Advertisement

Harian Jogja

Pensiunan Tentara Pelaku Penusukan Kini Dirawat di RSJ Grhasia Pakem

Jalu Rahman Dewantara
Jum'at, 31 Juli 2020 - 15:37 WIB
Bernadheta Dian Saraswati
Pensiunan Tentara Pelaku Penusukan Kini Dirawat di RSJ Grhasia Pakem Ilustrasi. - Freepik

Advertisement

Harianjogja.com, KULONPROGO--Rohmadi, 58, pensiunan tentara di Kulonprogo yang menjadi pelaku penusukan terhadap keponakanya hingga berujung kematian kini menjalani perawatan di Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Grhasia, Pakem, Sleman. Proses hukum terhadap pelaku sukar dilanjutkan karena yang bersangkutan mengidap gangguan jiwa.

Kepala Sub Bagian (Kasubbag) Humas Polres Kulonprogo, Iptu I Nengah Jefri mengatakan telah melakukan pemeriksaan terhadap pelaku dan sejumlah saksi terkait kasus penusukan ini. Dari hasil pemeriksaan, diketahui, pelaku sudah cukup lama menderita gangguan jiwa. Pelaku juga masih dalam masa pengobatan di RSJ Grhasia.

Advertisement

BACA JUGA:  Tokopedia Bantu Perempuan Pelaku UMKM Memiliki NIB

Dengan kondisi seperti itu, kepolisian masih mempertimbangkan apakah pelaku bisa diproses secara hukum yang berlaku. Sebab kata Jefri, pelaku kejahatan yang jiwanya terganggu atau dengan kata lain sakit, tidak sah jika dimintai keterangan atau BAP.

Baca Juga: Nekat, Pensiunan Tentara di Kulonprogo Tusuk Keponakan hingga Tewas

"Saat ini tidak memungkinkan dilakukan pengambilan BAP, sehingga pelaku dikirim ke RSJ Grhasia untuk mendapatkan pemeriksaan, pengobatan dan Visum et Repertum [VeR] Psikiatri," kata Jefri melalui keterangan tertulis, Jumat (31/7/2020).

Jefri mengatakan, pihaknya juga tidak melakukan autopsi terhadap jasad korban, Yuniana, karena pihak keluarga korban, dalam hal ini suami Yuniana, Agus Supriyanto menolak proses tersebut. "Meski begitu tidak menganggu proses penyidikan karena penyebab kematian korban telah diketahui secara jelas yaitu akibat ditusuk oleh pelaku menggunakan senjata tajam," ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, Rohmadi, tega menusuk Yuniana, yang tak lain merupakan keponakannya sendiri hingga tewas. Korban dinyatakan meninggal dunia dalam perjalanan menuju rumah sakit.

Aksi penusukan berujung maut itu terjadi di halaman belakang rumah korban yang juga masih tetangga dengan rumah pelaku, di wilayah RT 43, RW 20, Dusun Mendiro, Kalurahan Gulurejo, Kapanewon Lendah, Jumat (31/7/2020) sekitar pukul 05.30 WIB.

Kasatreskrim Polres Kulonprogo, AKP Munarso mengatakan, berdasarkan keterangan sejumlah saksi mata, peristiwa ini terjadi saat Yuniana hendak mematikan lampu di belakang rumahnya. Di saat bersamaan, Rohmadi, yang baru pulang dari warung mendatangi rumah Yuniana. Pelaku melihat Yuniana sendiri lalu merangkulnya dari belakang. Pelaku kemudian menusukkan pisau belati bergerigi sepanjang 20 cm ke perut sebelah kiri korban.

Baca Juga: Pelaku Pembuangan Bayi di Godean adalah Mahasiswa Kedokteran di Jogja

"Pelaku sempat merangkul korban kemudian menusukkan pisau belati sebanyak satu kali," ucapnya.

Peristiwa ini baru diketahui orang tua dan suami korban sesaat setelah Yuniana terjatuh dan bersimbah darah. Pihak keluarga berupaya menolong dengan membawanya ke rumah sakit. Namun dalam perjalanan, Yuniana dinyatakan meninggal dunia. "Korban meninggal dunia dalam perjalanan ke Rumah Sakit UII, Bantul," jelas Munarso.

Munarso mengatakan, sesaat setelah kejadian, pelaku langsung diamankan oleh personil dari Kepolisian Sektor Lendah kemudian dibawa ke Polres Kulonprogo untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Tiga orang saksi termasuk suami korban juga turut diminta keterangan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Advertisement

Harian Jogja

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

Baca Koran harianjogja.com

Berita Pilihan

Advertisement

alt

KPK Tetapkan Seorang Tersangka Baru Kasus Korupsi Stadion Mandala Krida Jogja

News
| Selasa, 21 Maret 2023, 21:07 WIB

Advertisement

alt

Pesta Daging Iftar Ramadan di Horison Ultima Riss Malioboro Yogyakarta

Wisata
| Senin, 20 Maret 2023, 18:47 WIB

Advertisement

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement