam dan selanjutnya didistribusikan kepada Abdi Dalem Kraton, Puro Paku Alam dan Kepatihan pada keesokan harinya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Advertisement

Harian Jogja

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Hadir di Pertemuan G7, Zelensky Bakal Tagih Bantuan Senjata Baru untuk Lawan Rusia

News
| Jum'at, 24 Mei 2024, 08:47 WIB

Advertisement

alt

Lokasi Kolam Air Panas di Jogja, Cocok untuk Meredakan Lelah

Wisata
| Senin, 20 Mei 2024, 07:17 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement